Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 4:6-7 (MHC)

Kejadian 4:6-7 (TB):
6 Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?
7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
ALLAH MEMPERINGATKAN KAIN

Di sini Allah berbantah dengan Kain, untuk menyadarkan dia terhadap dosa dan kebodohan dari amarah dan ketidakpuasannya, dan untuk membuatnya tenang kembali, agar kejahatan yang lebih jauh bisa dicegah. Adalah contoh dari kesabaran Allah dan kebaikan-Nya yang merendah bahwa Ia mau berurusan secara begitu lembut dengan manusia yang begitu jahat, dalam perkara yang begitu jahat. Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Demikianlah ayah si anak hilang berargumen dengan si anak sulung (Luk. 15:28, dst.), dan Allah dengan kaum Israel yang berkata, tindakan Tuhan tidak tepat (Yeh. 18:25).

Kejadian 4:7 (JERUSALEM)

Kejadian 4:7 (TB)

Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."


APAKAH MUKAMU.....

Terjemahan ayat ini berupa perkiraan saja. Maksud naskah Ibrani kurang jelas dan teksnya rusak. Barangkali pengarang mau menggambarkan godaan yang mengancam orang yang tidak beriktikad baik.

Kejadian 4:7 (FULL)

Kejadian 4:7 (TB)

Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."


IA SANGAT MENGGODA ENGKAU

(versi Inggris NIV -- ia sangat menginginkanmu). Allah menggambarkan dosa sebagai kekuatan menggoda yang, seperti binatang buas, siap menerkam dan menelan. Namun, Allah juga memberikan kemampuan untuk melawan dan menolak dosa dengan tunduk pada firman-Nya, dengan bantuan kasih karunia-Nya. Manusialah yang memilih apakah mereka akan menyerah kepada dosa atau mengalahkannya (bd. Rom 6:1-23).

Kejadian 4:3-5 (MHC)

Kejadian 4:3-5 (TB):
3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;
4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
KORBAN PERSEMBAHAN KAIN DAN HABEL

Di sini kita mendapati,

I. Ibadah Kain dan Habel. Setelah beberapa waktu lamanya, ketika mereka sudah membuahkan hasil dari panggilan hidup mereka masing-masing (dalam bahasa Ibrani, pada hari-hari terakhir, yaitu pada akhir tahun, ketika mereka merayakan pesta berkumpul kembali, atau mungkin puasa tahunan untuk mengingat kejatuhan manusia ke dalam dosa, atau pada hari terakhir dalam minggu itu, hari ketujuh, yaitu hari Sabat) – pada suatu waktu tertentu, Kain dan Habel membawa kepada Adam, sebagai imam keluarga, korban persembahan mereka masing-masing kepada TUHAN. Karena adanya perbuatan ini, kita mempunyai alasan untuk berpikir bahwa pada waktu itu ada ketetapan ilahi yang diberikan kepada Adam, sebagai pertanda akan perkenanan Allah kepadanya, dan niat-niat kasih-Nya terhadap dia dan keluarganya, kendati dengan kemurtadan mereka. Dengan demikian, Allah ingin menguji iman Adam apakah dia tetap percaya terhadap janji-Nya dan tetap taat terhadap hukum pemulihan-Nya. Dengan demikian, Ia ingin mendamaikan kembali hubungan antara sorga dan bumi, dan memberikan bayangan dari keselamatan yang akan datang. Amatilah di sini,

Kejadian 4:3-5 (FULL)

Kejadian 4:3-5 (TB):
3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;
4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
MEMPERSEMBAHKAN... KEPADA TUHAN

Nas : Kej 4:3-5

Tuhan menerima persembahan Habel karena dia menghampiri Allah dengan iman yang benar dan pengabdian kepada kebenaran (bd. Ibr 11:4; 1Yoh 3:12; bd. Yoh 4:23-24). Persembahan Kain ditolak karena ia tidak memiliki iman yang taat dan perbuatannya jahat (ayat Kej 4:6-7; 1Yoh 3:12). Allah berkenan atas persembahan dan ucapan syukur hanya apabila kita sungguh-sungguh berusaha hidup benar sesuai dengan kehendak-Nya

(lihat cat. --> Ul 6:5).

[atau ref. Ul 6:5]

Kejadian 3:3-4 (WYCLIFFE)

Kejadian 4:3-4 (TB):
3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;
4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
3, 4. Kurban persembahan (minhâ). Masing-masing membawa persembahan khusus kepada Yehovah. Tidak disebutkan mengenai adanya mezbah atau tempat ibadah. Minhâ tersebut, sebagaimana dikenal orang kuno, berfungsi untuk mengungkapkan rasa terima kasih, untuk berdamai dengan Tuhan dan untuk mengiringi ibadah. Kisah ini melukiskan tindakan penyembahan pertama yang tercatat di dalam sejarah umat manusia. Setiap kali orang yang beribadah membawa sesuatu miliknya sendiri untuk dipersembahkan kepada Tuhan.

Kejadian 4:1-2 (MHC)

Kejadian 4:1-2 (TB):
1 Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."
2 Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.
KAIN DAN HABEL

Dalam pasal ini kita mendapati baik dunia maupun jemaat di dalam sebuah keluarga, sebuah keluarga kecil, keluarga Adam. Digambarkan di sini juga sebuah contoh dari tabiat dan keadaan kedua-duanya pada masa-masa sesudahnya, bahkan, di segala masa, sampai akhir zaman. Seperti halnya seluruh umat manusia digambarkan di dalam diri Adam, demikian pula pembedaan besar umat manusia ke dalam orang-orang kudus dan orang-orang berdosa, orang-orang saleh dan orang-orang fasik, anak-anak Allah dan anak-anak si jahat, di sini digambarkan dalam diri Kain dan Habel. Diberikan juga sebuah contoh awal dari permusuhan yang baru saja tercipta antara keturunan perempuan dan keturunan ular. Di sini kita mendapati,

Kejadian 4:2 (WYCLIFFE)

Kejadian 4:2 (TB)

Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.


2. Habel (Hebel). Nama yang diberikan kepada putera kedua berarti "napas yang berlalu" atau "uap." Kata Akkadia yang terkait ialah aplu yang artinya anak laki-laki. Habel merupakan pencetus kehidupan beternak sedangkan Kain mengikuti jejak ayahnya dalam mengusahakan pertanian.

Kejadian 4:1 (WYCLIFFE)

Kejadian 4:1 (TB)

Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."


1. Kain (Qayin). Kata Kain pada umumnya dikaitkan dengan kata Ibrani gãnâ yang artinya "memperoleh" atau "mendapatkan." Akar katanya lebih didasarkan pada kesamaan bunyi daripada etimologi dasar. Hal ini dapat disebut permainan kata. Arti sesungguhnya dari kata ini mungkin berasal dari bahasa Arab ("sebuah tombak" atau "seorang pandai besi"). Hawa sangat bersukacita atas kelahiran putranya. Dia berseru, "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki."

Kejadian 4:1 (JERUSALEM)

Kejadian 4:1 (TB)

Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."


DENGAN PERTOLONGAN TUHAN

Ini seruan sukacita perempuan pertama yang dari hamba suaminya telah menjadi ibu seorang manusia. Dalam bahasa Ibrani kata kerja kanah (mendapat) menyinggung nama Kain.

Kejadian 4:1 (FULL)

Kejadian 4:1 (TB)

Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."


MANUSIA ITU BERSETUBUH DENGAN HAWA, ISTRINYA.

Perhatikan bahwa ketika Hawa melahirkan putranya, ia sungguh-sungguh memuji Tuhan karena anak itu. Ia berusaha untuk berhubungan secara benar dengan Allah di dalam ucapan syukur atas kasih, pengampunan, dan pertolongan-Nya.

Genesis 3:22-24 (MHCC)

Genesis 3:22-24 (KJV):
22 And the LORD God said, Behold, the man is become as one of us, to know good and evil: and now, lest he put forth his hand, and take also of the tree of life, and eat, and live for ever:
23 Therefore the LORD God sent him forth from the garden of Eden, to till the ground from whence he was taken.
24 So he drove out the man; and he placed at the east of the garden of Eden Cherubims, and a flaming sword which turned every way, to keep the way of the tree of life.
 God bid man go out; told him he should no longer occupy and enjoy that garden: but man liked the place, and was unwilling to leave it, therefore God made him go out. This signified the shutting out of him, and all his guilty race, from that communion with God, which was the bliss and glory of paradise. But man was only sent to till the ground out of which he was taken. He was sent to a place of toil, not to a place of torment. Our first parents were shut out from the privileges of their state of innocency, yet they were not left to despair. The way to the tree of life was shut. It was henceforward in vain for him and his to expect righteousness, life, and happiness, by the covenant of works; for the command of that covenant being broken, the curse of it is in full force: we are all undone, if we are judged by that covenant. God revealed this to Adam, not to drive him to despair, but to quicken him to look for life and happiness in the promised Seed, by whom a new and living way into the holiest is laid open for us.

Kejadian 3:8-24 (SH)

Kejadian 3:8-24 (TB):
8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
12 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
13 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."
14 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."
15 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
16 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
16 Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."
17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."
20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.
22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."
23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.
24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
1. BERPAKAIAN (Selasa, 4 Februari 2003)

Ketika Tuhan berjalan-jalan di taman, langkah-langkah Allah terdengar bagaikan jejak-jejak penghakiman bagi manusia yang baru makan buah curian. Mereka bersembunyi. Allah bertanya kepada manusia, "Di manakah engkau?" Dua hal bisa kita amati di sini. Pertama, hubungan antara Allah dan manusia setelah kejatuhan dimulai dengan pertanyaan Allah kepada manusia. Pahamilah bahwa ketika kita jatuh ke dalam dosa, Allah menanyakan di mana diri kita. Kedua, arti dari "di mana" bukan hanya geografis, tetapi menanyakan posisi. Di mana posisi manusia setelah jatuh ke dalam dosa? Apakah ia memihak atau melawan Allah?

Kejadian 3:1-24 (WYCLIFFE)

Kejadian 3:1-24 (TB):
Manusia jatuh ke dalam dosa 1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.
7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
12 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
13 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."
14 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."
15 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
16 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
16 Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."
17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."
20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.
22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."
23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.
24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
B. Pencobaan dan Kejatuhan

Di sini penulis Kitab Kejadian mengisahkan langkah-langkah yang menuju kepada masuknya dosa ke dalam hati orang-orang yang diciptakan Tuhan ini, yaitu mereka yang memulai kehidupan dengan hati demikian bersih dan dengan masa depan yang demikian cemerlang. Ketidaktaatan dan dosa merusak gambaran yang ada. Sekalipun makhluk-makhluk ini secara moral baik, kepada mereka telah diberi hak untuk memilih; dan mereka setiap saat menjadi sasaran dari kekuatan penggoda. Karena itu ujian tidak dapat dielakkan. Taman itu merupakan sebuah ciptaan yang sangat indah, penuh dengan kelimpahan segala yang dibutuhkan. Lingkungan di mana manusia hidup lengkap berisi segala yang diinginkan manusia. Sekalipun demikian, kepada laki-laki dan perempuan itu dikenakan satu buah larangan. Setiap pohon, semak dan kenikmatan lainnya dapat mereka nikmati, terkecuali buah pohon "pengetahuan yang baik dan yang busuk." Larangan ini tampaknya telah menciptakan suasana di dalam mana pikiran manusia siap menyambut permintaan sang penggoda.

Kejadian 3:22-24 (MHC)

Kejadian 3:22-24 (TB):
22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."
23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.
24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
ADAM DAN HAWA DIUSIR DARI TAMAN FIRDAUS

Setelah hukuman dijatuhkan ke atas para pelanggar, di sini kita mendapati sebagian hukuman, yang dilaksanakan terhadap mereka dengan segera. Perhatikanlah di sini,

Kejadian 3:24 (JERUSALEM)

Kejadian 3:24 (TB)

Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.


KERUB

Kerub adalah makhluk gaib, separuh manusia separuh binatang. Ini diambil alih dari tradisi Babel. Bdk Kej 25:18+; Maz 18:11+.

Kejadian 3:24 (FULL)

Kejadian 3:24 (TB)

Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.


IA MENGHALAU MANUSIA ITU

Hubungan Adam yang sempurna dengan Allah telah hilang. Kini dia diusir dari taman Eden dan mulailah hidup bersandar kepada Allah di tengah-tengah pencobaan. Tambahan pula, Iblis sampai batas tertentu memperoleh kekuasaan atas dunia ini melalui kejatuhan Adam dan Hawa, karena PB berbicara tentang Iblis sebagai "penguasa dunia ini" (Yoh 14:30; bd. 2Kor 4:4; 1Yoh 5:19). Akan tetapi, Allah begitu mengasihi manusia sehingga Ia menetapkan untuk mengalahkan Iblis dengan memperdamaikan manusia dan dunia dengan diri-Nya dengan mengorbankan nyawa Anak-Nya sendiri

(lihat cat. --> Kej 3:15;

[atau ref. Kej 3:15]

bd. Yoh 3:16; Wahy 21:1-8)

Kejadian 3:22 (JERUSALEM)

Kejadian 3:22 (TB)

Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."


TAHU TENTANG YANG BAIK DAN YANG JAHAT

Manusia yang berdosa telah mengangkat dirinya menjadi hakim atas apa yang baik dan apa yang jahat, Kej 2:17+, dan dengan demikian merampas hak istimewa Allah

Kejadian 3:22 (FULL)

Kejadian 3:22 (TB)

Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."


TAHU TENTANG YANG BAIK DAN YANG JAHAT

Adam dan Hawa telah berusaha untuk menyejajarkan diri mereka dengan Allah dan menentukan sendiri norma-norma mereka

(lihat cat. --> Kej 3:5).

[atau ref. Kej 3:5]

Genesis 3:20-21 (MHCC)

Genesis 3:20-21 (KJV):
20 And Adam called his wife's name Eve; because she was the mother of all living.
21 Unto Adam also and to his wife did the LORD God make coats of skins, and clothed them.
God named the man, and called him Adam, which signifies red earth; Adam named the woman, and called her Eve, that is, life. Adam bears the name of the dying body, Eve of the living soul. Adam probably had regard to the blessing of a Redeemer, the promised Seed, in calling his wife Eve, or life; for He should be the life of all believers, and in Him all the families of the earth should be blessed. See also God's care for our first parents, notwithstanding their sin. Clothes came in with sin. Little reason have we to be proud of our clothes, which are but the badges of our shame. When God made clothes for our first parents, he made them warm and strong, but coarse and very plain; not robes of scarlet, but coats of skin. Let those that are meanly clad, learn from hence not to complain. Having food and a covering, let them be content; they are as well off as Adam and Eve. And let those that are finely clad, learn not to make the putting on of apparel their adorning. The beasts, from whose skins they were clothed, it is supposed were slain, not for man's food, but for sacrifice, to typify Christ, the great Sacrifice. Adam and Eve made for themselves aprons of fig-leaves, a covering too narrow for them to wrap themselves in, Isa 28:20. Such are all the rags of our own righteousness. But God made them coats of skin, large, strong, durable, and fit for them: such is the righteousness of Christ; therefore put ye on the Lord Jesus Christ.

Kejadian 3:21 (MHC)

Kejadian 3:21 (TB)

Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.


PAKAIAN KULIT BINATANG UNTUK MANUSIA

Di sini kita mendapati tanda pemeliharaan Allah lebih lanjut yang berkaitan dengan nenek moyang pertama kita, walaupun mereka berdosa. Walaupun Allah menghajar anak-anak-Nya karena mereka tidak patuh, dan menunjukkan tanda-tanda ketidaksenangan-Nya, namun Dia tidak mencabut hak waris mereka, melainkan, seperti seorang bapa yang lembut, menyediakan tumbuh-tumbuhan di padang untuk menjadi makanan mereka dan kulit binatang untuk menjadi pakaian mereka. Demikianlah sang Bapa memelihara si anak pemboros yang kembali (Luk. 15:22-23). Jika Tuhan hendak membinasakan mereka, Dia tidak akan melakukan ini kepada mereka. Perhatikanlah,

Kejadian 3:20 (WYCLIFFE)

Kejadian 3:20 (TB)

Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.


20. Hawa (hawwâ). Kata Ibrani ini berhubungan dengan kehidupan, dan kata kerja yang terkait dengannya berbicara mengenai mata pencarian. Semua manusia berasal dari perempuan pertama itu, Dia adalah ibu setiap orang dan, karena itu, ibu dari setiap suku dan bangsa. Sesuai dengan maksud ilahi, kehidupan harus berjalan terus, sekalipun pengumuman tentang kematian sudah diutarakan --- engkau akan kembali menjadi debu (ay. 19).

Kejadian 3:20 (FULL)

Kejadian 3:20 (TB)

Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.


MEMBERI NAMA HAWA KEPADA ISTERINYA

Adam memberikan nama "Hawa," yang artinya "hidup," kepada istrinya karena dia adalah ibu pertama dari semua orang.

Kejadian 3:20 (MHC)

Kejadian 3:20 (TB)

Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.


PEMBERIAN NAMA HAWA

Setelah Allah menamai manusia itu, dan memanggil dia Adam, yang artinya tanah liat, maka sebagai tanda kekuasaan selanjutnya, Adam menamai perempuan itu, dan memanggilnya Hawa, yang artinya hidup. Adam memikul nama tubuh yang akan mati, sedangkan Hawa membawa nama jiwa yang hidup. Alasan nama Hawa itu diberikan di sini (beberapa orang beranggapan nama itu diberikan oleh Musa si ahli sejarah, sedangkan lainnya beranggapan diberikan oleh Adam sendiri): Sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup. Sebelumnya Adam memanggilnya Ishah perempuan, sebagai seorang istri, sekarang dia memanggilnya Evah hidup, sebagai seorang ibu. Nah,

Genesis 3:16-19 (MHCC)

Genesis 3:16-19 (KJV):
16 Unto the woman he said, I will greatly multiply thy sorrow and thy conception; in sorrow thou shalt bring forth children; and thy desire shall be to thy husband, and he shall rule over thee.
17 And unto Adam he said, Because thou hast hearkened unto the voice of thy wife, and hast eaten of the tree, of which I commanded thee, saying, Thou shalt not eat of it: cursed is the ground for thy sake; in sorrow shalt thou eat of it all the days of thy life;
18 Thorns also and thistles shall it bring forth to thee; and thou shalt eat the herb of the field;
19 In the sweat of thy face shalt thou eat bread, till thou return unto the ground; for out of it wast thou taken: for dust thou art, and unto dust shalt thou return.dia.
The woman, for her sin, is condemned to a state of sorrow, and of subjection; proper punishments of that sin, in which she had sought to gratify the desire of her eye, and of the flesh, and her pride. Sin brought sorrow into the world; that made the world a vale of tears. No wonder our sorrows are multiplied, when our sins are so. He shall rule over thee, is but God's command, Wives, be subject to your own husbands. If man had not sinned, he would always have ruled with wisdom and love; if the woman had not sinned, she would always have obeyed with humility and meekness. Adam laid the blame on his wife; but though it was her fault to persuade him to eat the forbidden fruit, it was his fault to hearken to her. Thus men's frivolous pleas will, in the day of God's judgment, be turned against them. God put marks of displeasure on Adam.

Kejadian 3:1-19 (SH)

Kejadian 3:1-19 (TB):
1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.
7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."
13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."
14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
16 Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."
17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."
DOSA, HUKUMAN DAN JANJI PELEPASAN (Senin, 25 April 2011)

Kisah klasik kejatuhan manusia ke dalam dosa biasa digambarkan dengan pasangan suami istri pertama yang memakan buah terlarang. Bukan buahnya yang beracun sehingga mematikan orang yang memakannya, tetapi proses sampai buah itu dimakanlah yang membongkar tipu muslihat Iblis, berkedok ular (bdk. Why. 12:9), yang memutarbalikkan firman Tuhan sehingga membuat manusia dan istrinya meragukan ikhtikad baik Tuhan (5).

Kejadian 3:16 (MHC)

Kejadian 3:16 (TB)

Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."


HUKUMAN YANG DIBERIKAN KEPADA HAWA

Di sini kita melihat hukuman yang diberikan kepada si perempuan itu untuk dosanya. Dia dihukum dengan dua hal: keadaan susah payah dan keadaan dikuasai, hukuman yang pantas bagi dosa yang di dalamnya dia memuaskan kesenangan dan kesombongannya.

I. Di sini dia ditempatkan dalam keadaan susah payah, yang diperinci dengan satu hal tertentu saja, yaitu dalam melahirkan anak. Walaupun begitu, hal ini mencakup semua kesan kesedihan dan ketakutan yang cenderung diterima oleh pikiran kaum yang lembut itu, dan semua bencana umum yang dapat menimpa mereka. Perhatikanlah, dosa membawa susah payah ke dalam dunia. Inilah yang menjadikan dunia lembah air mata, menurunkan hujan masalah ke atas kepala kita, dan membuka mata air kesedihan di hati kita, sehingga membanjiri dunia ini. Seandainya kita tidak mengenal kesalahan, kita tidak akan mengenal kesedihan. Kesakitan karena melahirkan anak, yang merupakan suatu hal yang bagus dalam salah satu amsal Alkitab, adalah akibat dosa. Setiap kesakitan dan setiap erangan perempuan yang melahirkan menyuarakan dengan lantang akibat yang sangat buruk dari dosa, yang dihasilkan dari memakan buah terlarang. Perhatikanlah,

Kejadian 3:17-19 (MHC)

Kejadian 3:17-19 (TB):
17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."
HUKUMAN YANG DIBERIKAN KEPADA ADAM; AKIBAT KEJATUHAN

Hukuman yang Diberikan kepada Adam; Akibat Kejatuhan (Kejadian 3:17-19)
Di sini kita mendapati hukuman yang diberikan kepada Adam, yang didahului dengan penjabaran kejahatannya: Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu (ay. 17). Dia melepaskan diri dari kesalahan dengan cara melemparkannya kepada istrinya: Dialah yang memberikannya kepadaku. Namun Allah tidak menerima alasan itu. Perempuan itu hanya dapat mencobai dia, namun tidak dapat memaksa dia. Walaupun perempuan itu bersalah karena membujuk dia untuk makan, tetapi dia bersalah karena mendengarkannya. Demikianlah pembelaan ceroboh manusia bukan hanya akan ditolak pada hari penghakiman Allah, namun juga berbalik melawan mereka, dan menjadi dasar hukuman bagi mereka. Aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri.

Perhatikanlah,

Kejadian 3:16-19 (FULL)

Kejadian 3:16-19 (TB):
16 Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."
17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."
SUSAH PAYAHMU...... AKAN KUBUAT SANGAT BANYAK

Hukuman yang dikenakan pada laki-laki dan wanita (ayat Kej 3:16-19), dan juga efek dosa atas alam, dimaksudkan untuk mengingatkan umat manusia tentang akibat-akibat mengerikan dari dosa dan menyebabkan mereka bergantung pada Allah dalam iman dan ketaatan. Allah bermaksud agar keadaan umat manusia dewasa ini bersifat memulihkan.

1) Usaha Hawa untuk membebaskan diri dari Allah dan bertindak terlepas dari suaminya dihalangi karena rasa berahi kepada suami. Tertariknya Hawa kepada Adam dan kepemimpinannya akan mendatangkan kesulitan dan penderitaan bersama dengan sukacita dan berkat (bd. Kej 1:26-27; 1Kor 11:7-9; Ef 5:22-25; 1Tim 2:11-14).

2) Karena kutukan Allah atas alam, Adam dan Hawa akan menderita secara jasmani, bekerja membanting tulang, berjuang dengan susah payah, dan akhirnya mati, baik mereka maupun keturunan mereka.

Kejadian 3:17 (WYCLIFFE)

Kejadian 3:17 (TB)

Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: 


17. Lalu firman-Nya kepada manusia itu. Kesukaran jasmaniah, kerja keras dan kelelahan yang mengecewakan serta perjuangan yang berat ditetapkan sebagai nasib si laki-laki yang dengan pasti dihukum sebagai orang berdosa. Sebelumnya bumi telah mengeluarkan hasilnya secara berlimpah dengan mudah dan cuma-cuma bagi manusia. Adam hanya perlu "memelihara" (2:15) taman itu sehingga dapat menikmati buah-buahannya yang lezat. Tetapi sekarang Allah mengucapkan suatu kutukan khusus atas tanah. Untuk selanjutnya bumi akan mengeluarkan hasil dengan enggan. Laki-laki harus bekerja keras mengolah tanah untuk dapat menghasilkan kebutuhan hidup. Dan laki-laki juga harus bergumul dengan onak dan duri yang sebelumnya tidak tampak. Kebosanan, kesulitan dan kelelahan akan merupakan nasibnya setiap hari. Untuk Adam maupun Hawa, dosa menuntut harga yang mahal.

Kejadian 3:16 (JERUSALEM)

Kejadian 3:16 (TB)

Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."


FIRMANNYA

Hukuman yang dijatuhkan Allah pada pasangan manusia yang pertama yang bersalah itu mengenai mereka justru dalam tugas utamanya. Perempuan dihukum sebagai ibu dan isteri, laki-laki sebagai pekerja. Ayat ini tidak berkata bahwa seandainya manusia tidak berdosa perempuan akan melahirkan anak tanpa sakit beranak dan bahwa laki-laki bekerja dengan tidak perlu bercucuran keringat. Tidak tepat pula tafsiran berdasarkan Kej 3:14 berkata bahwa sebelum terjadinya dosa ular adalah binatang yang berkaki. Maksud ayat ini ialah: dosa telah mengacaukan tata susunan sebagaimana dikehendaki Allah: perempuan bukan lagi seorang teman bagi laki-laki yang sederajat dengannya, Kej 2:18-24, tetapi seorang pembujuk laki-laki yang diperbudak oleh pria guna mendapat anak; laki-laki bukan lagi seorang juru kebun Allah di Eden, tetapi ia harus bergumul dengan tanah yang menjadi musuhnya. tetapi hukuman paling berat ialah: hilanglah persahabatan yang terjalin antara manusia dan Allah, Kej 3:23. Inilah hukuman yang diwariskan manusia kepada keturunannya. Ajaran mengenai dosa asal baru dapat disimpulkan setelah Paulus menempatkan kesetia-kawanan manusia dalam diri Kristus, Juruselamat, sejalan dengan kesetia-kawanan semua orang dalam diri Adam yang berdosa Rom 5.

Kejadian 3:16 (WYCLIFFE)

Kejadian 3:16 (TB)

Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."


16. Firman-Nya kepada perempuan itu. Untuk perempuan itu, Allah menetapkan bahwa dia akan tunduk kepada laki-laki dan menderita. Kehamilan dan melahirkan anak akan disertai dengan rasa sakit. Kata asvon melukiskan rasa sakit baik jasmaniah maupun mental. Hawa akan menyadari kerinduan dan keinginannya sebagai wanita, namun bukan tanpa penderitaan. Dengan kata lain, selaku istri dan ibu, perempuan harus tunduk kepada disiplin Yehovah. Kasih perempuan dan kepemimpinan laki-laki dikemukakan dengan gambaran yang jelas. Kita tidak dapat memahami sepenuhnya sifat dari hukuman-hukuman Tuhan tersebut.

Genesis 3:14-15 (MHCC)

Genesis 3:14-15 (KJV):
14 And the LORD God said unto the serpent, Because thou hast done this, thou art cursed above all cattle, and above every beast of the field; upon thy belly shalt thou go, and dust shalt thou eat all the days of thy life:
15 And I will put enmity between thee and the woman, and between thy seed and her seed; it shall bruise thy head, and thou shalt bruise his heel.
God passes sentence; and he begins where the sin began, with the serpent. The devil's instruments must share in the devil's punishments. Under the cover of the serpent, the devil is sentenced to be degraded and accursed of God; detested and abhorred of all mankind: also to be destroyed and ruined at last by the great Redeemer, signified by the breaking of his head. War is proclaimed between the Seed of the woman and the seed of the serpent. It is the fruit of this enmity, that there is a continual warfare between grace and corruption, in the hearts of God's people. Satan, by their corruptions, buffets them, sifts them, and seeks to devour them. Heaven and hell can never be reconciled, nor light and darkness; no more can Satan and a sanctified soul. Also, there is a continual struggle between the wicked and the godly in this world. A gracious promise is here made of Christ, as the Deliverer of fallen man from the power of Satan. Here was the drawn of the gospel day: no sooner was the wound given, than the remedy was provided and revealed. This gracious revelation of a Saviour came unasked, and unlooked for. Without a revelation of mercy, giving some hope of forgiveness, the convinced sinner would sink into despair, and be hardened. By faith in this promise, our first parents, and the patriarchs before the flood, were justified and saved. Notice is given concerning Christ. 1. His incarnation, or coming in the flesh. It speaks great encouragement to sinners, that their Saviour is the Seed of the woman, bone of our bone, Heb 2:11, Heb 2:14. 2. His sufferings and death; pointed at in Satan's bruising his heel, that is, his human nature. And Christ's sufferings are continued in the sufferings of the saints for his name. The devil tempts them, persecutes and slays them; and so bruises the heel of Christ, who is afflicted in their afflictions. But while the heel is bruised on earth, the Head is in heaven. 3. His victory over Satan thereby. Christ baffled Satan's temptations, rescued souls out of his hands. By his death he gave a fatal blow to the devil's kingdom, a wound to the head of this serpent that cannot be healed. As the gospel gains ground, Satan falls.

Kejadian 3:14-15 (MHC)

Kejadian 3:14-15 (TB):
14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
HUKUMAN DIBERIKAN KEPADA SI ULAR; ISYARAT TENTANG MESIAS

Hukuman Diberikan kepada Si Ular; Isyarat tentang Mesias (Kejadian 3:14-15)
Setelah tawanan-tawanan didapati bersalah oleh pengakuan mereka sendiri, selain oleh pengetahuan pribadi yang sempurna dari sang Hakim, dan tidak ada lagi alasan yang dapat diajukan untuk menjatuhkan keputusan pengadilan, maka Allah segera melanjutkan dengan menetapkan hukuman, dan di ayat ini Dia mulai dengan si ular, tempat dosa dimulai. Allah tidak memeriksa si ular ataupun menanyai dia, apa yang sudah dia lakukan dan mengapa dia melakukannya, melainkan langsung menjatuhkan hukuman atas dia,

1. Karena dia sudah terbukti bersalah atas pemberontakan terhadap Allah, dan kebencian dan kejahatannya sudah terkenal, bukan ditemukan melalui penyelidikan rahasia, melainkan diakui dan dinyatakan secara terbuka seperti kejahatan Sodom.

Kejadian 3:15 (WYCLIFFE)

Kejadian 3:15 (TB)

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."


15. Aku akan mengadakan permusuhan. Kata êbâ berarti dendam kesumat berdarah yang ada dalam lubuk hati manusia (bdg. Bil. 35:19, 20; Yeh. 25:15-17; 35:5, 6). Engkau akan meremukkan (shûp). Sebuah nubuat tentang pertikaian terus menerus untuk saling memusnahkan antara keturunan perempuan dengan keturunan. ular. Kata kerja shûp jarang dipakai (bdg. Ayb. 9:17; Mzm. 139:11). Kata itu sama artinya dalam kedua anak kalimat. Bila diterjemahkan sebagai meremukkan, tampaknya cocok dengan ayat tentang kepala ular namun kurang tepat untuk melukiskan serangan ular terhadap tumit manusia. Kata ini juga diterjemahkan menjadi bersembunyi menantikan, membidik, waspada (LXX). Vulgata menerjemahkannya dengan conteret, "melukai hingga memar dalam kasus pertama dan insidiaberis, "bersembunyi menantikan" di dalam kasus berikutnya. Dengan demikian, di dalam nas yang terkenal sebagai protevangelium atau "injil pertama" ini ada pemberitahuan mengenai pergumulan panjang, permusuhan terus-menerus, luka di kedua belah pihak, dan akhirnya kemenangan di pihak keturunan perempuan. Janji Allah bahwa kepala ular itu akan diremukkan menunjuk kepada kedatangan Mesias dan kemenangan yang dijamin. Jaminan ini sampai di telinga makhluk-makhluk Allah yang paling dini tersebut sebagai pengharapan indah akan penebusan. Disayangkan bahwa terjemahan dalam Vulgata mengubah kata ganti-nya (ay. 15c) dari jenis maskulin menjadi feminin sehingga memberikan dukungan palsu kepada pernyataan tak berdasar berkenaan dengan Anak Dara Maria yang dipuja.

Kejadian 3:15 (JERUSALEM)

Kejadian 3:15 (TB)

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."


PERMUSUHAN

Ayat ini menyatakan adanya permusuhan antara keturunan ular dan keturunan perempuan. Dengan demikian manusia dilawankan dengan Iblis serta "keturunannya". Secara samar-samar ayat ini juga berbicara tentang kemenangan terakhir yang akan diperoleh manusia. Ini sinar pertama dari keselamatan mendatang, Pra-Injil. Dalam terjemahan Yunani anak kalimat: engkau akan meremukkan tumitnya, mulai dengan kata ganti diri: dia, yang mengenai seorang laki-laki. Menurut terjemahan itu kemenangan terakhir tidak akan diperoleh oleh keturunan perempuan (umat manusia) pada umumnya, melainkan oleh salah seorang keturunannya. Terjemahan itu menjadi dasar tafsiran yang langsung menghubungkan ayat ini dengan Mesias. Tafsiran itu sangat digemari para pujangga Gereja. Mesias tidak dapat dipisahkan dari ibuNya. Ini terungkap dalam terjemahan Latin yang berbunyi: ipsa conteret (Ia - seorang perempuan - akan meremukkan), sehingga ayat ini dihubungkan dengan Maria. Tafsiran yang terkandung dalam terjemahan Latin itu menjadi tradisionil dalam Gereja katolik.

Kejadian 3:15 (FULL)

Kejadian 3:15 (TB)

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."


KETURUNANNYA AKAN MEREMUKKAN KEPALAMU, DAN ENGKAU AKAN MEREMUKKAN TUMITNYA

Dalam ayat ini tersirat janji Allah yang pertama mengenai rencana penebusan dunia. Janji tersebut menubuatkan kemenangan mutlak umat manusia dan Allah atas Iblis dan kejahatan melalui peperangan rohani di antara keturunan wanita (yaitu, Tuhan Yesus Kristus) melawan keturunan ular (yaitu, Iblis dan para pengikutnya;

Kejadian 3:14 (WYCLIFFE)

Kejadian 3:14 (TB)

Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.


14. Terkutuklah (ãrûr) engkau. Tuhan mengkhususkan pencetus dan penghasut dalam pencobaan tersebut untuk dikutuk dan direndahkan secara khusus. Sejak saat itu ular akan menjalar di atas debu tanah dan bahkan debu tanahlah makanannya. Dia akan terus melata dalam kehinaan sepanjang hidupnya, dan kebencian akan diarahkan kepadanya dari semua sisi. Manusia akan senantiasa menganggapnya sebagai lambang keburukan dari makhluk yang telah memfitnah Allah (bdg. Yes. 65:25). Dia bukan hanya mewakili jenis ular, tetapi juga kekuasaan dari kerajaan kejahatan. Sepanjang ada kehidupan, manusia akan membencinya dan berusaha untuk menghancurkannya.

Kejadian 3:11-13 (MHC)

Kejadian 3:11-13 (TB):
11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."
13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."
DAKWAAN KEPADA MANUSIA BERDOSA

Di sini kita mendapati orang-orang berdosa kedapatan bersalah karena pengakuan mereka sendiri, namun mereka masih berusaha keras mencari alasan dan memperingan kesalahan mereka. Mereka tidak dapat mengakui sambil mengiyakan perbuatan mereka, namun mereka mengakui sambil memperingannya. Perhatikanlah,

Genesis 3:9-13 (MHCC)

Genesis 3:9-13 (KJV):
9 And the LORD God called unto Adam, and said unto him, Where art thou?
10 And he said, I heard thy voice in the garden, and I was afraid, because I was naked; and I hid myself.
11 And he said, Who told thee that thou wast naked? Hast thou eaten of the tree, whereof I commanded thee that thou shouldest not eat?
12 And the man said, The woman whom thou gavest to be with me, she gave me of the tree, and I did eat.
13 And the LORD God said unto the woman, What is this that thou hast done? And the woman said, The serpent beguiled me, and I did eat.
Observe the startling question, Adam, where art thou? Those who by sin go astray from God, should seriously consider where they are; they are afar off from all good, in the midst of their enemies, in bondage to Satan, and in the high road to utter ruin. This lost sheep had wandered without end, if the good Shepherd had not sought after him, and told him, that where he was straying he could not be either happy or easy. If sinners will but consider where they are, they will not rest till they return to God. It is the common fault and folly of those that have done ill, when questioned about it, to acknowledge only that which is so manifest that they cannot deny it. Like Adam, we have reason to be afraid of approaching to God, if we are not covered and clothed with the righteousness of Christ. Sin appears most plainly in the glass of the commandment, therefore God set it before Adam; and in it we should see our faces. But instead of acknowledging the sin in its full extent, and taking shame to themselves, Adam and Eve excuse the sin, and lay the shame and blame on others. There is a strange proneness in those that are tempted, to say, they are tempted of God; as if our abuse of God's gifts would excuse our breaking God's laws. Those who are willing to take the pleasure and profit of sin, are backward to take the blame and shame of it. Learn hence, that Satan's temptations are all beguilings; his arguments are all deceits; his allurements are all cheats; when he speaks fair, believe him not. It is by the deceitfulness of sin the heart is hardened. See Rom 7:11; Heb 3:13. But though Satan's subtlety may draw us into sin, yet it will not justify us in sin. Though he is the tempter, we are the sinners. Let it not lessen our sorrow for sin, that we were beguiled into it; but let it increase our self-indignation, that we should suffer ourselves to be deceived by a known cheat, and a sworn enemy, who would destroy our souls.

Kejadian 3:13 (FULL)

Kejadian 3:13 (TB)

Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.


ULAR ITU YANG MEMPERDAYAKAN AKU

Iblis menyebabkan kejatuhan umat manusia dengan memakai penipuan. Inilah salah satu cara utamanya untuk menuntun orang menjauh dari jalan dan kebenaran Allah.

1) Alkitab mengajarkan bahwa Iblis menipu dan membutakan pikiran orang dari dunia ini yang tidak percaya agar mereka tidak memahami Injil

(lihat cat. --> 2Kor 4:4).

[atau ref. 2Kor 4:4]

Kejadian 3:12 (WYCLIFFE)

Kejadian 3:12 (TB)

Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."


12. Perempuan ... yang memberi buah pohon itu kepadaku, maka kumakan. Pertanyaan yang diajukan Allah bersifat langsung dan sangat spesifik. Bukannya mengaku dengan jujur dan memohon pengampunan, Adam dan Hawa malah mulai berdalih dan mengalihkan tanggung jawab. Adam dengan nekad menyebut Allah sebagai bertanggung jawab atas sebagian kesalahan - yang Kautempatkan di sisiku. 13. Perempuan itu, yang menolak memikul tanggung jawab, mengalihkannya kepada ular. Ular tidak bisa mengalihkannya ke pihak yang lain lagi. Memperdayakan (hishiani). Kata kerja ini mengandung pengertian penipuan (bdg. pemakaian konsep ini oleh Paulus dalam II Kor. 11:3; I Tim. 2:14).

Kejadian 3:9-10 (MHC)

Kejadian 3:9-10 (TB):
9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
DAKWAAN KEPADA MANUSIA BERDOSA

Di sini kita mendapati dakwaan untuk kedua orang bersalah ini di hadapan Hakim yang benar atas sorga dan bumi, yang, walaupun tidak harus tunduk kepada tata cara resmi, tetapi tetap memeriksa perkara mereka dengan seadil mungkin, supaya Dia dapat terbukti adil ketika berbicara. Perhatikanlah di sini,

I. Pertanyaan mengejutkan yang dengannya Allah mengejar dan menahan Adam: Di manakah engkau? Bukan seolah-olah Allah tidak tahu di mana dia, tetapi demikianlah Dia hendak mulai memeriksa perkara Adam. “Mari, mana laki-laki yang sudah berbuat bodoh itu?” Beberapa menganggapnya pertanyaan ratapan: “Kasihan Adam, apa yang terjadi padanya?” “Malangnya engkau,” demikian beberapa orang menafsirkannya, “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar. Engkau dulu teman-Ku dan kesukaan-Ku, dan Aku sudah berbuat banyak untukmu, dan ingin berbuat lebih banyak lagi untukmu. Apakah engkau sekarang sudah meninggalkan Aku, dan menghancurkan dirimu sendiri? Apakah sudah sampai seperti itu?” Ini lebih merupakan pertanyaan memarahi, untuk menyadarkan dan merendahkannya: Di manakah engkau? Bukan “Di tempat yang mana?” melainkan “Di dalam kondisi yang bagaimana?” “Inikah segala yang engkau dapatkan dengan memakan buah terlarang? Engkau yang ingin menyaingi Aku, sekarang melarikan diri dari Aku?” Perhatikanlah,

Kejadian 3:9 (WYCLIFFE)

Kejadian 3:9 (TB)

Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"


9. Mudah untuk membayangkan kelembutan suara ilahi yang berkumandang melalui pepohonan di tengah keheningan sore itu, "Di manakah engkau?" Tentu saja Allah mengetahui di mana laki-laki dan perempuan itu berada. Namun Dia sedang menyapa mereka, berusaha untuk memperoleh tanggapan yang diharapkan melalui kelembutan dan kasih. Dia berusaha menuntun para pelanggar tersebut secara lembut kepada keinsafan sepenuhnya akan dosa mereka. Sekalipun Keadilan yang memerintahkan prosedurnya, Kemurahanlah yang menang. Sang Hakim akan memberikan keputusan dan mengumumkan hukuman-Nya.

Kejadian 3:6-8 (MHC)

Kejadian 3:6-8 (TB):
6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.
7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
KEJATUHAN MANUSIA

Di sini kita melihat bagaimana akhir perdebatan antara Hawa dan si penggoda. Akhirnya Iblis mencapai tujuannya, dan benteng pertahanan direbut dengan tipu muslihatnya. Allah menguji ketaatan nenek moyang pertama kita dengan melarang mereka makan buah pohon pengetahuan, dan Iblis, dapat dikatakan, terlibat persoalan dengan Allah, dan berusaha membujuk mereka untuk memberontak. Di sini kita melihat bagaimana dia berhasil, karena Allah mengizinkan itu terjadi untuk tujuan-tujuan yang bijaksana dan kudus.

I. Di sini kita melihat bujukan-bujukan yang mendorong mereka untuk memberontak. Perempuan itu, yang tertipu oleh pengaturan si penggoda yang licik, adalah orang yang memulai pemberontakan itu (1Tim. 2:14). Dialah yang pertama melakukan kesalahan, dan itu adalah hasil pertimbangannya, atau lebih tepatnya akibat tidak ada pertimbangan darinya.

Genesis 3:6-8 (MHCC)

Genesis 3:6-8 (KJV):
6 And when the woman saw that the tree was good for food, and that it was pleasant to the eyes, and a tree to be desired to make one wise, she took of the fruit thereof, and did eat, and gave also unto her husband with her; and he did eat.
7 And the eyes of them both were opened, and they knew that they were naked; and they sewed fig leaves together, and made themselves aprons.
8 And they heard the voice of the LORD God walking in the garden in the cool of the day: and Adam and his wife hid themselves from the presence of the LORD God amongst the trees of the garden.
Observe the steps of the transgression: not steps upward, but downward toward the pit.

1. She saw. A great deal of sin comes in at the eye. Let us not look on that which we are in danger of lusting after, Mat 5:28.

2. She took. It was her own act and deed. Satan may tempt, but he cannot force; may persuade us to cast ourselves down, but he cannot cast us down, Mat 4:6.

3. She did eat. When she looked perhaps she did not intend to take; or when she took, not to eat: but it ended in that. It is wisdom to stop the first motions of sin, and to leave it off before it be meddled with.

Kejadian 3:8 (WYCLIFFE)

Kejadian 3:8 (TB)

Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.


8. Bunyi langkah Tuhan Allah ... pada waktu hari sejuk (lerûah artinya angin sepoi). Mereka bisa menyembunyikan diri dari Allah namun mereka tidak bisa meloloskan diri dari-Nya. Sang Khalik yang penuh kasih tidak mungkin mengabaikan ketidaktaatan mereka, Dia juga tidak mungkin meninggalkan orang-orang berdosa yang gemetar itu dengan kebutuhan mereka yang sangat. Mereka adalah milik-Nya. Kekudusan-Nya pasti datang, dengan berjubahkan kasih, untuk mencari, menemukan dan menghakimi mereka. Biasanya bunyi langkah Allah membuat mereka senang. Kini, ketakutan dan kegentaran melumpuhkan mereka sekalipun Tuhan tidak datang dalam guntur dan tidak memanggil dengan kasar.