Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 11:10-26 (MHC)

Kejadian 11:10-26 (TB):
Keturunan Sem

10 Inilah keturunan Sem. Setelah Sem berumur seratus tahun, ia memperanakkan Arpakhsad, dua tahun setelah air bah itu.
11 Sem masih hidup lima ratus tahun, setelah ia memperanakkan Arpakhsad, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
12 Setelah Arpakhsad hidup tiga puluh lima tahun, ia memperanakkan Selah.
13 Arpakhsad masih hidup empat ratus tiga tahun, setelah ia memperanakkan Selah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
14 Setelah Selah hidup tiga puluh tahun, ia memperanakkan Eber.
15 Selah masih hidup empat ratus tiga tahun, setelah ia memperanakkan Eber, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
16 Setelah Eber hidup tiga puluh empat tahun, ia memperanakkan Peleg.
17 Eber masih hidup empat ratus tiga puluh tahun, setelah ia memperanakkan Peleg, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
18 Setelah Peleg hidup tiga puluh tahun, ia memperanakkan Rehu.
19 Peleg masih hidup dua ratus sembilan tahun, setelah ia memperanakkan Rehu, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
20 Setelah Rehu hidup tiga puluh dua tahun, ia memperanakkan Serug.
21 Rehu masih hidup dua ratus tujuh tahun, setelah ia memperanakkan Serug, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
22 Setelah Serug hidup tiga puluh tahun, ia memperanakkan Nahor.
23 Serug masih hidup dua ratus tahun, setelah ia memperanakkan Nahor, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
24 Setelah Nahor hidup dua puluh sembilan tahun, ia memperanakkan Terah.
25 Nahor masih hidup seratus sembilan belas tahun, setelah ia memperanakkan Terah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
26 Setelah Terah hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Abram, Nahor dan Haran.
SILSILAH DARI SEM SAMPAI DENGAN ABRAM

Kita mendapati di sini sebuah silsilah, bukan sebuah silsilah yang tanpa akhir, sebab di sini silsilah tersebut berakhir pada Abram, sahabat Allah, dan yang kemudian membawa kepada Kristus, keturunan yang dijanjikan itu, yang adalah anak Abram. Dari Abramlah silsilah Kristus dihitung (Mat. 1:1, dan seterusnya). Dengan menggabungkan Kejadian pasal 5, pasal 9, dan Matius pasal 1, pembaca akan memiliki sebuah silsilah yang utuh tentang Yesus Kristus, sebuah silsilah yang keutuhannya belum pernah ada yang seperti itu. Saya belum pernah mendapati silsilah utuh tentang siapa pun juga di dunia yang seperti ini, sebuah silsilah yang memiliki rentang waktu yang sedemikian jauh mulai dari sumber yang paling awal. Dengan menggabungkan ketiga gambaran silsilah ini, kita mendapati bahwa terdapat dua kali sepuluh, dan tiga kali empat belas keturunan di antara Adam yang pertama dan Adam yang kedua. Hal itu memperjelas bahwa Kristus bukan saja Anak Abraham, melainkan juga Anak Manusia, serta keturunan perempuan itu. Amatilah di sini,

1. Tidak ada catatan yang terlewatkan perihal orang-orang yang berada dalam garis silsilah ini, termasuk nama-nama dan umur mereka. Tampaknya, melalui silsilah ini Roh Kudus ingin menyingkat sampai kepada kisah tentang Abram. Betapa sedikit pengetahuan kita tentang orang-orang yang telah mendahului kita di dunia ini, bahkan mereka yang tinggal di tempat yang sama dengan tempat tinggal kita, sama seperti kurangnya pengetahuan kita tentang orang-orang sebaya kita yang tinggal di tempat jauh! Bagian kita yang harus kita kerjakan di masa kita ini sudah cukup banyak, jadi biarkan Allah sendiri mencari yang sudah lalu (Pkh. 3:15).

2. Terjadi penurunan umur kehidupan mereka yang dapat kita amati. Sem mencapai umur 600 tahun, lebih singkat daripada umur bapa-bapa pendahulu mereka sebelum air bah. Tiga keturunan berikutnya mencapai umur kurang dari 500 tahun, tiga keturunan sesudahnya tidak ada yang mencapai umur 300 tahun. Setelah mereka, kita membaca tidak seorang pun mencapai umur 200 tahun, kecuali Terah. Dan tidak banyak yang berumur panjang sesudahnya. Musa memperkirakan umur kebanyakan orang biasanya mencapai sekitar tujuh puluh atau delapan puluh tahun. Ketika bumi mulai dipenuhi, hidup manusia mulai menjadi lebih singkat. Jadi penurunan itu haruslah dikaitkan dengan Pemeliharaan dan campur tangan Allah yang bijak, dan bukannya dengan penurunan yang bersifat alami. Tetapi oleh karena orang-orang pilihan, waktu itu akan dipersingkat. Karena mereka itu jahat, baiklah usia mereka tidak lagi panjang, dan tidak mencapai umur nenek moyang mereka ( Kejadian 47:9).

3. Eber, yang namanya menjadi cikal bakal nama bangsa Ibrani, mencapai umur paling panjang di antara orang-orang yang dilahirkan setelah air bah, yang mungkin dianugerahkan sebagai pahala atas kesalehannya yang luar biasa serta tetap melekat pada jalan-jalan Allah.

No comments: