Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 11:27 (WYCLIFFE)

Kejadian 11:27 (TB)

Inilah keturunan Terah. Terah memperanakkan Abram, Nahor dan Haran, dan Haran memperanakkan Lot.


27. Terah. Putra Nahor (seorang keturunan Set) dan ayah dari Abram, Haran dan Nahor. Tempat tinggalnya yang semula terletak di Ur-Kasdim, namun hidupnya kemudian dijalaninya di Haran, tempat di mana ia mati.

Genesis 11:10-26 (MHCC)

Genesis 11:10-26 (KJV):
10 These are the generations of Shem: Shem was an hundred years old, and begat Arphaxad two years after the flood:
11 And Shem lived after he begat Arphaxad five hundred years, and begat sons and daughters.
12 And Arphaxad lived five and thirty years, and begat Salah:
13 And Arphaxad lived after he begat Salah four hundred and three years, and begat sons and daughters.
14 And Salah lived thirty years, and begat Eber:
15 And Salah lived after he begat Eber four hundred and three years, and begat sons and daughters.
16 And Eber lived four and thirty years, and begat Peleg:
17 And Eber lived after he begat Peleg four hundred and thirty years, and begat sons and daughters.
18 And Peleg lived thirty years, and begat Reu:
19 And Peleg lived after he begat Reu two hundred and nine years, and begat sons and daughters.
20 And Reu lived two and thirty years, and begat Serug:
21 And Reu lived after he begat Serug two hundred and seven years, and begat sons and daughters.
22 And Serug lived thirty years, and begat Nahor:
23 And Serug lived after he begat Nahor two hundred years, and begat sons and daughters.
24 And Nahor lived nine and twenty years, and begat Terah:
25 And Nahor lived after he begat Terah an hundred and nineteen years, and begat sons and daughters.
26 And Terah lived seventy years, and begat Abram, Nahor, and Haran.
Here is a genealogy, or list of names, ending in Abram, the friend of God, and thus leading towards Christ, the promised Seed, who was the son of Abram. Nothing is left upon record but their names and ages; the Holy Ghost seeming to hasten through them to the history of Abram. How little do we know of those that are gone before us in this world, even of those that lived in the same places where we live, as we likewise know little of those who now live in distant places! We have enough to do to mind our own work. When the earth began to be peopled, men's lives began to shorten; this was the wise disposal of Providence.

Kejadian 11:10-26 (SH)

Kejadian 11:10-26 (TB):
Keturunan Sem

10 Inilah keturunan Sem. Setelah Sem berumur seratus tahun, ia memperanakkan Arpakhsad, dua tahun setelah air bah itu.
11 Sem masih hidup lima ratus tahun, setelah ia memperanakkan Arpakhsad, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
12 Setelah Arpakhsad hidup tiga puluh lima tahun, ia memperanakkan Selah.
13 Arpakhsad masih hidup empat ratus tiga tahun, setelah ia memperanakkan Selah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
14 Setelah Selah hidup tiga puluh tahun, ia memperanakkan Eber.
15 Selah masih hidup empat ratus tiga tahun, setelah ia memperanakkan Eber, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
16 Setelah Eber hidup tiga puluh empat tahun, ia memperanakkan Peleg.
17 Eber masih hidup empat ratus tiga puluh tahun, setelah ia memperanakkan Peleg, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
18 Setelah Peleg hidup tiga puluh tahun, ia memperanakkan Rehu.
19 Peleg masih hidup dua ratus sembilan tahun, setelah ia memperanakkan Rehu, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
20 Setelah Rehu hidup tiga puluh dua tahun, ia memperanakkan Serug.
21 Rehu masih hidup dua ratus tujuh tahun, setelah ia memperanakkan Serug, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
22 Setelah Serug hidup tiga puluh tahun, ia memperanakkan Nahor.
23 Serug masih hidup dua ratus tahun, setelah ia memperanakkan Nahor, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
24 Setelah Nahor hidup dua puluh sembilan tahun, ia memperanakkan Terah.
25 Nahor masih hidup seratus sembilan belas tahun, setelah ia memperanakkan Terah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
26 Setelah Terah hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Abram, Nahor dan Haran.
RENCANA DAN PILIHAN TUHAN (Selasa, 10 Mei 2011)

Daftar keturunan Sem di dalam perikop yang kita baca ini didahului oleh peristiwa pembangunan menara Babel yang dilakukan oleh sebagian dari keturunan Nuh. Kita tahu bahwa kemudian Tuhan menghukum dengan mengacau balaukan mereka dan membuat mereka terpencar-pencar ke seluruh penjuru bumi.

Walau penghukuman Allah telah menimpa Babel dan riwayat kota itu telah berakhir, tetapi janji Allah kepada Nuh tidak sirna. Nuh dan sebagian keturunannya akan tetap memegang janji itu. Karena itu masih ada orang-orang yang setia kepada Tuhan, yang tidak ikut-ikutan dalam peristiwa yang merupakan pemberontakan terhadap Tuhan itu.

ALLAH YANG MEMULAI & ALLAH YANG MENYEMPURNAKAN

ALLAH YANG MEMULAI & ALLAH YANG MENYEMPURNAKAN


Nas : Filipi 1:3-11

(AYAT 6)
Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.


1. Paulus melihat Allah telah memulai pekerjaan yg baik diantara jemaat.

♡ Paulus yakin dan percaya selalu bersuka cita meski dalam penjara, dan tidak mengikuti jalan pikirannya sendiri, tetapi bersabar di dalam penderitaan, dan akhirnya terjadi mujizat yang nyata, karya yang nyata dan Paulus-pun adalah salah satu karya Allah yang nyata (Fil 3:6)

Kejadian 11:10-26 (MHC)

Kejadian 11:10-26 (TB):
Keturunan Sem

10 Inilah keturunan Sem. Setelah Sem berumur seratus tahun, ia memperanakkan Arpakhsad, dua tahun setelah air bah itu.
11 Sem masih hidup lima ratus tahun, setelah ia memperanakkan Arpakhsad, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
12 Setelah Arpakhsad hidup tiga puluh lima tahun, ia memperanakkan Selah.
13 Arpakhsad masih hidup empat ratus tiga tahun, setelah ia memperanakkan Selah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
14 Setelah Selah hidup tiga puluh tahun, ia memperanakkan Eber.
15 Selah masih hidup empat ratus tiga tahun, setelah ia memperanakkan Eber, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
16 Setelah Eber hidup tiga puluh empat tahun, ia memperanakkan Peleg.
17 Eber masih hidup empat ratus tiga puluh tahun, setelah ia memperanakkan Peleg, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
18 Setelah Peleg hidup tiga puluh tahun, ia memperanakkan Rehu.
19 Peleg masih hidup dua ratus sembilan tahun, setelah ia memperanakkan Rehu, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
20 Setelah Rehu hidup tiga puluh dua tahun, ia memperanakkan Serug.
21 Rehu masih hidup dua ratus tujuh tahun, setelah ia memperanakkan Serug, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
22 Setelah Serug hidup tiga puluh tahun, ia memperanakkan Nahor.
23 Serug masih hidup dua ratus tahun, setelah ia memperanakkan Nahor, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
24 Setelah Nahor hidup dua puluh sembilan tahun, ia memperanakkan Terah.
25 Nahor masih hidup seratus sembilan belas tahun, setelah ia memperanakkan Terah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
26 Setelah Terah hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Abram, Nahor dan Haran.
SILSILAH DARI SEM SAMPAI DENGAN ABRAM

Kita mendapati di sini sebuah silsilah, bukan sebuah silsilah yang tanpa akhir, sebab di sini silsilah tersebut berakhir pada Abram, sahabat Allah, dan yang kemudian membawa kepada Kristus, keturunan yang dijanjikan itu, yang adalah anak Abram. Dari Abramlah silsilah Kristus dihitung (Mat. 1:1, dan seterusnya). Dengan menggabungkan Kejadian pasal 5, pasal 9, dan Matius pasal 1, pembaca akan memiliki sebuah silsilah yang utuh tentang Yesus Kristus, sebuah silsilah yang keutuhannya belum pernah ada yang seperti itu. Saya belum pernah mendapati silsilah utuh tentang siapa pun juga di dunia yang seperti ini, sebuah silsilah yang memiliki rentang waktu yang sedemikian jauh mulai dari sumber yang paling awal. Dengan menggabungkan ketiga gambaran silsilah ini, kita mendapati bahwa terdapat dua kali sepuluh, dan tiga kali empat belas keturunan di antara Adam yang pertama dan Adam yang kedua. Hal itu memperjelas bahwa Kristus bukan saja Anak Abraham, melainkan juga Anak Manusia, serta keturunan perempuan itu. Amatilah di sini,

Kejadian 11:7-9 (WYCLIFFE)

Kejadian 11:7-9 (TB):
7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing."
8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.
9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.
7-9. Mengacaubalaukan di sana bahasa mereka. Yehovah memahami keinginan, motivasi dan rencana mementingkan diri dari orang-orang yang memberontak tersebut. Segera Dia bertindak untuk mengacaukan rencana mereka yang bodoh itu. Justin hal yang sangat ingin mereka hindari itulah yang menimpa mereka. Allah telah turun tangan langsung untuk memastikan bahwa mereka tidak lagi saling mengerti. Kemudian Dia menyebarkan mereka. Kata Ibrani balal, "mengacaukan", menunjukkan adanya gangguan khusus yang membuat orang-orang itu sangat kebingungan. Kata Babel, menurut ahli perkamusan Ibrani yang paling baik, tidak mungkin berasal dari kata balal, "membingungkan," "mencampurkan" tetapi menurut mereka artinya adalah "pintu gerbang Allah." Melalui sebuah permainan kata, istilah tersebut bisa berarti "kekacauan." Kata Aram balbel berarti "kekacauan." Alan Richardson mengingatkan kita bahwa pemberian karunia berbahasa lidah pada hari Pentakosta (Kis. 2:5-11) dapat dianggap sebagai pembalikan dari pengacauan bahasa di Babel ini. Richardson mengatakan, "Ketika manusia di dalam keangkuhannya bermegah atas prestasi yang mereka capai, yang dihasilkan tidak lebih daripada perpecahan, kekacauan dan kebingungan; tetapi ketika karya ajaib Allah diberitakan, setiap orang dapat mendengar Injil rasuli dalam bahasanya sendiri" (Genesis 1-11, hlm. 126).

Genesis 11:5-9 (MHCC)

Genesis 11:5-9 (KJV):
5 And the LORD came down to see the city and the tower, which the children of men builded.
6 And the LORD said, Behold, the people is one, and they have all one language; and this they begin to do: and now nothing will be restrained from them, which they have imagined to do.
7 Go to, let us go down, and there confound their language, that they may not understand one another's speech.
8 So the LORD scattered them abroad from thence upon the face of all the earth: and they left off to build the city.
9 Therefore is the name of it called Babel; because the LORD did there confound the language of all the earth: and from thence did the LORD scatter them abroad upon the face of all the earth.
Here is an expression after the manner of men; The Lord came down to see the city. God is just and fair in all he does against sin and sinners, and condemns none unheard. Pious Eber is not found among this ungodly crew; for he and his are called the children of God; their souls joined not themselves to the assembly of these children of men. God suffered them to go on some way, that the works of their hands, from which they promised themselves lasting honour, might turn to their lasting reproach. God has wise and holy ends, in allowing the enemies of his glory to carry on their wicked projects a great way, and to prosper long. Observe the wisdom and mercy of God, in the methods taken for defeating this undertaking. And the mercy of God in not making the penalty equal to the offence; for he deals not with us according to our sins. The wisdom of God, in fixing upon a sure way to stop these proceedings. If they could not understand one another, they could not help one another; this would take them off from their building. God has various means, and effectual ones, to baffle and defeat the projects of proud men that set themselves against him, and particularly he divides them among themselves. Notwithstanding their union and obstinacy God was above them; for who ever hardened his heart against him, and prospered? Their language was confounded. We all suffer by it to this day: in all the pains and trouble used to learn the languages we have occasion for, we suffer for the rebellion of our ancestors at Babel. Nay, and those unhappy disputes, which are strifes of words, and arise from misunderstanding one another's words, for ought we know, are owing to this confusion of tongues. They left off to build the city. The confusion of their tongues not only unfitted them for helping one another, but they saw the hand of the Lord gone out against them. It is wisdom to leave off that which we see God fights against. God is able to blast and bring to nought all the devices and designs of Babel-builders: there is no wisdom nor counsel against the Lord. The builders departed according to their families, and the tongue they spake, to the countries and places allotted to them. The children of men never did, nor ever will, come all together again, till the great day, when the Son of man shall sit upon the throne of his glory, and all nations shall be gathered before him.

Kejadian 11:5-9 (MHC)

Kejadian 11:5-9 (TB):
5 Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,
6 dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.
7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing."
8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.
9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.
BABEL DIKACAUBALAUKAN DAN DISERAKKAN KE SELURUH BUMI

Di sini kita membaca perihal penghancuran pekerjaan besar dari para pendiri Babel ini, dan penjungkirbalikan rancangan orang-orang yang sembrono itu, sehingga rancangan Allah ditegakkan di atas mereka. Inilah,

I. Tindakan Allah untuk memeriksa rancangan yang sedang berjalan ini: Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota (ay. 5). Ungkapan ini sesuai dengan cara pengungkapan manusia. Sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu dengan jelas dan utuh, seperti manusia mengetahui dengan cara mendatangi tempat itu dan melihat apa yang sedang berlangsung di situ. Amatilah bahwa,

Berhati-hatilah dengan suara Izebel

"Maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: ‘Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu.’ Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya." 1Raja-raja 19:2,3.

Berhati-hatilah terhadap Suara Izebel. Dokter dapat berbicara kepada kita dengan suara itu, "kita mungkin mengidap kanker." Bankir dapat berbicara kepada kita dengan suara itu, "kita bisa kehilangan rumah kita." Pasangan kita dapat berbicara kepada kita dengan suara itu, "Saya akan menceraikanmu." Musuh dapat berbicara kepada kita dengan suara itu,"Aku akan menghancurkanmu." Depresi dapat berbicara kepada kita dengan suara itu, "Aku menaklukanmu." Nafsu dapat berbicara kepada kita dengan suara itu, "Aku mengendalikanmu." Ketakutan dapat berbicara kepada kita dengan suara itu, "Aku memilikimu." Jangan biarkan Suara Izebel mengintimidasi kita.

Kejadian 11:9 (JERUSALEM)

Kejadian 11:9 (TB)

Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.


DIKACAU-BALAUKAN

Arti kata Babel diterangkan dengan kata dasar bil yang berarti: mengacau-balaukan. Tetapi sebenarnya kata Babel berarti: pintu gerbang allah (Bab-el, atau:Bab-ilu).

Kejadian 11:1-9 (SH)

Kejadian 11:1-9 (TB):
Menara Babel

1 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.
2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.
3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan tér gala-gala sebagai tanah liat.
4 Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."
5 Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,
6 dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.
7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing."
8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.
9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.
BERHATI-HATI DENGAN KEINGINAN (Senin, 9 Mei 2011)

Manusia diperlengkapi Tuhan dengan keinginan dan kehendak. Hal ini melahirkan dorongan-dorongan tertentu dalam diri manusia untuk menghendaki dan melakukan sesuatu. Kreativitas juga tercipta melalui keinginan dan kehendak. Tanpa adanya keinginan atau kehendak, manusia tidak punya dorongan untuk melakukan kreasi dan inovasi.

Sebagai anugerah dari Tuhan, tentu saja manusia harus menyukuri hal ini. Tidak semestinya manusia menyalahgunakannya untuk hal-hal yang tidak mempermuliakan nama Tuhan, seperti yang ditunjukkan dalam bacaan Alkitab pada hari ini. Sebab apabila hal itu terjadi maka Tuhan sendiri yang akan turun tangan meminta pertanggungjawaban kita.

Genesis 11:1-4 (MHCC)

Genesis 11:1-4 (KJV):
1 And the whole earth was of one language, and of one speech.
2 And it came to pass, as they journeyed from the east, that they found a plain in the land of Shinar; and they dwelt there.
3 And they said one to another, Go to, let us make brick, and burn them throughly. And they had brick for stone, and slime had they for morter.
4 And they said, Go to, let us build us a city and a tower, whose top may reach unto heaven; and let us make us a name, lest we be scattered abroad upon the face of the whole earth.
How soon men forget the most tremendous judgments, and go back to their former crimes! Though the desolations of the deluge were before their eyes, though they sprang from the stock of righteous Noah, yet even during his life-time, wickedness increases exceedingly. Nothing but the sanctifying grace of the Holy Spirit can remove the sinful lusts of the human will, and the depravity of the human heart. God's purpose was, that mankind should form many nations, and people all lands. In contempt of the Divine will, and against the counsel of Noah, the bulk of mankind united to build a city and a tower to prevent their separating. Idolatry was begun, and Babel became one of its chief seats. They made one another more daring and resolute. Let us learn to provoke one another to love and to good works, as sinners stir up and encourage one another to wicked works.

Kejadian 11:3-4 (WYCLIFFE)

Kejadian 11:3-4 (TB):
3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan tér gala-gala sebagai tanah liat.
4 Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."
3, 4. Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota ... sebuah menara ... dan ... kita cari nama. Ketika keturunan Nuh yang bergerak ke timur telah menemukan sebuah tempat untuk dijadikan tempat tinggal, mereka mengambil keputusan untuk mendirikan sebuah kota. Mereka akan mendirikan sebuah menara yang demikian tingginya sehingga puncaknya diharapkan dapat menyentuh "busur langit" di atas mereka. Bangunan raksasa ini akan memberikan keuntungan bagi mereka dengan mana mereka bisa memperoleh kedudukan terhormat di mata manusia dan mungkin juga di mata Allah.

Kejadian 11:1-4 (MHC)

Kejadian 11:1-4 (TB):
1 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.
2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.
3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan tér gala-gala sebagai tanah liat.
4 Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."
KEKACAUAN BAHASA

Perbedaan lama antara anak-anak Allah dan anak-anak manusia (antara orang-orang yang percaya Allah dan orang-orang fasik) yang selamat dari air bah itu, sekarang muncul kembali sesudah manusia mulai bertambah banyak. Sesuai cara pembedaan itu, di dalam pasal ini kita membaca hal-hal sebagai berikut,

I. Penyerakan anak-anak manusia di Babel (ay. 1-9), di dalamnya kita mendapati,

1. Rancangan berani mereka yang membangkitkan amarah Allah dengan membangun sebuah kota dan sebuah menara (ay. 1-4).

Kejadian 11:4 (JERUSALEM)

Kejadian 11:4 (TB)

Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."


YANG PUNCAKNYA SAMPAI KE LANGIT

Tradisi ini dikaitkan pada puing-puing salah satu menara tinggi yang bertingkat-tingkat sebagaimana dahulu suka didirikan di Mesopotamia sebagai lambang gunung suci dan tempat istirahat dewa. Para pembangun menganggap menara semacam itu sebagai alat untuk bertemu dengan dewa mereka. Tetapi si Yahwista mengartikan usaha itu sebagai bukti kesombongan yang kegila-gilaan.Tema menara itu berpautan di sini dengan tema kota: pengarang suci mengutuk peradaban kota, bdk Kej 4:17+.

Kejadian 11:4 (FULL)

Kejadian 11:4 (TB)

Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."


MARILAH KITA DIRIKAN.... MARILAH KITA CARI NAMA

(versi Inggris NIV -- supaya kita mendapat nama). Dosa umat di wilayah Sinear ialah keinginan untuk menguasai dunia dan nasib mereka terlepas dari Allah melalui kesatuan organisatoris, kuasa, dan keberhasilan besar yang berpusatkan manusia. Tujuan ini berlandaskan kesombongan dan pemberontakan terhadap Allah. Allah membinasakan usaha ini dengan memperbanyak bahasa sehingga mereka tidak bisa berkomunikasi satu dengan yang lain (ayat Kej 11:7). Peristiwa ini menjelaskan keanekaragaman bangsa dan bahasa di dunia. Pada saat itu, umat manusia berbalik dari Allah kepada berhala, sihir, dan nujum (bd. Yes 47:12;

Kejadian 11:1-2 (WYCLIFFE)

Kejadian 11:1-2 (TB):
1 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.
2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.
1, 2. Seluruh bumi satu bahasanya. Kitab Kejadian melukiskan bahwa Nuh dan keluarganya turun dari bahtera dengan memiliki satu bahasa dan satu perangkat istilah. Ketika keturunan Nuh bertambah, dengan sendirinya mereka melanjutkan bahasa yang sama karena bahasa itu sudah memadai. Mereka hidup di lembah Efrat dan sekitarnya, wilayah yang umumnya dipandang sebagai cikal bakal peradaban. Sinear. Orang Ibrani memakai nama Sinear, yang pada mulanya merupakan sebuah wilayah di Mesopotamia utara, untuk mengacu kepada seluruh wilayah Mesopotamia. Suku-suku yang mengembara bergerak dari wilayah pegunungan Ararat menuju ke tanah datar Babel yang subur.

Kejadian 11:2 (FULL)

Kejadian 11:2 (TB)

Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.


TANAH DATAR DI... SINEAR

Sinear adalah nama yang dipakai PL untuk wilayah Sumer kuno dan kemudian Babilon atau Mesopotamia.

Genesis 10:15-32 (MHCC)

Genesis 10:15-32 (KJV):
15 And Canaan begat Sidon his firstborn, and Heth,
16 And the Jebusite, and the Amorite, and the Girgasite,
17 And the Hivite, and the Arkite, and the Sinite,
18 And the Arvadite, and the Zemarite, and the Hamathite: and afterward were the families of the Canaanites spread abroad.
19 And the border of the Canaanites was from Sidon, as thou comest to Gerar, unto Gaza; as thou goest, unto Sodom, and Gomorrah, and Admah, and Zeboim, even unto Lasha.
20 These are the sons of Ham, after their families, after their tongues, in their countries, and in their nations.
21 Unto Shem also, the father of all the children of Eber, the brother of Japheth the elder, even to him were children born.
22 The children of Shem; Elam, and Asshur, and Arphaxad, and Lud, and Aram.
23 And the children of Aram; Uz, and Hul, and Gether, and Mash.
24 And Arphaxad begat Salah; and Salah begat Eber.
25 And unto Eber were born two sons: the name of one was Peleg; for in his days was the earth divided; and his brother's name was Joktan.
26 And Joktan begat Almodad, and Sheleph, and Hazarmaveth, and Jerah,
27 And Hadoram, and Uzal, and Diklah,
28 And Obal, and Abimael, and Sheba,
29 And Ophir, and Havilah, and Jobab: all these were the sons of Joktan.
30 And their dwelling was from Mesha, as thou goest unto Sephar a mount of the east.
31 These are the sons of Shem, after their families, after their tongues, in their lands, after their nations.
32 These are the families of the sons of Noah, after their generations, in their nations: and by these were the nations divided in the earth after the flood.
The posterity of Canaan were numerous, rich, and pleasantly seated; yet Canaan was under a Divine curse, and not a curse causeless. Those that are under the curse of God, may, perhaps, thrive and prosper in this world; for we cannot know love or hatred, the blessing or the curse, by what is before us, but by what is within us. The curse of God always works really, and always terribly. Perhaps it is a secret curse, a curse to the soul, and does not work so that others can see it; or a slow curse, and does not work soon; but sinners are reserved by it for a day of wrath Canaan here has a better land than either Shem or Japheth, and yet they have a better lot, for they inherit the blessing. Abram and his seed, God's covenant people, descended from Eber, and from him were called Hebrews. How much better it is to be like Eber, the father of a family of saints and honest men, than the father of a family of hunters after power, worldly wealth, or vanities. Goodness is true greatness.

Kejadian 10:1-32 (JERUSALEM)

Kejadian 10:1-32 (TB):
Daftar bangsa-bangsa keturunan Sem, Ham dan Yafet

1 Inilah keturunan Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh. Setelah air bah itu lahirlah anak-anak lelaki bagi mereka.
2 Keturunan Yafet ialah Gomer, Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh dan Tiras.
3 Keturunan Gomer ialah Askenas, Rifat dan Togarma.
4 Keturunan Yawan ialah Elisa, Tarsis, orang Kitim dan orang Dodanim.
5 Dari mereka inilah berpencar bangsa-bangsa daerah pesisir. Itulah keturunan Yafet, masing-masing di tanahnya, dengan bahasanya sendiri, menurut kaum dan bangsa mereka.
6 Keturunan Ham ialah Kush, Misraim, Put dan Kanaan.
7 Keturunan Kush ialah Seba, Hawila, Sabta, Raema dan Sabtekha; anak-anak Raema ialah Syeba dan Dedan.
8 Kush memperanakkan Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi;
9 ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN, sebab itu dikatakan orang: "Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN."
10 Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh, dan Akad, semuanya di tanah Sinear.
11 Dari negeri itu ia pergi ke Asyur, lalu mendirikan Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah
12 dan Resen di antara Niniwe dan Kalah; itulah kota besar itu.
13 Misraim memperanakkan orang Ludim, orang Anamim, orang Lehabim, orang Naftuhim,
14 orang Patrusim, orang Kasluhim dan orang Kaftorim; dari mereka inilah berasal orang Filistin.
15 Kanaan memperanakkan Sidon, anak sulungnya, dan Het,
16 serta orang Yebusi, orang Amori dan orang Girgasi;
17 orang Hewi, orang Arki, orang Sini,
18 orang Arwadi, orang Semari dan orang Hamati; kemudian berseraklah kaum-kaum orang Kanaan itu.
19 Daerah orang Kanaan adalah dari Sidon ke arah Gerar sampai ke Gaza, ke arah Sodom, Gomora, Adma dan Zeboim sampai ke Lasa.
20 Itulah keturunan Ham menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka.
21 Lahirlah juga anak-anak bagi Sem, bapa semua anak Eber serta abang Yafet.
22 Keturunan Sem ialah Elam, Asyur, Arpakhsad, Lud dan Aram.
23 Keturunan Aram ialah Us, Hul, Geter dan Mas.
24 Arpakhsad memperanakkan Selah, dan Selah memperanakkan Eber.
25 Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan.
26 Yoktan memperanakkan Almodad, Selef, Hazar-Mawet dan Yerah,
27 Hadoram, Uzal dan Dikla,
28 Obal, Abimael dan Syeba,
29 Ofir, Hawila dan Yobab; itulah semuanya keturunan Yoktan.
30 Daerah kediaman mereka terbentang dari Mesa ke arah Sefar, yaitu pegunungan di sebelah timur.
31 Itulah keturunan Sem, menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka.
32 Itulah segala kaum anak-anak Nuh menurut keturunan mereka, menurut bangsa mereka. Dan dari mereka itulah berpencar bangsa-bangsa di bumi setelah air bah itu.
Bab 10 berupa silsilah menyajikan sebuah daftar bangsa-bangsa. Bangsa-bangsa itu tidak dikelompokkan menurut rumpunnya, tetapi lebih-lebih sesuai dengan hubungan-hubungan historisnya di wilayah tempat tinggalnya: Keturunan Yafet mendiami Asia kecil dan pulau-pulau di laut Tengah; keturunan Ham mendiami daerah di bagian selatan Mesir: Mesir, Etiopia dan Arabia; Kanaan dikelompokkan bersama Mesir, oleh karena Mesir pernah menguasai negeri Kanaan. Antara kedua kelompok tsb disisipkan keturunan Sem, yaitu penduduk Elam, bangsa Asyur, bangsa Aram dan nenek moyang bangsa Israel. Daftar itu berasal dari tradisi Para Imam, kecuali beberapa bagian yang berasal dari tradisi Yahwista, Kej 10:18-19,21,24-30. Bagian-bagian itu sedikit banyak merubah daftar asli. Daftar itu merupakan semacam ikhtisar pengetahuan yang dapat ada pada orang Israel tentang dunia pada abad kedelapan atau ketujuh seb. Mas. Ia menegakkan bahwa umat manusia adalah satu oleh karena mempunyai moyang yang sama, walaupun terbagi atas beberapa kelompok. Penyebaran umat manusia dalam Kej 10:32 dianggap pelaksanaan berkat yang tercantum dalam Kej 9:1. Sebaliknya, cerita tentang menara Babel yang berasal dari tradisi Yahwista, Kej 11:1-9, menganggap penyebaran umat manusia itu sebagai akibat kedurhakaannya. Kedua pendekatan itu saling melengkapi, sebab dalam sejarah umat manusia berpengaruh baik kekuasaan Allah maupun kejahatan manusia.

Kejadian 10:1-32 (SH)

Kejadian 10:1-32 (TB):
Daftar bangsa-bangsa keturunan Sem, Ham dan Yafet

1 Inilah keturunan Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh. Setelah air bah itu lahirlah anak-anak lelaki bagi mereka.
2 Keturunan Yafet ialah Gomer, Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh dan Tiras.
3 Keturunan Gomer ialah Askenas, Rifat dan Togarma.
4 Keturunan Yawan ialah Elisa, Tarsis, orang Kitim dan orang Dodanim.
5 Dari mereka inilah berpencar bangsa-bangsa daerah pesisir. Itulah keturunan Yafet, masing-masing di tanahnya, dengan bahasanya sendiri, menurut kaum dan bangsa mereka.
6 Keturunan Ham ialah Kush, Misraim, Put dan Kanaan.
7 Keturunan Kush ialah Seba, Hawila, Sabta, Raema dan Sabtekha; anak-anak Raema ialah Syeba dan Dedan.
8 Kush memperanakkan Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi;
9 ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN, sebab itu dikatakan orang: "Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN."
10 Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh, dan Akad, semuanya di tanah Sinear.
11 Dari negeri itu ia pergi ke Asyur, lalu mendirikan Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah
12 dan Resen di antara Niniwe dan Kalah; itulah kota besar itu.
13 Misraim memperanakkan orang Ludim, orang Anamim, orang Lehabim, orang Naftuhim,
14 orang Patrusim, orang Kasluhim dan orang Kaftorim; dari mereka inilah berasal orang Filistin.
15 Kanaan memperanakkan Sidon, anak sulungnya, dan Het,
16 serta orang Yebusi, orang Amori dan orang Girgasi;
17 orang Hewi, orang Arki, orang Sini,
18 orang Arwadi, orang Semari dan orang Hamati; kemudian berseraklah kaum-kaum orang Kanaan itu.
19 Daerah orang Kanaan adalah dari Sidon ke arah Gerar sampai ke Gaza, ke arah Sodom, Gomora, Adma dan Zeboim sampai ke Lasa.
20 Itulah keturunan Ham menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka.
21 Lahirlah juga anak-anak bagi Sem, bapa semua anak Eber serta abang Yafet.
22 Keturunan Sem ialah Elam, Asyur, Arpakhsad, Lud dan Aram.
23 Keturunan Aram ialah Us, Hul, Geter dan Mas.
24 Arpakhsad memperanakkan Selah, dan Selah memperanakkan Eber.
25 Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan.
26 Yoktan memperanakkan Almodad, Selef, Hazar-Mawet dan Yerah,
27 Hadoram, Uzal dan Dikla,
28 Obal, Abimael dan Syeba,
29 Ofir, Hawila dan Yobab; itulah semuanya keturunan Yoktan.
30 Daerah kediaman mereka terbentang dari Mesa ke arah Sefar, yaitu pegunungan di sebelah timur.
31 Itulah keturunan Sem, menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka.
32 Itulah segala kaum anak-anak Nuh menurut keturunan mereka, menurut bangsa mereka. Dan dari mereka itulah berpencar bangsa-bangsa di bumi setelah air bah itu.
DUA JALUR (Kamis, 13 Februari 2003)

Bagian ini kelanjutan dari keturunan Nuh. Perintah Allah untuk beranak cucu dan bertambah banyak terus dipenuhi. Silsilah yang disusun berdasarkan ketiga anak Nuh ini bukan silsilah yang sifatnya rasial, etnis, linguistik, atau teritorial, melainkan politis. Silsilah ini menunjukkan jaringan-jaringan hubungan pada waktu itu.

Kejadian 10:21-32 (MHC)

Kejadian 10:21-32 (TB):
21 Lahirlah juga anak-anak bagi Sem, bapa semua anak Eber serta abang Yafet.
22 Keturunan Sem ialah Elam, Asyur, Arpakhsad, Lud dan Aram.
23 Keturunan Aram ialah Us, Hul, Geter dan Mas.
24 Arpakhsad memperanakkan Selah, dan Selah memperanakkan Eber.
25 Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan.
26 Yoktan memperanakkan Almodad, Selef, Hazar-Mawet dan Yerah,
27 Hadoram, Uzal dan Dikla,
28 Obal, Abimael dan Syeba,
29 Ofir, Hawila dan Yobab; itulah semuanya keturunan Yoktan.
30 Daerah kediaman mereka terbentang dari Mesa ke arah Sefar, yaitu pegunungan di sebelah timur.
31 Itulah keturunan Sem, menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka.
32 Itulah segala kaum anak-anak Nuh menurut keturunan mereka, menurut bangsa mereka. Dan dari mereka itulah berpencar bangsa-bangsa di bumi setelah air bah itu.
KETURUNAN SEM

Terdapat dua hal yang secara khusus dapat diamati dalam catatan tentang keturunan Sem ini:

I. Gambaran tentang Sem (ay. 21). Kita tidak saja mengenal namanya, Sem, yang menunjukkan sebuah nama, tetapi dua gelar untuk menghormati dirinya karena:

Kejadian 10:21-31 (WYCLIFFE)

Kejadian 10:21-31 (TB):
21 Lahirlah juga anak-anak bagi Sem, bapa semua anak Eber serta abang Yafet.
22 Keturunan Sem ialah Elam, Asyur, Arpakhsad, Lud dan Aram.
23 Keturunan Aram ialah Us, Hul, Geter dan Mas.
24 Arpakhsad memperanakkan Selah, dan Selah memperanakkan Eber.
25 Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan.
26 Yoktan memperanakkan Almodad, Selef, Hazar-Mawet dan Yerah,
27 Hadoram, Uzal dan Dikla,
28 Obal, Abimael dan Syeba,
29 Ofir, Hawila dan Yobab; itulah semuanya keturunan Yoktan.
30 Daerah kediaman mereka terbentang dari Mesa ke arah Sefar, yaitu pegunungan di sebelah timur.
31Itulah keturunan Sem, menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka.
ANAK-ANAK SEM

Nas : Kej 10:21-31

Ayat-ayat ini mendaftarkan keturunan Sem yang tinggal di wilayah Arab dan lembah Timur Tengah. Keturunannya termasuk bangsa Yahudi, Asyur, Siria, dan Elam.

Kejadian 10:29 (WYCLIFFE)

Kejadian 10:29 (TB)

Ofir, Hawila dan Yobab; itulah semuanya keturunan Yoktan. 


29. Ofir terkenal karena emasnya yang bagus. Salomo mengutus orang-orangnya bersama dengan orang-orang Hiram untuk memperoleh emas tersebut dan mengangkutnya ke Palestina. Selain emas, mereka juga menemukan berbagai logam dan permata berharga dalam jumlah yang sangat besar. Tidak lama kemudian kerajaan Salomo sanggup menandingi kekayaan kerajaan-kerajaan di sekitarnya. Ofir mungkin merupakan sebuah kota pelabuhan di pantai Arab. Lokasinya telah ditemukan di muara sungai Indus. Sebagian besar dari emas yang dipakai dalam Bait Allah Salomo adalah emas yang berasal dari Ofir.

Kejadian 10:28 (WYCLIFFE)

Kejadian 10:28 (TB)

Obal, Abimael dan Syeba,


28. Syeba di dalam Perjanjian Lama sering dipakai untuk menunjuk kepada sekelompok orang kaya yang pekerjaan utamanya adalah menyediakan emas, minyak wangi dan batu-batu berharga untuk diekspor ke Palestina dan ke Mesir. Mereka dikaitkan dengan bangsa Sabaean yang menempati kedudukan penting dalam perdagangan dan pemerintahan. Menurut pendapat para siswa Alkitab, ratu Syeba adalah tokoh orang Syeba yang paling terkenal.

Kejadian 10:22 (JERUSALEM)

Kejadian 10:22 (TB)

Keturunan Sem ialah Elam, Asyur, Arpakhsad, Lud dan Aram.


22. Aram, atau orang Aram atau Siria, adalah kelompok yang tinggal di sekitar dan di Damsyik. Mereka menonjol di dalam sejarah bangsa Israel. Bahasa Aram menjadi bahasa untuk dagang dan untuk hubungan diplomatik. Secara bertahap bahasa Aram menggeser bahasa Ibrani sehingga, pada zaman Tuhan kita, bahasa Aram digunakan dalam percakapan dan dalam tulisan.