Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Genesis 6:12-21 (MHCC)

Genesis 6:12-21 (KJV):
12 And God looked upon the earth, and, behold, it was corrupt; for all flesh had corrupted his way upon the earth.
13 And God said unto Noah, The end of all flesh is come before me; for the earth is filled with violence through them; and, behold, I will destroy them with the earth.
14 Make thee an ark of gopher wood; rooms shalt thou make in the ark, and shalt pitch it within and without with pitch.
15 And this is the fashion which thou shalt make it of: The length of the ark shall be three hundred cubits, the breadth of it fifty cubits, and the height of it thirty cubits.
16 A window shalt thou make to the ark, and in a cubit shalt thou finish it above; and the door of the ark shalt thou set in the side thereof; with lower, second, and third stories shalt thou make it.
17 And, behold, I, even I, do bring a flood of waters upon the earth, to destroy all flesh, wherein is the breath of life, from under heaven; and every thing that is in the earth shall die.
18 But with thee will I establish my covenant; and thou shalt come into the ark, thou, and thy sons, and thy wife, and thy sons' wives with thee.
19 And of every living thing of all flesh, two of every sort shalt thou bring into the ark, to keep them alive with thee; they shall be male and female.
20 Of fowls after their kind, and of cattle after their kind, of every creeping thing of the earth after his kind, two of every sort shall come unto thee, to keep them alive.
21 And take thou unto thee of all food that is eaten, and thou shalt gather it to thee; and it shall be for food for thee, and for them.
God told Noah his purpose to destroy the wicked world by water. The secret of the Lord is with them that fear him, Psa 25:14. It is with all believers, enabling them to understand and apply the declarations and warnings of the written word. God chose to do it by a flood of waters, which should drown the world. As he chooses the rod with which he corrects his children, so he chooses the sword with which he cuts off his enemies. God established his covenant with Noah. This is the first place in the Bible where the word 'covenant' is found; it seems to mean, 1. The covenant of providence; that the course of nature shall be continued to the end of time. 2. The covenant of grace; that God would be a God to Noah, and that out of his seed God would take to himself a people. God directed Noah to make an ark. This ark was like the hulk of a ship, fitted to float upon the waters. It was very large, half the size of St. Paul's cathedral, and would hold more than eighteen of the largest ships now used. God could have secured Noah without putting him to any care, or pains, or trouble; but employed him in making that which was to be the means to preserve him, for the trial of his faith and obedience. Both the providence of God, and the grace of God, own and crown the obedient and diligent. God gave Noah particular orders how to make the ark, which could not therefore but be well fitted for the purpose. God promised Noah that he and his family should be kept alive in the ark. What we do in obedience to God, we and our families are likely to have the benefit of. The piety of parents gets their children good in this life, and furthers them in the way to eternal life, if they improve it.

Simple Room, Dinning Room & Living Room


Kejadian 6:13-21 (MHC)

Kejadian 6:13-21 (TB):
13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.
14 Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.
15 Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.
16 Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.
17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa.
18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.
19 Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa.
20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya.
21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka."
NUBUAT MENGENAI AIR BAH

Sungguh tampak di sini bahwa Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. Perkenanan Allah padanya dengan jelas ditunjukkan dalam apa yang dikatakan-Nya tentang dia (ay. 8-10). Dalam ayat-ayat itu namanya disebutkan sebanyak lima kali dalam lima kalimat, padahal satu kali saja sudah cukup untuk membuat pengertiannya jelas, seolah-olah Roh Kudus senang mengabadikan kenangan akan dia. Tetapi hal itu jauh lebih tampak dalam apa yang dikatakan Allah kepadanya dalam ayat-ayat ini, yaitu informasi-informasi dan perintah-perintah yang diberikan di sini kepadanya.

Kejadian 6:20 (JERUSALEM)

Kejadian 6:20 (TB)

Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya.


SATU PASANG KEPADAMU

Makhluk-makhluk yang tidak berakal diikutsertakan dalam hukuman dan keselamatan manusia. Makhluk-makhluk itu senasib dengan manusia yang dosanya telah merusak seluruh dunia ciptaan, Kej 6:13. Dalam ayat ini terkandung ajaran yang berdekatan dengan pandangan yang kemudian diperkembangkan Paulus, Rom 8:19-22.

Kejadian 6:18 (JERUSALEM)

Kejadian 6:18 (TB)

Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.


PERJANJIAN-KU

Yang dimaksudkan bukan sebuah perjanjian timbal balik antara dua pihak (Allah dan manusia), tetapi sebuah janji sepihak berupa karunia yang diberikan Allah kepada orang pilihanNya. Perjanjian dengan Nuh ini akan disusul perjanjian-perjanjian lain, yang dengan Abraham, Kej 15:17, dengan seluruh umat, Kej 19:1+. Dan masih dinantikan suatu perjanjian baru yang akan diadakan pada saat waktunya genap, Mat 26:28+; Ibr 9:15+.

Kejadian 6:18 (FULL)

Kejadian 6:18 (TB)

Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.


DENGAN ENGKAU AKU AKAN MENGADAKAN PERJANJIAN-KU

Melalui perjanjian ini, Allah berjanji kepada Nuh bahwa ia akan selamat dari hukuman melalui air bah. Nuh menanggapi perjanjian Allah ini dengan percaya kepada Dia dan Firman-Nya (ayat Kej 6:13; Ibr 11:7). Imannya ditunjukkan dalam tanggapan "ketakutan kudus" (Ibr 11:7 -- versi Inggris NIV) dan tindakannya mempersiapkan dan memasuki bahtera itu (ayat Kej 6:22; 7:7;

lihat cat. --> 1Pet 3:21;

[atau ref. 1Pet 3:21]

lihat art. PERJANJIAN ALLAH DENGAN ABRAHAM, ... ).

Kejadian 6:17 (JERUSALEM)

Kejadian 6:17 (TB)

Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa.


YANG HIDUP

Harafiah: yang ada roh di dalamnya. Kata Ibrani ruah berarti: udara yang bergerak, sehingga dapat menunjuk baik hembusan angin, Kej 10:12; Ayu 21:18, maupun hembusan nafas (yang keluar dari hidung), Kej 7:15,22dll. Selanjutnya kata ruah mendapat arti: daya hidup dan pikiran, perasaan serta nafsu yang menyatakan daya hidup itu, Kej 41:8; 45:27; 1Sa 1:15; 1Ra 21:5, dll. Daya hidup manusia dikurniakan Allah, Kej 6:3; Bil 16:22; Ayu 27:3; Maz 104:29; Pengk 12:7

Kejadian 6:14-16 (WYCLIFFE)

Kejadian 6:14-16 (TB):
14 Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.
15 Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.
16 Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.<
14-16. Bahtera (tébâ). Kata tébâ mungkin berasal dari bahasa Mesir. Bahtera Nuh mungkin sekali merupakan semacam rakit besar yang dibangun dengan memakai sejenis kayu damar yang ringan. Dengan tiga tingkat maka tinggi bahtera tersebut mencapai sekitar 45 kaki. Panjangnya 450 kaki dan lebarnya 75 kaki. Ruangan-ruangan kecil dibangun di sepanjang pinggiran tiga lantai tersebut. Untuk menjadikan bahtera tersebut kedap air dipakai pakal atau semacam belantan yang dioleskan di bagian dalam dan bagian luar serta berfungsi sebagai perekat. Kata Ibrani sõhar secara paling baik diterjemahkan sebagai terang atau jendela. Ukurannya sekitar 18 inci tingginya dan dibuat sekeliling bahtera; fungsinya adalah menyalurkan terang dan udara.

Kejadian 6:14 (JERUSALEM)

Kejadian 6:14 (TB)

Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.


BAHTERA

Bahtera itu tidak dipikirkan berupa kapal, tetapi berupa peti besar yang bersegi empat

Kejadian 6:14 (FULL)

Kejadian 6:14 (TB)

Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.


SEBUAH BAHTERA

Kata Ibrani untuk "bahtera" berarti sebuah kapal untuk mengapung dan hanya dipakai di sini dan di Kel 2:3,5 (ketika dipakai untuk keranjang yang berisi bayi Musa). Bentuknya mirip tongkang, namun tidak pasti dengan sudut persegi. Kemampuan angkutnya sama dengan 300 gerbong barang kereta api. Telah dihitung bahwa bahtera itu bisa menampung 7.000 jenis hewan. Ibr 11:7 mengemukakan bahwa bahtera itu melambangkan Kristus, yang merupakan sarana penyelamatan orang percaya dari hukuman dan kematian (bd. 1Pet 3:20-21).

Kejadian 6:11-12 (MHC)

Kejadian 6:11-12 (TB):
11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.
12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.
KERUSAKAN DUNIA

Kefasikan dari angkatan itu di sini dibicarakan lagi, entah sebagai pertentangan terhadap kesalehan Nuh, bahwa ia benar dan tidak bercela, sementara semua dunia menjadi rusak, atau sebagai penegasan lagi atas kebenaran tekad Allah untuk menghancurkan dunia, yang akan disampaikan-Nya sekarang kepada Nuh hamba-Nya.

1. Segala macam dosa ditemukan di antara mereka, sebab dikatakan (ay. 11) bahwa bumi,

Genesis 6:8-11 (MHCC)

Genesis 6:8-11 (KJV):
8 But Noah found grace in the eyes of the LORD.
9 These are the generations of Noah: Noah was a just man and perfect in his generations, and Noah walked with God.
10 And Noah begat three sons, Shem, Ham, and Japheth.
11 The earth also was corrupt before God, and the earth was filled with violence.
Noah did not find favour in the eyes of men; they hated and persecuted him, because both by his life and preaching he condemned the world: but he found grace in the eyes of the Lord, and this made him more truly honourable than the men of renown. Let this be our chief desire, let us labour that we may be accepted of him. When the rest of the world was wicked, Noah kept his integrity. God's good-will towards Noah produced this good work in him. He was a just man, that is, justified before God, by faith in the promised Seed. As such he was made holy, and had right principles; and was righteous in his conversation. He was not only honest, but devout; it was his constant care to do the will of God. God looks down upon those with an eye of favour, who sincerely look up to him with an eye of faith. It is easy to be religious when religion is in fashion; but it shows strong faith and resolution, to swim against the stream, and to appear for God when no one else appears for him; Noah did so. All kinds of sin were found among men. They corrupted God's worship. Sin fills the earth with violence, and this fully justified God's resolution to destroy the world. The contagion spread. When wickedness is become general, ruin is not far off; while there is a remnant of praying people in a nation, to empty the measure as it fills, judgments may be long kept off; but when all hands are at work to pull down the fences, by sin, and none stand in the gap to make up the breach, what can be expected but a flood of wrath?

Kejadian 6:8-10 (MHC)

Kejadian 6:8-10 (TB):
8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.
9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.
10 Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet.
RIWAYAT NUH

Di sini kita mendapati Nuh dibedakan dari semua yang lain di dunia, dan tanda kehormatan khusus diberikan kepadanya.

1. Walaupun Allah murka dengan semua yang lain di dunia, Ia berkenan kepada Nuh: Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN (ay. 8). Hal ini membenarkan keadilan Allah dalam murka-Nya terhadap dunia, dan menunjukkan bahwa Ia sudah secara ketat memeriksa sifat setiap orang yang ada di dalamnya sebelum menyatakan seluruhnya rusak. Sebab, dengan adanya satu orang baik, Ia menemukannya, dan tersenyum kepadanya. Itu juga mengagungkan anugerah-Nya terhadap Nuh, bahwa ia dijadikan sebagai bejana bagi belas kasihan Allah, sementara semua umat manusia yang lain telah menjadi angkatan yang dimurkai-Nya. Begitulah, karunia-karunia yang istimewa membawa serta kewajiban-kewajiban yang besar secara khusus. Mungkin Nuh tidak berkenan di mata manusia. Mereka membenci dan menganiaya dia, karena baik dengan hidup maupun pemberitaannya ia menghukum dunia. Tetapi ia mendapat kasih karunia di mata TUHAN, dan ini pun sudah cukup untuk memberikannya kehormatan dan penghiburan. Allah membuat catatan lebih banyak tentang Nuh daripada tentang semua yang lain di dunia, dan ini membuatnya lebih besar dan benar-benar lebih terhormat daripada semua orang raksasa yang ada pada masa itu, yang menjadi orang-orang gagah perkasa dan orang-orang kenamaan. Biarlah hal ini menjadi puncak dari ambisi kita, yaitu untuk mendapat kasih karunia di mata TUHAN. Dalam hal ini marilah kita bekerja, supaya, baik kita diam di dalam tubuh ini maupun diam di luarnya, kita boleh berkenan kepada-Nya (2Kor. 5:9). Orang yang sangat dikenan adalah orang yang dikenan oleh Allah.

Kejadian 6:9 (WYCLIFFE)

Kejadian 6:9 (TB)

Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.


9. Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela ... dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. Dengan kata-kata ini penulis melukiskan tiga ciri khas dari kehidupan saleh - adil, suci dan kudus (bdg. 6:8 - Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan).

Kejadian 6:9 (FULL)

Kejadian 6:9 (TB)

Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.


NUH ADALAH SEORANG YANG BENAR DAN TIDAK BERCELA DI ANTARA ORANG-ORANG

Di tengah kefasikan dan kejahatan yang merajalela ketika itu (ayat Kej 6:5), Allah menemukan dalam diri Nuh seorang yang benar dan yang masih berusaha untuk berhubungan dengan-Nya.

1) "Tidak bercela di antara orang-orang sezamannya" menunjukkan bahwa dia memisahkan diri dari kejahatan moral masyarakat di sekitarnya. Karena dia adalah orang benar yang takut akan Allah dan tidak menyetujui pandangan dan kelakuan umum yang populer, Nuh berkenan kepada Allah (ayat Kej 6:8; 7:1; Ibr 11:7; 2Pet 2:5).

Kejadian 5:25 - 6:8 (SH)

Kejadian 5:25-32 (TB):
25 Setelah Metusalah hidup seratus delapan puluh tujuh tahun, ia memperanakkan Lamekh.
26 Dan Metusalah masih hidup tujuh ratus delapan puluh dua tahun, setelah ia memperanakkan Lamekh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
27 Jadi Metusalah mencapai umur sembilan ratus enam puluh sembilan tahun, lalu ia mati.
28 Setelah Lamekh hidup seratus delapan puluh dua tahun, ia memperanakkan seorang anak laki-laki,
29 dan memberi nama Nuh kepadanya, katanya: "Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh TUHAN."
30 Dan Lamekh masih hidup lima ratus sembilan puluh lima tahun, setelah ia memperanakkan Nuh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
31 Jadi Lamekh mencapai umur tujuh ratus tujuh puluh tujuh tahun, lalu ia mati.
32 Setelah Nuh berumur lima ratus tahun, ia memperanakkan Sem, Ham dan Yafet.
Kejadian 6:1-8 (TB):
Kejahatan Manusia

1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."
4 Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.
5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
7 Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."
8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.
HARAPAN DI TENGAH KRISIS (Jumat, 29 April 2011)

Nuh adalah seorang tokoh Alkitab yang sangat luar biasa. Namanya memiliki arti "peristirahatan’. Nuh adalah anak Lamekh. Dia adalah ayah Sem, Ham, dan Yafet. Dialah yang membangun bahtera, yang pada akhirnya menyelamatkan seluruh keluarganya dari kehancuran yang dilakukan oleh Tuhan Allah atas dunia melalui air bah.

Kejadian 6:8 (WYCLIFFE)

Kejadian 6:8 (TB)

Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. 


8. Tetapi Nuh mendapat kasih karunia (hèn). Di antara sekian banyak orang yang tidak terhitung di bumi hanya satu orang yang layak untuk menerima kasih karunia Allah. Kata kasih karunia setidak-tidaknya pasti berarti "perkenan" atau "penerimaan," dan mungkin mengandung makna yang lebih kaya. Kasih karunia merupakan wujud dari kasih dan kemurahan. Penganugerahan kasih karunia Allah kepada Nuh menunjukkan bahwa pada hari-hari yang akan datang ada kehidupan dan harapan yang baru bagi umat manusia.

Kejadian 6:6-7 (MHC)

Kejadian 6:6-7 (TB):
6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
7 Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."
MANUSIA DIANCAM DENGAN KEHANCURAN

Inilah,

I. Kebencian Allah terhadap kefasikan manusia. Ia tidak melihatnya sebagai penonton yang tidak peduli, tetapi sebagai pihak yang terluka dan terhina olehnya. Ia melihatnya seperti Bapa yang lembut melihat kebodohan dan kekerasan hati anak-Nya yang memberontak dan tidak patuh, yang tidak hanya membuat-Nya murka, tetapi juga berduka, dan membuat-Nya berharap bahwa Ia tidak pernah punya anak. Ungkapan yang digunakan di sini sangat aneh: Maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, bahwa Ia telah menjadikan makhluk yang mempunyai kekuatan dan kemampuan yang mulia seperti itu, dan menempatkannya di atas bumi ini, yang sengaja dibangun dan diperlengkapi-Nya untuk menjadi tempat kediaman yang menyenangkan dan nyaman baginya. Dan hal itu memilukan hati-Nya. Ini adalah ungkapan-ungkapan yang mengikuti cara-cara manusia, dan tidak boleh dipahami sedemikan rupa sampai menghina kehormatan Allah yang tidak pernah berubah atau yang penuh kebahagiaan.

Genesis 6:1-7 (MHCC)

Genesis 6:1-7 (KJV):
1 And it came to pass, when men began to multiply on the face of the earth, and daughters were born unto them,
2 That the sons of God saw the daughters of men that they were fair; and they took them wives of all which they chose.
3 And the LORD said, My spirit shall not always strive with man, for that he also is flesh: yet his days shall be an hundred and twenty years.
4 There were giants in the earth in those days; and also after that, when the sons of God came in unto the daughters of men, and they bare children to them, the same became mighty men which were of old, men of renown.
5 And GOD saw that the wickedness of man was great in the earth, and that every imagination of the thoughts of his heart was only evil continually.
6 And it repented the LORD that he had made man on the earth, and it grieved him at his heart.
7 And the LORD said, I will destroy man whom I have created from the face of the earth; both man, and beast, and the creeping thing, and the fowls of the air; for it repenteth me that I have made them.
The most remarkable thing concerning the old world, is the destroying of it by the deluge, or flood. We are told of the abounding iniquity of that wicked world: God's just wrath, and his holy resolution to punish it. In all ages there has been a peculiar curse of God upon marriages between professors of true religion and its avowed enemies. The evil example of the ungodly party corrupts or greatly hurts the other. Family religion is put an end to, and the children are trained up according to the worldly maxims of that parent who is without the fear of God. If we profess to be the sons and daughters of the Lord Almighty, we must not marry without his consent. He will never give his blessing, if we prefer beauty, wit, wealth, or worldly honours, to faith and holiness. The Spirit of God strove with men, by sending Enoch, Noah, and perhaps others, to preach to them; by waiting to be gracious, notwithstanding their rebellions; and by exciting alarm and convictions in their consciences. But the Lord declared that his Spirit should not thus strive with men always; he would leave them to be hardened in sin, and ripened for destruction. This he determined on, because man was flesh: not only frail and feeble, but carnal and depraved; having misused the noble powers of his soul to gratify his corrupt inclinations.

Kejadian 6:7 (WYCLIFFE)

Kejadian 6:7 (TB)

Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."


7. Menghapuskan (mahâ; menghancurkan). Kata kerja ini menunjuk kepada suatu gerakan yang menghapuskan atau memusnahkan secara menyeluruh. Tindakan ini dirancang untuk menghancurkan setiap makhluk hidup yang menghalangi. Penghancuran menyeluruh akan dilaksanakan. Tidak ada yang akan dikecualikan.

Kejadian 6:6 (JERUSALEM)

Kejadian 6:6 (TB)

maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.


MENYESALLAH TUHAN

Secara manusiawi pengarang menerangkan bahwa kekudusan Allah sama sekali tidak menanggung dosa. Tafsiran yang terlampau harafiah tercegah dalam 1Sa 15:29. Dalam Kitab Suci ungkapan "Allah menyesal" biasanya berarti: murka Allah mereda sehingga Allah membatalkan ancamanNya, lih Yer 26:3+.

Kejadian 6:6 (FULL)

Kejadian 6:6 (TB)

maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.


MAKA MENYESALLAH TUHAN

Allah dinyatakan dalam pasal-pasal awal Alkitab ini sebagai Allah yang menangani orang secara pribadi dan sanggup menyatakan perasaan, kekecewaan, dan reaksi terhadap dosa yang disengaja dan pemberontakan manusia.

1) Istilah "menyesal" menunjukkan bahwa akibat dosa umat manusia yang menyedihkan itu, sikap Allah terhadap manusia berubah; sikap kemurahan dan sabar berubah menjadi hukuman.

Kejadian 6:4-5 (MHC)

Kejadian 6:4-5 (TB):
4 Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.
5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
KEJAHATAN MANUSIA BESAR DI BUMI

Di sini kita mendapati penjelasan lebih jauh tentang kerusakan dunia lama itu. Ketika anak-anak Allah sudah berpasang-pasangan dengan anak-anak perempuan manusia, sekalipun itu membuat Allah sangat murka, Ia tidak langsung membinasakan mereka, tetapi menunggu untuk melihat apa yang akan menjadi buah dari perkawinan-perkawinan ini, dan pihak mana yang akan diserupai oleh anak-anak mereka. Dan ternyata (seperti yang lazim terjadi), mereka menyerupai pihak yang buruk. Inilah,

I. Godaan yang mendorong mereka untuk menindas dan melakukan kekerasan. Mereka adalah orang-orang raksasa, dan mereka orang-orang yang kenamaan. Mereka menjadi terlalu tangguh bagi semua orang di sekeliling mereka, dan menguasai apa saja yang ada di depan mereka,

Kejadian 6:5 (FULL)

Kejadian 6:5 (TB)

Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,


KEJAHATAN MANUSIA BESAR

(versi Inggris NIV -- betapa besar kejahatan manusia). Di zaman Nuh sifat dosa manusia dengan terang-terangan ditunjukkan dalam dua hal utama: nafsu seksual (ayat Kej 6:2) dan kekerasan (ayat Kej 6:11). Kebejatan manusia tidak berubah; nafsu dan kekerasan masih merupakan sarana ungkapan kejahatan yang tak terkendali. Dewasa ini perilaku amoral, kefasikan, pornografi, dan kekerasan menguasai masyarakat kita (lih. Mat 24:37-39;

lihat cat. --> Rom 1:32).

[atau ref. Rom 1:32]

Kejadian 6:1-4 (JERUSALEM)

Kejadian 6:1-4 (TB):
1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."
4 Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.
Bagian ini berasal dari tradisi Yahwista. Maksudnya kurang jelas. Pengarang suci memanfaatkan sebuah ceritera rakyat mengenai "orang-orang raksasa" di zaman dahulu. Dalam bahasa Ibrani mereka disebut "Nefelim". Menurut legenda tsb raksasa-raksasa itu adalah hasil perkawinan perempuan manusia dengan makhluk-makhluk sorgawi. Pengarang suci tidak berkata apakah kepercayaan rakyat itu benar atau tidak. tetapi ia mencabut ciri mitologisnya. Ia memakai ingatan akan manusia yang luar biasa dan angkuh itu sebagai sebuah contoh kemerosotan akhlak yang semakin menjadi dan menyebabkan air bah. Tradisi Yahudi dan juga tradisi Kristen dahulu berpendapat bahwa "anak-anak Allah" itu ialah malaikat-malaikat yang berdosa. Tetapi mulai adab keempat para pujangga Gereja mengajukan tafsiran lain oleh karena mempunyai pengertian lebih rohani tentang malaikat. Maka "anak-anak Allah" itu ialah keturunan Set, sedangkan "anak perempuan manusia" ialah keturunan Kain.

Kejadian 6:3 (WYCLIFFE)

Kejadian 6:3 (TB)

Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."


3. Roh (rûah)-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal (yãdôn) di dalam manusia. Kata kerja Ibrani ini dapat diterjemahkan menjadi berusaha bersama atau tinggal di dalam. Terjemahan pertama akan menampilkan Allah sebagai terus-menerus memakai kekuatan terhadap manusia pemberontak untuk mencegahnya agar tidak ke luar batas dan untuk menjaganya dari kehancuran menyeluruh akibat perilakunya yang penuh dosa. Pandangan kedua akan menampilkan Allah sebagai berniat untuk menarik kembali napas kehidupan yang vital dari manusia sehingga, tentu saja, mengakibatkan kematian. Kata Ibrani dûn (atau dîn) menunjuk kepada kehidupan yang terungkap dalam tindakan atau dalam fakta-fakta berupa kekuatan.

Kejadian 6:3 (JERUSALEM)

Kejadian 6:3 (TB)

Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."


SERATUS DUA PULUH TAHUN SAJA

ialah umur hidup manusia yang paling lama, sebagaimana waktu itu ditentukan Allah. Mengenai tradisi Para Imam lih catatan pada Kej 5:1.

Kejadian 6:3 (MHC)

Kejadian 6:3 (TB)

Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."


Ancaman Allah untuk Menarik Roh-Nya (Kejadian 6:3)

Pernyataan ini diberikan di sini sebagai pertanda murka Allah terhadap mereka yang mengawini perempuan-perempuan asing. Ia mengancam akan menarik Roh-Nya dari mereka, yang sudah mereka buat berduka dengan perkawinan-perkawinan seperti itu, padahal hati nurani mereka bertentangan dengan itu. Hawa-hawa nafsu kedagingan sering kali dihukum dengan penghakiman-penghakiman rohani, yang paling pedih daripada semua penghakiman. Atau ini juga merupakan akibat lain dari kefasikan dunia lama yang sangat hebat itu, yaitu bahwa Roh Tuhan, karena dibuat murka oleh penolakan mereka terhadap pekerjaan-pekerjaan-Nya, tidak lagi bergulat dengan mereka, dan tak lama kemudian agama seluruhnya terhilang dari antara mereka. Hal ini sudah diperingatkan-Nya kepada mereka sebelumnya, agar mereka jangan lagi membuat murka Roh Kudus-Nya, tetapi agar dengan doa-doa mereka Roh Kudus-Nya dapat tinggal bersama-sama dengan mereka. Amatilah dalam ayat ini,

Kejadian 6:1-2 (MHC)

Kejadian 6:1-2 (TB):
1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
KERUSAKAN DUNIA

Rekaman paling menakjubkan yang kita miliki tentang dunia lama adalah kehancurannya yang menyeluruh oleh air bah. Kisah tentang ini dimulai dalam pasal ini, yang di dalamnya kita mendapati,

I. Kejahatan yang melimpah dalam dunia yang fasik itu (ay. 1-5, 11-12).

II. Kebencian yang adil dari Allah yang benar terhadap kejahatan yang melimpah itu, dan tekad-Nya yang kudus untuk menghukumnya (ay. 6-7).

III. Kasih karunia Allah yang istimewa terhadap Nuh hamba-Nya.

Kejadian 6:2 (WYCLIFFE)

Kejadian 6:2 (TB)

maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.


6:2. Anak-anak Allah (benê Elõhîm) ... anak-anak perempuan manusia. Kejahatan makin meningkat di semua bidang. Keturunan Kain menjadi makin tidak bertuhan dan kafir. Sebuah bangsa raksasa yang dinamakan "Nefilim" menjadi terkenal. Kata kerja nãpal, "jatuh," dianggap sebagai sumber dari kata benda ini sehingga makhluk-makhluk besar itu dilihat sebagai "orang-orang yang terjatuh." Sebutan benê Elõhîm telah menimbulkan beragam pandangan di kalangan para sarjana. Elõhîm berbentuk jamak. Pada umumnya diterjemahkan menjadi Allah. Namun kata ini juga bisa diterjemahkan menjadi "dewa-dewa," seperti misalnya ketika mengacu kepada dewa-dewa kafir tetangga Israel. Kata ini juga bisa berarti kalangan wujud surgawi yang akrab bersekutu dengan Yehovah, penduduk surga yang memiliki tugas khusus sebagai asisten Allah (lih. Ayb. 1:6). Di dalam beberapa kasus tertentu di dalam Alkitab "anak-anak Allah" dapat diidentifikasi sebagai "malaikat" atau "utusan." Yesus adalah Anak Allah dalam arti yang unik. Orang-orang percaya disebut "anak-anak Allah" karena hubungan mereka dengan Dia. Sekalipun demikian, di dalam Perjanjian Lama, "anak-anak Allah" adalah kelompok makhluk khusus yang merupakan makhluk-makhluk surgawi.

Kejadian 6:2 (FULL)

Kejadian 6:2 (TB)

maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.


ANAK-ANAK ALLAH

Kemungkinan besar yang dimaksudkan adalah keturunan Set yang saleh (bd. Ul 14:1; 32:5; Mazm 73:15; Hos 1:10); mereka mulai menikah dengan "anak-anak perempuan manusia," yaitu wanita tidak saleh dari keturunan Kain

(lihat cat. --> Kej 4:16).

[atau ref. Kej 4:16]

Teori bahwa "anak-anak Allah" itu adalah malaikat kurang dapat diterima karena Yesus menyatakan bahwa malaikat tidak menikah (Mat 22:30; Mr 12:25). Persatuan orang saleh dengan yang tidak saleh ini menghasilkan "kejahatan" (ayat Kej 6:5), yaitu perhatian orang saleh terikat oleh kejahatan. Sebagai akibatnya, bumi ini tercemar dan dipenuhi dengan kekerasan (ayat Kej 6:11-13;

lihat art. PEMISAHAN ROHANI ORANG PERCAYA).

Kejadian 5:28-32 (MHC)

Kejadian 5:28-32 (TB):
28 Setelah Lamekh hidup seratus delapan puluh dua tahun, ia memperanakkan seorang anak laki-laki,
29 dan memberi nama Nuh kepadanya, katanya: "Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh TUHAN."
30 Dan Lamekh masih hidup lima ratus sembilan puluh lima tahun, setelah ia memperanakkan Nuh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
31 Jadi Lamekh mencapai umur tujuh ratus tujuh puluh tujuh tahun, lalu ia mati.
32 Setelah Nuh berumur lima ratus tahun, ia memperanakkan Sem, Ham dan Yafet.
KISAH MENGENAI NUH

Di sini kita mendapati untuk pertama kalinya Nuh disebut, yang banyak tentangnya akan kita baca dalam pasal-pasal selanjutnya. Amatilah,

I. Namanya, beserta alasan untuk itu. Nuh berarti istirahat. Orangtuanya memberi dia nama itu, dengan harapan agar dia menjadi berkat yang lebih dari biasa bagi angkatannya. Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh TUHAN. Inilah,

Genesis 5:25-32 (MHCC)

Genesis 5:25-32 (KJV):
25 And Methuselah lived an hundred eighty and seven years, and begat Lamech:
26 And Methuselah lived after he begat Lamech seven hundred eighty and two years, and begat sons and daughters:
27 And all the days of Methuselah were nine hundred sixty and nine years: and he died.
28 And Lamech lived an hundred eighty and two years, and begat a son:
29 And he called his name Noah, saying, This same shall comfort us concerning our work and toil of our hands, because of the ground which the LORD hath cursed.
30 And Lamech lived after he begat Noah five hundred ninety and five years, and begat sons and daughters:
31 And all the days of Lamech were seven hundred seventy and seven years: and he died.
32 And Noah was five hundred years old: and Noah begat Shem, Ham, and Japheth.
Methuselah signifies, 'he dies, there is a dart,' 'a sending forth,' namely, of the deluge, which came the year that Methuselah died. He lived 969 years, the longest that any man ever lived on earth; but the longest liver must die at last. Noah signifies rest; his parents gave him that name, with a prospect of his being a great blessing to his generation. Observe his father's complaint of the calamitous state of human life, by the entrance of sin, and the curse of sin. Our whole life is spent in labour, and our time filled up with continual toil. God having cursed the ground, it is as much as some can do, with the utmost care and pains, to get a hard livelihood out of it. Lamech hoped for relief by the birth of this son, " This same shall comfort us." It signifies not only that desire and expectation which parents generally have about their children, that they will be comforts to them and helpers, though they often prove otherwise; but it signifies also a prospect of something more. Is Christ ours? Is heaven ours? We need better comforters under our toil and sorrow, than the dearest relations and the most promising offspring; may we seek and find comforts in Christ.

Kejadian 5:1-32 (SH)

Kejadian 5:1-32 (TB):
Keturunan Adam

1 Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah;
2 laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama "Manusia" kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan.
3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.
4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.
6 Setelah Set hidup seratus lima tahun, ia memperanakkan Enos.
7 Dan Set masih hidup delapan ratus tujuh tahun, setelah ia memperanakkan Enos, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
8 Jadi Set mencapai umur sembilan ratus dua belas tahun, lalu ia mati.
9 Setelah Enos hidup sembilan puluh tahun, ia memperanakkan Kenan.
10 Dan Enos masih hidup delapan ratus lima belas tahun, setelah ia memperanakkan Kenan, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
11 Jadi Enos mencapai umur sembilan ratus lima tahun, lalu ia mati.
12 Setelah Kenan hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Mahalaleel.
13 Dan Kenan masih hidup delapan ratus empat puluh tahun, setelah ia memperanakkan Mahalaleel, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
14 Jadi Kenan mencapai umur sembilan ratus sepuluh tahun, lalu ia mati.
15 Setelah Mahalaleel hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Yared.
16 Dan Mahalaleel masih hidup delapan ratus tiga puluh tahun, setelah ia memperanakkan Yared, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
17 Jadi Mahalaleel mencapai umur delapan ratus sembilan puluh lima tahun, lalu ia mati.
18 Setelah Yared hidup seratus enam puluh dua tahun, ia memperanakkan Henokh.
19 Dan Yared masih hidup delapan ratus tahun, setelah ia memperanakkan Henokh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
20 Jadi Yared mencapai umur sembilan ratus enam puluh dua tahun, lalu ia mati.
21 Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah.
22 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.
24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.
25 Setelah Metusalah hidup seratus delapan puluh tujuh tahun, ia memperanakkan Lamekh.
26 Dan Metusalah masih hidup tujuh ratus delapan puluh dua tahun, setelah ia memperanakkan Lamekh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
27 Jadi Metusalah mencapai umur sembilan ratus enam puluh sembilan tahun, lalu ia mati.
28 Setelah Lamekh hidup seratus delapan puluh dua tahun, ia memperanakkan seorang anak laki-laki,
29 dan memberi nama Nuh kepadanya, katanya: "Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh TUHAN."
30 Dan Lamekh masih hidup lima ratus sembilan puluh lima tahun, setelah ia memperanakkan Nuh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
31 Jadi Lamekh mencapai umur tujuh ratus tujuh puluh tujuh tahun, lalu ia mati.
32 Setelah Nuh berumur lima ratus tahun, ia memperanakkan Sem, Ham dan Yafet.
KULDESAK : SEBUAH JALAN BUNTU KEHIDUPAN (Jumat, 7 Februari 2003)

Siapa yang dapat menghentikan lajunya kematian menerabas semua yang hidup di bumi ini? Kematian adalah sesuatu yang menakutkan. Sebisa mungkin -- meskipun sia-sia -- manusia berusaha melawan atau menghindari. Dihadapkan pada fakta yang skematis ini kita bertanya-tanya, apakah ada pengharapan? Bukankah seluruh hidup kita hanya akan dirangkum seperti pasal 5 yang baru saja kita baca: Ketika A hidup x tahun, ia menjadi ayah B. A hidup y tahun setelah melahirkan B, dan dia memiliki anak-anak lelaki dan perempuan. Maka, seluruh hari kehidupan A berjumlah z tahun, dan dia mati.

Ada dua tokoh yang paling tidak perlu kita perhatikan di sini. Pertama adalah Lamekh. Lamekh dalam pasal 5 bukanlah Lamekh dalam pasal 4. Lamekh di sini adalah Lamekh yang membawa pengharapan, membawa kemenangan. Tidak demikian dengan Lamekh pencabut nyawa dalam pasal 4. Dalam garis keturunan Set, ada jalan keluar dari kebuntuan. Pada akhirnya nanti Nuh akan lahir -- Nuh yang memelihara kehidupan tetap berlangsung di muka bumi. Tokoh kedua adalah Henokh. Dalam skema yang berulang dan berulang, tiba-tiba terjadilah sebuah anomali. Henokh tidak ada lagi karena ia diangkat oleh Tuhan. Dengan mengejutkan, kita melihat bahwa tidak semua manusia mati. Henokh adalah sebuah kasus khusus yang menyatakan ada pengharapan. Sebabnya jelas: ia berjalan dengan Allah. Nuh adalah harapan Lamekh untuk menjadi pelepas dari segala beban kehidupan manusia.

Maka, dari kuldesak kita melihat sebuah jalan keluar. Hidup tidak harus begini terus. Ada pengharapan, ada kemenangan, asalkan kita berjalan dengan Allah.

Renungkan: Anda pun akan mati. Semoga nanti di batu nisan Anda tertulis: hidup bergaul dengan Allah. Kematian telah dikalahkan oleh hidup yang kekal!

Kejadian 5:1-32 (JERUSALEM)

Kejadian 5:1-32 (TB):
Keturunan Adam

1 Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah;
2 laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama "Manusia" kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan.
3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.
4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.
6 Setelah Set hidup seratus lima tahun, ia memperanakkan Enos.
7 Dan Set masih hidup delapan ratus tujuh tahun, setelah ia memperanakkan Enos, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
8 Jadi Set mencapai umur sembilan ratus dua belas tahun, lalu ia mati.
9 Setelah Enos hidup sembilan puluh tahun, ia memperanakkan Kenan.
10 Dan Enos masih hidup delapan ratus lima belas tahun, setelah ia memperanakkan Kenan, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
11 Jadi Enos mencapai umur sembilan ratus lima tahun, lalu ia mati.
12 Setelah Kenan hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Mahalaleel.
13 Dan Kenan masih hidup delapan ratus empat puluh tahun, setelah ia memperanakkan Mahalaleel, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
14 Jadi Kenan mencapai umur sembilan ratus sepuluh tahun, lalu ia mati.
15 Setelah Mahalaleel hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Yared.
16 Dan Mahalaleel masih hidup delapan ratus tiga puluh tahun, setelah ia memperanakkan Yared, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
17 Jadi Mahalaleel mencapai umur delapan ratus sembilan puluh lima tahun, lalu ia mati.
18 Setelah Yared hidup seratus enam puluh dua tahun, ia memperanakkan Henokh.
19 Dan Yared masih hidup delapan ratus tahun, setelah ia memperanakkan Henokh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
20 Jadi Yared mencapai umur sembilan ratus enam puluh dua tahun, lalu ia mati.
21 Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah.
22 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.
24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.
25 Setelah Metusalah hidup seratus delapan puluh tujuh tahun, ia memperanakkan Lamekh.
26 Dan Metusalah masih hidup tujuh ratus delapan puluh dua tahun, setelah ia memperanakkan Lamekh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
27 Jadi Metusalah mencapai umur sembilan ratus enam puluh sembilan tahun, lalu ia mati.
28 Setelah Lamekh hidup seratus delapan puluh dua tahun, ia memperanakkan seorang anak laki-laki,
29 dan memberi nama Nuh kepadanya, katanya: "Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh TUHAN."
30 Dan Lamekh masih hidup lima ratus sembilan puluh lima tahun, setelah ia memperanakkan Nuh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
31 Jadi Lamekh mencapai umur tujuh ratus tujuh puluh tujuh tahun, lalu ia mati.
32 Setelah Nuh berumur lima ratus tahun, ia memperanakkan Sem, Ham dan Yafet.
Daftar silsilah ini berasal dari tradisi Para Imam dan melanjutkan Kej 2:4. Ia bermaksud mengisi jangka waktu yang berlangsung antara penciptaan dan air bah. Begitu pula daftar keturunan Sem yang tercantum dalam Kej 11:10-32 mengisi lowongan antara air bah dan Abraham. Dalam silsilah-silsilah itu tidak terdapat informasi mengenai sejarah dan tidak pula urutan dalam waktu yang tepat. Banyak nama yang tercantum dalam silsilah pertama tsb tampil kembali dalam daftar keturunan kain Kej 4:18 dst, yang berasal dari tradisi Yahwista. Adapun angka-angka (panjangnya umur hidup masing-masing tokoh) dalam Pentateukh yang terpelihara oleh orang-orang Samaria dan dalam terjemahan Yunani (Septuaginta) berlainan dari yang tercantum dalam naskah Ibrani. Bapa-bapa bangsa pertama dianggap hidup lama sekali oleh kehidupan manusia berangsur-angsur berkurang sesuai dengan kurun zaman. Pada zaman antara Nuh dan Abraham umur hidup manusia berlangsung 200 sampai 600 tahun; pada zaman para bapa bangsa Ibrani umur hidup menjadi 100 sampai 200 tahun. Berkurangnya umur hidup manusia dianggap bersangkutan dengan bertambahnya kejahatan di dunia (bdk Kej 6:3) dari tradisi Yahwista). Umur panjang memang sebuah karunia Allah, Ams 10:27. Karena itu karunia itu akan diberikan lagi di zaman Mesias, Yes 65:20

Kejadian 5:25-27 (MHC)

Kejadian 5:25-27 (TB):
25 Setelah Metusalah hidup seratus delapan puluh tujuh tahun, ia memperanakkan Lamekh.
26 Dan Metusalah masih hidup tujuh ratus delapan puluh dua tahun, setelah ia memperanakkan Lamekh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
27 Jadi Metusalah mencapai umur sembilan ratus enam puluh sembilan tahun, lalu ia mati.
 MASA HIDUP METUSALAH

Mengenai Metusalah amatilah,

1. Arti dari namanya, yang menurut sebagian orang bersifat nubuatan, karena Henokh, bapaknya, adalah seorang nabi. Metusalah berarti, ia mati, atau ada anak panah, atau, pengiriman, maksudnya, pengiriman air bah, yang datang tepat pada tahun Metusalah meninggal. Jika memang namanya dimaksudkan dan dijelaskan demikian, maka itu merupakan peringatan yang baik bagi dunia yang ceroboh, jauh sebelum penghakiman datang. Namun, bagaimanapun juga, hal ini dapat diamati, bahwa orang yang pernah hidup paling lama membawa kematian dalam namanya, agar ia diperingatkan akan kedatangan maut yang pasti, meskipun secara perlahan-lahan.

Genesis 5:21-24 (MHCC)

Genesis 5:21-24 (KJV):
21 And Enoch lived sixty and five years, and begat Methuselah:
22 And Enoch walked with God after he begat Methuselah three hundred years, and begat sons and daughters:
23 And all the days of Enoch were three hundred sixty and five years:
24 And Enoch walked with God: and he was not; for God took him.
Enoch was the seventh from Adam. Godliness is walking with God: which shows reconciliation to God, for two cannot walk together except they be agreed, Amo 3:3. It includes all the parts of a godly, righteous, and sober life. To walk with God, is to set God always before us, to act as always under his eye. It is constantly to care, in all things to please God, and in nothing to offend him. It is to be followers of him as dear children. The Holy Spirit, instead of saying, Enoch lived, says, Enoch walked with God. This was his constant care and work; while others lived to themselves and the world, he lived to God. It was the joy of his life. Enoch was removed to a better world. As he did not live like the rest of mankind, so he did not leave the world by death as they did. He was not found, because God had translated him, Heb 11:5. He had lived but 365 years, which, as men's ages were then, was but the midst of a man's days. God often takes those soonest whom he loves best; the time they lose on earth, is gained in heaven, to their unspeakable advantage. See how Enoch's removal is expressed: he was not, for God took him. He was not any longer in this world; he was changed, as the saints shall be, who are alive at Christ's second coming. Those who begin to walk with God when young, may expect to walk with him long, comfortably, and usefully. The true Christian's steady walk in holiness, through many a year, till God takes him, will best recommend that religion which many oppose and many abuse. And walking with God well agrees with the cares, comforts, and duties of life.

Kejadian 5:21-24 (MHC)

Kejadian 5:21-24 (TB):
21 Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah.
22 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.
24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.
PENGANGKATAN HENOKH

Cerita-cerita di sini terus mengalir selama tujuh keturunan tanpa ada suatu apa pun yang luar biasa, atau suatu selingan, selain nama-nama dan angka-angka. Tetapi pada akhirnya datanglah seseorang yang tidak boleh dilewatkan begitu saja, yang harus diberi perhatian khusus, dan dia adalah Henokh, keturunan ketujuh dari Adam: semua yang lain, boleh kita duga, hidup menurut kebajikan, tetapi ia mengungguli mereka semua, dan merupakan bintang yang paling cemerlang di zaman para bapa leluhur. Yang dicatat tentang dia hanyalah sedikit. Namun demikian, yang sedikit ini sudah cukup untuk membuat namanya besar, lebih besar daripada nama Henokh yang lain itu, yang memiliki sebuah kota yang diberi nama sesuai namanya. Inilah dua hal berkenaan dengan dia:

Simple Room, Kitchen, Dinning Room & Living room



Kejadian 5:1-24 (SH)

Kejadian 5:1-24 (TB):
1 Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah;
2 laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama "Manusia" kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan.
3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.
4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.
6 Setelah Set hidup seratus lima tahun, ia memperanakkan Enos.
7 Dan Set masih hidup delapan ratus tujuh tahun, setelah ia memperanakkan Enos, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
8 Jadi Set mencapai umur sembilan ratus dua belas tahun, lalu ia mati.
9 Setelah Enos hidup sembilan puluh tahun, ia memperanakkan Kenan.
10 Dan Enos masih hidup delapan ratus lima belas tahun, setelah ia memperanakkan Kenan, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
11 Jadi Enos mencapai umur sembilan ratus lima tahun, lalu ia mati.
12 Setelah Kenan hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Mahalaleel.
13 Dan Kenan masih hidup delapan ratus empat puluh tahun, setelah ia memperanakkan Mahalaleel, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
14 Jadi Kenan mencapai umur sembilan ratus sepuluh tahun, lalu ia mati.
15 Setelah Mahalaleel hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Yared.
16 Dan Mahalaleel masih hidup delapan ratus tiga puluh tahun, setelah ia memperanakkan Yared, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
17 Jadi Mahalaleel mencapai umur delapan ratus sembilan puluh lima tahun, lalu ia mati.
18 Setelah Yared hidup seratus enam puluh dua tahun, ia memperanakkan Henokh.
19 Dan Yared masih hidup delapan ratus tahun, setelah ia memperanakkan Henokh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
20 Jadi Yared mencapai umur sembilan ratus enam puluh dua tahun, lalu ia mati.
21 Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah.
22 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.
24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.
 HIDUP BERGAUL DENGAN ALLAH (Kamis, 28 April 2011)

Pada bacaan sebelumnya, kita telah melihat bagaimana kehidupan Kain dan keturunannya. Kain, yang telah membunuh Habel, saudaranya, karena iri dan dengki mempunyai keturunan yang bernama Lamekh. Lamekh ternyata melakukan hal yang sama seperti Kain. Dia membunuh seorang laki-laki dengan alasannya sendiri (Kej. 4:23-24). Intinya adalah ketika sebuah dosa tidak dibereskan dalam sebuah garis keturunan, tidak mustahil hal yang sama dapat terulang kembali.

Kejadian 5:24 (JERUSALEM)

Kejadian 5:24 (TB)

Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah. 


TELAH DIANGKAT OLEH ALLAH

Pada Henokh ada beberapa ciri yang membedakannya dengan bapa-bapa bangsa lain dalam silsilah ini. Umur hidupnya memang lebih pendek dari pada umur bapa-bapa bangsa lain, tetapi jumlahnya adalah sebuah angka kesempurnaan, yaitu genap jumlah hari dalam satu tahun (terhitung menurut peredaran matahari); ia "hidup bergaul dengan Allah", sama seperti Nuh, Kej 6:9; secara ajaib ia diangkat oleh Allah, sama seperti nabi Elia diangkat, 2Ra 2:11 dst. Dalam tradisi Yahudi Henokh menjadi seorang tokoh yang semakin penting dan teladan orang yang taat agama, Sir 44:16; 49:14. Menurut tradisi Yahudi dari Henokh berasallah beberapa buku apokrip, bdk Yud 14-15.

Kejadian 5:24 (FULL)

Kejadian 5:24 (TB)

Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah. 


IA TELAH DIANGKAT OLEH ALLAH

Masuknya Henokh ke sorga tanpa mengalami kematian menyiratkan bahwa orang yang benar sebelum zaman Abraham memiliki harapan hidup bersama Allah di masa depan (Ibr 11:5; bd. Ayub 19:25-26; 2Raj 2:10-11).

Kejadian 5:24 (WYCLIFFE)

Kejadian 5:24 (TB)

Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah. 


24. Lain ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat Allah. Karena kesalehan yang murni dan pemahamannya akan hikmat ilahi, dia terangkat dari bumi untuk melanjutkan hidupnya di wilayah yang suci sana. Lenyapnya Henokh terjadi secara tiba-tiba dan sama sekali tidak diumumkan, dan kematian tidak ada hubungannya dengan peristiwa tersebut. LXX mengatakan: Dia tidak dapat ditemukan, sebab Allah telah mengangkatnya. "Karena iman Henokh terangkat," kata penulis surat Ibrani, "supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan karena Allah telah mengangkatnya" (11:5). Sebuah mukjizat yang indah dan penuh makna telah diadakan supaya tokoh yang telah belajar untuk mengasihi Allah dan hidup bersama Allah itu dapat melanjutkan persekutuan tersebut tanpa halangan.

Kejadian 5:22 (FULL)

Kejadian 5:22 (TB)

Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.


HENOKH HIDUP BERGAUL DENGAN ALLAH

Tidak dapat disangkal lagi, Henokh unggul dalam kesalehan. Perhatikan apa yang dikatakan Alkitab tentang dia.

1) Henokh "bergaul dengan Allah" (ayat Kej 5:22,24) -- yaitu, ia hidup dengan iman kepada Allah, mempercayai firman dan janji-janji-Nya (Ibr 11:5-6), sungguh-sungguh berusaha hidup saleh (bd 1Yoh 1:5-7) dan mengikuti cara-cara Allah (bd. Ams 3:3), dan dengan teguh menentang ketidaksalehan angkatannya (Yud 1:14-15).

Genesis 5:6-20 (MHCC)

Genesis 5:6-20 (KJV):
6 And Seth lived an hundred and five years, and begat Enos:
7 And Seth lived after he begat Enos eight hundred and seven years, and begat sons and daughters:
8 And all the days of Seth were nine hundred and twelve years: and he died.
9 And Enos lived ninety years, and begat Cainan:
10 And Enos lived after he begat Cainan eight hundred and fifteen years, and begat sons and daughters:
11 And all the days of Enos were nine hundred and five years: and he died.
12 And Cainan lived seventy years, and begat Mahalaleel:
13 And Cainan lived after he begat Mahalaleel eight hundred and forty years, and begat sons and daughters:
14 And all the days of Cainan were nine hundred and ten years: and he died.
15 And Mahalaleel lived sixty and five years, and begat Jared:
16 And Mahalaleel lived after he begat Jared eight hundred and thirty years, and begat sons and daughters:
17 And all the days of Mahalaleel were eight hundred ninety and five years: and he died.
18 And Jared lived an hundred sixty and two years, and he begat Enoch:
19 And Jared lived after he begat Enoch eight hundred years, and begat sons and daughters:
20 And all the days of Jared were nine hundred sixty and two years: and he died.
Concerning each of these, except Enoch, it is said, " and he died." It is well to observe the deaths of others. They all lived very long; not one of them died till he had seen almost eight hundred years, and some of them lived much longer; a great while for an immortal soul to be prisoned in a house of clay. The present life surely was not to them such a burden as it commonly is now, else they would have been weary of it. Nor was the future life so clearly revealed then, as it now under the gospel, else they would have been urgent to remove to it. All the patriarchs that lived before the flood, except Noah, were born before Adam died. From him they might receive a full account of the creation, the fall, the promise, and the Divine precepts about religious worship and a religious life. Thus God kept up in his church the knowledge of his will.