Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 13:1-4 (MHC)

Kejadian 13:1-4 (TB):
1 Maka pergilah Abram dari Mesir ke Tanah Negeb dengan isterinya dan segala kepunyaannya, dan Lot pun bersama-sama dengan dia.
2 Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya.
3 Ia berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, dari Tanah Negeb sampai dekat Betel, di mana kemahnya mula-mula berdiri, antara Betel dan Ai,
4 ke tempat mezbah yang dibuatnya dahulu di sana; di situlah Abram memanggil nama TUHAN.
KEPINDAHAN ABRAM KE KANAAN

Dalam pasal ini kita mendapati kisah lebih lanjut tentang Abram.

I. Secara umum, tentang keadaan dan perilakunya di tanah perjanjian, yang sekarang menjadi tanah peziarahannya.

1. Kepindahannya (ay. 1, 3-4, 18).
2. Kekayaannya (ay. 2).
3. Ibadahnya (ay. 4, 18).

II. Cerita khusus tentang pertengkaran yang terjadi antara dia dan Lot.

1. Penyebab yang tidak menyenangkan dari perseteruan mereka (ay. 5-6).
2. Pihak-pihak yang terlibat dalam perselisihan itu, dengan suatu hal yang memperberatnya (ay. 7).

III. Diselesaikannya pertengkaran itu, dengan kebijaksanaan Abram (ay. 8-9).

IV. Keberangkatan Lot dari Abram ke lembah Sodom (ay. 10-13).

V. Penampakan Allah kepada Abram, untuk meneguhkan janji tanah Kanaan kepadanya (ay. 14, dst.).

Kepindahan Abram ke Kanaan (Kejadian 13:1-4)

I. Inilah kembalinya Abram dari Mesir (ay. 1). Ia sendiri datang dan membawa serta semua miliknya bersama-sama dengan dia kembali ke Kanaan. Perhatikanlah, meskipun adakalanya kita harus pergi ke tempat-tempat pencobaan, kita harus bergegas keluar darinya secepat mungkin. Lihat Rut 1:6.

II. Kekayaannya: Ia sangat kaya (ay. 2). Ia sangat berat, begitulah yang diartikan dalam bahasa Ibrani. Sebab kekayaan adalah beban, orang-orang yang ingin menjadi kaya hanyalah memuati dirinya dengan tanah yang tebal (Hab. 2:6, KJV; TB: memuati dirinya dengan barang gadaian – pen.). Ada beban pikiran dalam mendapatkannya, ketakutan dalam menjaganya, godaan dalam memakainya, kebersalahan dalam menyalahgunakannya, dukacita karena kehilangannya, dan beban pertanggungjawaban, pada akhirnya, yang harus diberikan berkenaan dengannya. Harta milik yang besar hanya membuat orang menjadi berat dan tidak leluasa. Abram tidak hanya kaya dalam iman dan perbuatan-perbuatan baik, dan dalam janji-janji, tetapi juga ia kaya akan ternak, perak dan emas. Perhatikanlah,

1. Allah, dalam pemeliharaan-Nya, terkadang membuat orang-orang baik menjadi kaya, dan mengajar mereka bagaimana hidup dalam kelimpahan, sama seperti bagaimana hidup berkekurangan.
2. Kekayaan orang-orang baik adalah buah-buah dari berkat Allah. Allah telah berkata kepada Abram, Aku akan memberkati engkau. Dan berkat itu menjadikannya kaya tanpa susah payah (Ams. 10:22).
3. Kesalehan yang sejati sungguh akan berpadanan dengan kemakmuran besar. Meskipun sukar bagi orang kaya untuk masuk sorga, namun itu tidaklah mustahil (Mrk. 10:23-24). Abram sangat kaya, tetapi juga sangat saleh. Bahkan, sama seperti kesalehan adalah teman bagi kemakmuran lahiriah (1Tim. 4:8), demikian pula kemakmuran lahiriah, jika diatur dengan baik, merupakan perhiasan bagi kesalehan, dan memberikan kesempatan untuk berbuat kebaikan yang jauh lebih besar lagi.

III. Kepindahannya ke Betel (ay. 3-4). Ke sanalah ia pergi, bukan hanya karena di sana ia sudah membangun kemahnya sebelumnya, dan ia mau pergi mengunjungi teman-teman lamanya, tetapi juga karena di sana ia sudah mendirikan mezbahnya. Dan, meskipun mezbah itu sudah tidak ada (mungkin ia sendiri yang merobohkannya, ketika ia meninggalkan tempat itu, supaya mezbah itu tidak dicemarkan oleh orang-orang Kanaan yang menyembah berhala), namun ia datang ke tempat mezbah, entah untuk membangkitkan kenangan akan persekutuan manis yang dimilikinya dengan Allah di tempat itu, atau mungkin untuk membayar nazar yang dibuatnya di sana kepada Allah ketika ia memulai perjalanannya ke Mesir. Lama sesudah itu Allah mengirimkan Yakub ke tempat yang sama ini untuk mendirikan mezbah juga (35:1), pergilah ke Betel, di mana engkau bernazar. Kita perlu diingatkan, dan harus menggunakan segala kesempatan untuk mengingatkan diri kita sendiri, akan nazar-nazar yang kita buat dengan kesungguhan hati. Dan mungkin tempat di mana nazar-nazar itu dibuat bisa membantu mengembalikannya dalam ingatan, dan oleh sebab itu mungkin baik bagi kita jika kita mengunjungi tempat itu.

IV. Ibadahnya di sana. Mezbahnya sudah tidak ada, sehingga ia tidak bisa mempersembahkan korban. Tetapi ia memanggil nama TUHAN, seperti yang sudah diperbuatnya (12:8). Perhatikanlah,

1. Semua umat Allah adalah umat yang berdoa. Kalau kita bisa menemukan orang yang hidup tanpa nafas, maka kita bisa menemukan orang Kristen yang hidup tanpa doa.
2. Orang-orang yang ingin membuktikan diri hidup lurus di hadapan Allah mereka haruslah terus-menerus dan tekun dalam menjalankan pelayanan-pelayanan agama. Abram tidak meninggalkan agamanya begitu saja di Mesir, seperti yang banyak dilakukan orang dalam perjalanan-perjalanan mereka.
3. Apabila kita tidak dapat melakukan apa yang ingin kita lakukan, kita harus dengan kesadaran hati nurani melakukan apa yang bisa kita lakukan dalam perbuatan-perbuatan ibadah. Apabila kita tidak mempunyai mezbah, janganlah karena itu kita tidak berdoa, tetapi, di mana pun kita berada, hendaklah kita memanggil nama Tuhan.

No comments: