Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 2:18-20 (MHC)

Kejadian 2:18-20 (TB):
18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.
20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.
Di sini terdapat,

I. Sebuah contoh perihal kepedulian Sang Pencipta terhadap manusia dan juga perhatian-Nya yang kebapakan terhadap kenyamanannya (ay. 18). Walaupun Allah telah memberitahukan kepadanya bahwa ia adalah seorang bawahan dengan memberikan perintah kepadanya (ay. 16-17), di sini Ia juga memberitahukan kepadanya untuk mendorongnya supaya tetap taat, bahwa ia adalah seorang sahabat kesayangan yang sangat ingin dipuaskan-Nya. Amatilah,

Kejadian 2:18 (WYCLIFFE)

Kejadian 2:18 (TB)

TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."


18. Seorang penolong baginya (ezer kenegdô). Sang penulis yang diilhami itu secara tidak langsung mengungkapkan kodrat manusia yaitu kesepian dan tidak sepenuhnya puas. Sekalipun banyak sekali yang telah dilakukan untuk dirinya, dia sadar bahwa ada kekurangan. Sang Khalik belum selesai. Dia sudah berencana untuk menyediakan seorang teman yang akan memenuhi kerinduan hati manusia. Karena manusia diciptakan untuk bersekutu dan berteman, maka dia hanya dapat menikmati hidup sepenuhnya apabila dia dapat berbagi kasih, kepercayaan dan pengabdian dalam lingkungan intim hubungan keluarga. Allah memungkinkan manusia memiliki seorang penolong. Secara harfiah, penolong yang sepadan, atau seorang yang sepadan dengan. Perempuan itu akan menjadi orang yang dapat ikut berbagi tanggung jawab dengan laki-laki, menanggapi sifat laki-laki dengan pengertian dan kasih, serta bekerja sama sepenuhnya dengan laki-laki itu dalam melaksanakan rencana Allah.

Ayat Kejadian Terjemahan Lama

Kejadian 1 :
1-31:
1 Bahwa pada mula pertama dijadikan Allah akan langit dan bumi.
2 Maka bumi itu lagi campur baur adanya, yaitu suatu hal yang ketutupan kelam kabut; maka Roh Allah berlayang-layang di atas muka air itu.
3 Maka firman Allah: Hendaklah ada terang. Lalu terangpun jadilah.
4 Maka dilihat Allah akan terang itu baiklah adanya, lalu diceraikan Allah terang itu dengan gelap.
5 Maka dinamai Allah akan terang itu siang dan akan gelap itu malam. Setelah petang dan pagi, maka itulah hari yang pertama.
6 Maka firman Allah: Hendaklah ada suatu bentangan pada sama tengah air itu, supaya diceraikannya air dengan air.
7 Maka dijadikan Allah akan bentangan itu serta diceraikannyalah air yang di bawah bentangan itu dengan air yang di atas bentangan; maka jadilah demikian.
8 Lalu dinamai Allah akan bentangan itu langit. Setelah petang dan pagi, maka itulah hari yang kedua.
9 Maka firman Allah: Hendaklah segala air yang di bawah langit itu berhimpun kepada satu tempat, supaya kelihatan yang kekeringan itu; maka jadilah demikian.
10 Lalu dinamai Allah akan yang kekeringan itu darat, dan akan perhimpunan segala air itu dinamainya laut; maka dilihat Allah itu baiklah adanya.
11 Maka firman Allah: Hendaklah bumi itu menumbuhkan rumput dan pokok yang berbiji dan pohon yang berbuah-buah dengan tabiatnya, yang berbiji dalamnya di atas bumi itu; maka jadilah demikian,
12 yaitu ditumbuhkan bumi akan rumput dan pokok yang berbiji dengan tabiatnya dan pohon-pohon yang berbuah-buah, yang berbiji dalamnya dengan tabiatnya; maka dilihat Allah itu baiklah adanya.
13 Setelah petang dan pagi, maka itulah hari yang ketiga.
14 Maka firman Allah; Hendaklah ada beberapa benda terang dalam bentangan langit, supaya diceraikannya siang dengan malam dan menjadi tanda dan ketentuan masa dan hari dan tahun,
15 dan supaya ia itu menjadi benda terang pada bentangan langit akan menerangkan bumi; maka jadilah demikian.
16 Maka dijadikan Allah akan kedua benda terang yang besar itu, yaitu terang yang besar itu akan memerintahkan siang dan terang yang kecil itu akan memerintahkan malam, dan lagi segala bintangpun.
17 Maka ditaruh Allah akan dia dalam bentangan langit akan memberi terang di atas bumi,
18 dan akan memerintahkan siang dan malam, dan akan menceraikan terang itu dengan gelap; maka dilihat Allah itu baiklah adanya.
19 Setelah petang dan pagi, maka itulah hari yang keempat.
20 Maka firman Allah: Hendaklah dalam segala air itu menggeriak beberapa kejadian yang bernyawa dan yang sulur-menyulur, dan hendaklah ada unggas terbang di atas bumi, dalam bentangan langit.
21 Maka dijadikan Allah akan ikan raya yang besar-besar dan segala binatang sulur-menyulur, yang menggeriak dalam air itu tiap-tiap dengan tabiatnya, dan segala unggas yang bersayap dengan tabiatnya; maka dilihat Allah itu baiklah adanya.
22 Maka diberkati Allah akan dia, firman-Nya: Jadilah biak dan bertambah-tambahlah kamu dan ramaikanlah air yang di dalam laut itu dan hendaklah segala unggas itupun bertambah-tambah di atas bumi.
23 Setelah petang dan pagi, maka itulah hari yang kelima.
24 Maka firman Allah: Hendaklah bumi itu mengeluarkan kejadian yang hidup dengan tabiatnya, yaitu dari pada binatang yang jinak dan yang menjalar dan yang liar, tiap-tiap dengan tabiatnya; maka jadilah demikian.
25 Maka dijadikan Allah akan segala binatang yang liar di atas bumi itu dengan tabiatnya, dan segala binatang yang jinakpun dengan tabiatnya, dan segala binatang yang menjalar di atas bumipun dengan tabiatnya; maka dilihat Allah itu baiklah adanya.
26 Maka firman Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia atas peta dan atas teladan Kita, supaya diperintahkannya segala ikan yang di dalam laut dan segala unggas yang di udara dan segala binatang yang jinak dan seisi bumi dan segala binatang pelata yang menjalar di tanah.
27 Maka dijadikan Allah akan manusia itu atas petanya, yaitu atas peta Allah dijadikannya ia, maka dijadikannya mereka itu laki-laki dan perempuan.
28 Maka diberkati Allah akan keduanya serta firman-Nya kepadanya: Berbiaklah, dan bertambah-tambahlah kamu, dan penuhilah olehmu akan bumi itu dan taklukkanlah dia, dan perintahkanlah segala ikan yang di dalam laut dan segala unggas yang di udara dan segala binatang yang menjalar di atas bumi.
29 Lagi firman Allah: Bahwa sesungguhnya Aku telah memberikan kamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji-biji di atas seluruh muka bumi dan segala pohon yang berbuah dengan berbiji itu akan makananmu,
30 tetapi akan segala binatang liar yang di bumi dan segala unggas yang di udara dan segala binatang yang menjalar di atas bumi, yang ada nyawa hidup dalamnya, maka Aku mengaruniakan segala tumbuh-tumbuhan yang hijau akan makanannya; maka jadilah demikian.
31 Maka dilihat Allah akan tiap-tiap sesuatu yang dijadikan-Nya itu, sesungguhnya amat baiklah adanya. Setelah petang dan pagi, maka itulah hari yang keenam.
Kejadian 2 :
1-25:
1 Demikianlah sudah dijadikan langit dan bumi serta dengan segala isinya.
2 Maka pada hari yang ketujuh setelah sudah disampaikan Allah pekerjaan-Nya, yang telah diperbuat-Nya itu, maka berhentilah Ia pada hari yang ketujuh itu dari pada pekerjaan-Nya, yang telah diperbuat-Nya.
3 Maka diberkati Allah akan hari yang ketujuh itu serta disucikannya, karena dalamnya telah Ia berhenti dari pada pekerjaan-Nya, yang telah diperbuat-Nya, akan menyempurnakan dia.
4 Maka demikianlah asalnya langit dan bumi pada masa ia itu dijadikan, tatkala diperbuat Tuhan Allah akan langit dan bumi:
5 pada masa itulah belum ada tumbuh-tumbuhan di atas bumi dan tiada pokok bertunas di padang, karena belum lagi diturunkan Tuhan Allah hujan kepada bumi dan belum ada orang akan membelakan tanah itu;
6 melainkan naiklah uap dari bumi serta membasahkan segala tanah itu.
7 Maka dirupakan Tuhan Allah akan manusia itu dari pada lebu tanah dihembuskan-Nya nafas hidup ke lubang hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi suatu nyawa yang hidup adanya.
8 Maka diperbuat Tuhan Allah pula suatu taman dalam Eden, di sebelah timur, maka di sanalah ditaruh-Nya akan manusia, yang telah dirupakan-Nya itu.
9 Maka di sana ditumbuhkan Tuhan Allah dari pada tanah berbagai-bagai pohon yang permai kepada pemandangan mata dan baik akan dimakan, dan lagi adalah pohon alhayat di tengah-tengah taman itu dan pohon pengetahuan akan hal baik dan jahatpun.
10 Maka dari pada Eden mengalirlah suatu sungai akan membasahkan taman itu, maka dari pada tempat itulah dibagikan sungai itu empat batangnya.
11 Adapun nama sungai yang pertama itu Pison; ia itulah yang melengkung seluruh tanah Hawilah, tempat ada emas.
12 Maka emas dari tanah itu baik adanya, dan di sanapun ada hablur dan permata unam.
13 Maka nama sungai yang kedua itu Gihon; ia itu melengkung seluruh tanah Kusy.
14 Maka nama sungai yang ketiga itu Hidekel; ia itu mengalir ke sebelah timur benua Asyur. Dan nama sungai yang keempat itu Ferat.
15 Maka diambil oleh Tuhan Allah akan manusia, ditaruh-Nya dalam taman Eden itu, supaya diusahakannya dan dipeliharakannya akan dia.
16 Maka berfirmanlah Tuhan Allah kepada manusia, kata-Nya: Adapun buah-buah segala pohon yang dalam taman ini boleh engkau makan sesukamu,
17 tetapi buah pohon pengetahuan akan hal baik dan jahat itu janganlah engkau makan, karena pada hari engkau makan dari padanya engkau akan mati.
18 Dan lagi berfirmanlah Tuhan Allah demikian: Tiada baik manusia itu seorang orangnya, bahwa Aku hendak memperbuat akan dia seorang penolong yang sejodoh dengan dia.
19 Karena setelah dijadikan Tuhan Allah akan segala binatang yang di atas bumi dan segala unggas yang di udara dari pada tanah, maka didatangkannya sekaliannya itu kepada Adam, hendak melihat bagaimana dinamai Adam akan dia, maka sebagaimana dinamai Adam akan segala nyawa yang hidup itu, begitu juga akan jadi namanya.
20 Lalu dinamai oleh Adam akan segala binatang yang jinak dan akan segala unggas yang di udara dan akan segala margasatwa, akan tetapi bagi manusia tiada didapatinya akan seorang penolong yang sejodoh dengan dia.
21 Maka didatangkan Tuhan Allah atas Adam itu tidur yang lelap, lalu tertidurlah ia. Maka diambil Allah sebilah tulang rusuknya, lalu ditutupkan-Nya pula tempat itu dengan daging.
22 Maka dari pada tulang yang telah dikeluarkan-Nya dari dalam Adam itu diperbuat Tuhan seorang perempuan, lalu dibawa-Nya akan dia kepada Adam.
23 Maka kata Adam: Bahwa sekarang tulang ini dari pada tulangku dan daging ini dari pada dagingku; maka ia akan dinamai perempuan, sebab ia telah dikeluarkan dari dalam orang laki-laki adanya.
24 Maka sebab itulah tak dapat tiada orang akan meninggalkan ibu bapanya dan berdamping pada isterinya, maka keduanya itu menjadi sedaging jua adanya.
25 Hata, maka keduanyapun bertelanjang tubuhnya, baik Adam baik Hawa, maka tiada malu ia.
Kejadian 3 :
1-24:
1 Sebermula, maka ular itu terlebih cerdik dari pada segala binatang di atas bumi yang telah dijadikan Tuhan Allah. Maka kata ular kepada perempuan itu: Barangkali firman Allah begini: Jangan kamu makan buah-buah segala pohon yang dalam taman ini?
2 Maka sahut perempuan itu kepada ular: Boleh kami makan buah-buah segala pohon yang dalam taman ini,
3 akan tetapi akan buah pohon yang di tengah taman itu adalah firman Allah: Jangan engkau makan atau jamah akan dia, supaya jangan engkau mati.
4 Lalu kata ular kepada perempuan itu: Niscaya tiada kamu akan mati,
5 melainkan telah diketahui Allah akan hal, jika engkau makan buah itu, tak dapat tiada pada ketika itu juga celiklah matamu dan engkau jadi seperti Allah, sebab mengetahui baik dan jahat.
6 Maka dilihat oleh perempuan itu bahwa buah pohon itu baik akan dimakan dan sedap kepada pemandangan mata, yaitu sebatang pohon asyik akan mendatangkan budi, maka diambilnya dari pada buahnya, lalu dimakannya, serta diberikannya pula kepada lakinya, maka iapun makanlah.
7 Lalu keduanyapun celiklah matanya, diketahuinyalah akan hal ia bertelanjang, lalu disematnya daun pokok ara, diperbuatnya cawat.
8 Maka kedengaranlah kepada mereka itu suara Tuhan Allah, yang berjalan-jalan dalam taman pada masa angin silir, maka Adam dan Hawapun menyembunyikan dirinya dari hadirat Tuhan Allah dalam belukar taman itu.
9 Maka Tuhan Allah berseru akan Adam, kata-Nya: Di manakah engkau?
10 Maka sahut Adam: Bahwa kudengar suara-Mu dalam taman, maka takutlah aku, karena aku telanjang, sebab itu aku bersembunyi.
11 Maka firman Allah: Siapa gerangan memberitahu engkau, bahwa engkau telanjang? Sudahkah engkau makan dari pohon, yang telah Kupesan jangan engkau makan buahnya?
12 Maka sahut Adam: Adapun perempuan yang telah Tuhan karuniakan kepadaku itu, ia itu memberikan daku buah pohon itu, lalu kumakan.
13 Maka firman Tuhan Allah kepada perempuan itu: Apakah ini yang telah kauperbuat? Maka sahut perempuan itu: Si ular itu menipukan daku, lalu aku makan.
14 Maka firman Tuhan Allah kepada ular itu: Sebab telah engkau berbuat yang demikian, maka terkutuklah engkau dari pada segala binatang yang jinak dan dari pada segala binatang hutan, maka engkau akan menyulur dengan perutmu, dan engkaupun akan makan lebu tanah sepanjang umur hidupmu.
15 Maka Aku akan mengadakan perseteruan antaramu dengan perempuan ini, dan antara benihmu dengan benihnya; maka ia akan meremukkan kepalamu dan engkaupun akan mematukkan tumitnya.
16 Maka firman Tuhan kepada perempuan itu: Bahwa Aku akan menambahi sangat kesusahanmu pada masa engkau mengandung, maka dengan kesusahanpun engkau akan beranak, dan engkau akan takluk kepada lakimu dan iapun akan memerintahkan dikau.
17 Lalu firman Allah kepada Adam: Bahwa sebab telah engkau mendengar akan kata binimu serta sudah makan buah pohon, yang telah Kupesan kepadamu jangan engkau makan dia, maka terkutuklah bumi itu karena sebab engkau, maka dengan kesusahan engkau akan makan hasilnya seumur hidupmu.
18 Maka bumi itu akan menumbuhkan bagimu duri dan onak, dan sayur-sayuran di ladang akan menjadi makananmu.
19 Maka dengan berpeluh mukamu engkau akan makan rezekimu sehingga engkau kembali pula kepada tanah, karena dari padanya engkau telah diambil; bahwa abulah adamu, maka kepada abupun engkau akan kembali juga.
20 Hata, maka dipanggil Adam akan bininya itu Hawa, sebab ialah ibu segala orang yang hidup.
21 Maka diperbuat Tuhan Allah akan Adam dan Hawa itu sarung dari pada kulit, lalu dikenakan-Nya pada mereka itu.
22 Maka firman Tuhan Allah: Bahwasanya manusia ini telah menjadi bagaikan seorang Kita, sebab diketahuinya akan baik dan jahat; maka sekarangpun jangan ia mengedangkan tangannya lalu mengambil lagi buah pohon alhayat itu dan makan dia dan ia hidup selama-lamanya.
23 Maka sebab itu disuruh Tuhan Allah akan dia keluar dari dalam taman Eden, supaya diusahakannya tanah yang telah ia dijadikan dari padanya.
24 Lalu dihalaukan-Nya manusia itu ke luar dan ditaruh-Nya beberapa kerubiun arah ke sebelah timur taman Eden itu serta dengan sebilah mata pedang yang bernyala-nyala dan yang dilayamkan akan menunggui jalan kepada pohon alhayat itu adanya.
Kejadian 4 :
1-26:
1 Sebermula, maka bersetubuhlah Adam dengan bininya, yaitu Hawa, maka hamillah ia, lalu beranaklah ia akan Kain, maka katanya: Aku telah beroleh seorang laki-laki dari pada Tuhan.
2 Kemudian dari pada itu diperanakkannya Habel, adik Kain. Maka Habel itu menjadi seorang gembala kambing dan Kain itu menjadi peladang.
3 Maka sekali peristiwa, pada kesudahan tahun, dibawa oleh Kain akan hasil tanah akan persembahan kepada Tuhan.
4 Maka oleh Habelpun dibawa akan kambing-kambingnya yang sulung serta dengan tambunnya. Maka berkenanlah Tuhan akan Habel dengan persembahannya,
5 tetapi akan Kain dengan persembahannya tiada Allah berkenan. Lalu marahlah sangat Kain itu serta mukanyapun tunduklah.
6 Maka firman Tuhan kepada Kain: Mengapa engkau marah dan mukamu tunduk?
7 Jikalau engkau berbuat baik, bukankah akan ada tengadah? Dan jikalau engkau tiada berbuat baik, maka dosa itu ada sedia di muka pintu. Bukankah kehendaknya akan dikau, dan engkaupun memerintahkan dia?
8 Lalu Kainpun berkata-kata dengan Habel, adiknya; maka pada sekali peristiwa, tatkala mereka itu di padang, berbangkitlah Kain lawan Habel, adiknya lalu dibunuhnya.
9 Maka firman Tuhan kepada Kain: Di mana Habel, adikmu itu? Maka sahutnya: Tiada aku tahu. Akukah penunggu adikku?
10 Maka firman Tuhan: Apa yang telah kaubuat? Bahwa suara darah adikmu itu berseru kepada-Ku dari bumi.
11 Maka sekarang terkutuklah engkau di atas bumi, yang telah mengangakan mulutnya akan menerima darah adikmu itu dari pada tanganmu.
12 Apabila engkau mengusahakan tanah ini kelak, niscaya tiada akan diberinya hasilnya kepadamu; bahwa engkau akan mengembara dan sesat di atas bumi.
13 Maka sembah Kain kepada Tuhan: Bahwa dosaku itu terlebih dari pada yang boleh kutanggung.
14 Bahwa sesungguhnya sekarang Engkau menghalaukan daku dari pada tanah ini, maka aku terlindung dari pada hadirat-Mu dan aku akan mengembara dan sesat di atas bumi, maka akan jadi kelak, bahwa barangsiapa yang bertemu dengan aku, niscaya dibunuhnya akan daku.
15 Maka firman Tuhan kepada Kain: Oleh sebab itu barangsiapa yang membunuh akan Kain itu balasnya tujuh kali ganda. Maka oleh Tuhan diadakan suatu tanda pada kain, supaya jangan ia dibunuh oleh barangsiapa yang bertemu dengan dia.
16 Maka undurlah Kain dari pada hadirat Tuhan, lalu diamlah dia di tanah Nod, di sebelah timur Eden.
17 Maka bersetubuhlah Kain dengan bininya, maka hamillah ia, lalu diperanakkannya Henokh. Maka diperbuatlah oleh Kain sebuah negeri, dinamainya akan negeri itu Henokh, menurut nama anaknya.
18 Maka Henokh itupun beranaklah Irad, dan Irad beranaklah Mekhuyael, dan Mekhuyael beranaklah Metusael, dan Metusael beranaklah Lamekh.
19 Maka oleh Lamekh diambil dua orang akan bininya, nama seorang Ada dan seorang Zila namanya.
20 Maka Ada itupun beranaklah Yabal, ia itulah bapa segala orang yang mendiami kemah dan yang memeliharakan lembu kambing.
21 Maka nama adiknya itu Yubal; yaitu bapa segala orang yang bermain kecapi dan muri.
22 Maka Zila itupun beranaklah Tubal-Kain, ia itu seorang tukang menempa segala perkakas dari pada tembaga dam besi; maka adik perempuan Tubal-Kain itu Naema namanya.
23 Maka kata Lamekh kepada kedua bininya, Ada dan Zila itu: Dengarlah akan perkataanku, hai kamu, bini Lamekh! Dengarlah tuturku: sesungguhnya seorang laki-laki kubunuh karena lukaku dan seorang mudapun karena bincutku.
24 Karena jikalau kiranya Kain dibelai tujuh kali, maka Lamekh akan dibelai tujuh puluh kali tujuh.
25 Maka Adampun bersetubuhlah pula dengan bininya, lalu beranaklah ia laki-laki seorang, maka dinamainya akan dia Set, katanya: Karena Allah telah menentukan kepadaku benih yang lain akan ganti Habel, yang telah dibunuh oleh Kain.
26 Maka Set itupun beranaklah laki-laki seorang, dinamainya akan dia Enos; maka pada masa itulah orang mulai sembahyang dengan Nama Tuhan.
Kejadian 5 :
1-32:
1 Bahwa inilah surat anak cucu Adam. Maka pada hari dijadikan Allah akan manusia, dijadikannya atas teladan Allah.
2 Dan dijadikannya dia laki-laki dan perempuan, lalu diberkatinya dan dinamainya manusia pada hari yang dijadikannya itu.
3 Maka Adam telah hidup seratus tiga puluh tahun lamanya, lalu beranaklah ia laki-laki seorang yang serupa dan seteladan dengan dia, maka dinamainya akan dia Set.
4 Kemudian dari pada Adam beranak Set itu adalah umurnya delapan ratus tahun, maka beranaklah ia beberapa laki-laki dan perempuan.
5 Maka panjang umur Adam itu sekalian sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu matilah ia.
6 Maka Set itu hidup seratus lima tahun lamanya, lalu beranak Enos.
7 Kemudian dari pada beranak Enos, maka Set hidup delapan ratus tujuh tahun lamanya dan beroleh beberapa anak laki-laki dan perempuan.
8 Adapun panjang umur Set itu sembilan ratus dua belas tahun, lalu matilah ia.
9 Maka Enos itu hidup sembilan puluh tahun lamanya, lalu beranak Kenan.
10 Kemudian dari pada beroleh Kenan itu, Enos hidup delapan ratus lima belas tahun lamanya dan beroleh beberapa anak laki-laki dan perempuan.
11 Maka sekalian umur Enos itu sembilan ratus lima tahun, lalu matilah ia.
12 Maka Kenan hidup tujuh puluh tahun, lalu beranak Mahalalel.
13 Kemudian dari pada beroleh Mahalalel itu Kenanpun hidup delapan ratus empat puluh tahun lamanya, dan beroleh beberapa anak laki-laki dan perempuan.
14 Maka sekalian umur Kenan itu sembilan ratus sepuluh tahun, lalu matilah ia.
15 Maka Mahalalel hidup enam puluh lima tahun, lalu beranak Yered.
16 Kemudian dari pada beroleh Yered itu, Mahalalel hidup delapan ratus tiga puluh tahun lamanya dan beroleh anak laki-laki dan perempuan.
17 Maka sekalian umur Mahalalel itu delapan ratus sembilan puluh lima tahun, lalu matilah ia.
18 Maka Yered itu hidup seratus enam puluh dua tahun, lalu beranak Henokh.
19 Kemudian dari pada beroleh Henokh itu, Yered hidup delapan ratus tahun lamanya dan beroleh anak laki-laki dan perempuan.
20 Maka sekalian umur Yered itu sembilan ratus enam puluh dua tahun, lalu matilah ia.
21 Maka Henokh itu hidup enam puluh lima tahun lamanya, lalu beranak Metusalah.
22 Kemudian dari pada beroleh Metusalah itu, Henokh hidup dengan Allah tiga ratus tahun lamanya dan beroleh anak laki-laki dan perempuan.
23 Maka sekalian umur Henokh itu tiga ratus enam puluh lima tahun.
24 Maka Henokh itu hidup dengan Allah, maka tiadalah ia lagi, karena diangkat Allah akan dia.
25 Maka Metusalah itu hidup seratus delapan puluh tujuh tahun lamanya, lalu beranak Lamekh.
26 Kemudian dari pada beroleh Lamekh itu, Metusalah hidup tujuh ratus delapan puluh dua tahun lamanya dan beroleh anak laki-laki dan perempuan.
27 Maka sekalian umur Metusalah itu sembilan ratus enam puluh sembilan tahun, lalu matilah ia.
28 Maka Lamekh hidup seratus delapan puluh dua tahun lamanya, lalu beranak laki-laki seorang.
29 Maka dinamainya Nuh, katanya: Inilah kelak akan menghiburkan kita dalam kelelahan kita dan dalam kesakitan tangan kita dari sebab bumi, yang telah dilaknatkan Tuhan adanya.
30 Maka kemudian dari pada beroleh Nuh itu, Lamekh hidup lima ratus sembilan puluh lima tahun lamanya dan beroleh anak laki-laki dan perempuan.
31 Maka sekalian umur Lamekh itu tujuh ratus tujuh puluh tujuh tahun, lalu matilah ia.
32 Maka umur Nuh lima ratus tahun dan beranaklah ia Sem dan Ham dan Yafet.
Kejadian 6 :
1-22:
1 Maka tatkala banyak manusia itu makin bertambah-tambah di atas bumi dan telah diperanakkannya beberapa anak perempuan,
2 maka dipandanglah oleh anak laki-laki Allah akan anak perempuan manusia sebab elok parasnya, lalu diambilnyalah bagi dirinya akan bini barangsiapa yang disukainya.
3 Maka firman Tuhan: Bahwa Roh-Ku tiada akan berbantah-bantah selama-lamanya dengan manusia, karena hawa nafsu jua adanya, melainkan tinggal lagi panjang umurnya seratus dua puluh tahun.
4 Maka pada zaman itu adalah beberapa orang tinggi besar dalam dunia dan kemudian dari pada itupun, setelah anak-anak Allah bersetubuh dengan anak-anak perempuan manusia lalu beranak; maka inilah orang gagah dan orang yang termasyhur namanya pada zaman dahulukala.
5 Maka dilihat Tuhan kejahatan manusia itu terlampau banyak di atas bumi dan pada sediakala segala akal pikiran hatinya jahat semata-mata.
6 Maka bersesallah Tuhan sebab telah dijadikannya manusia di atas bumi, maka ia itu mendukacitakan hati-Nya.
7 Maka firman Tuhan: Bahwa Aku akan membinasakan manusia, yang telah Kujadikan di atas bumi, baik manusia baik binatang yang berkaki empat, dan binatang yang melata, dan unggas yang di udara, karena bersesallah Aku sebab telah Kujadikan mereka itu.
8 Tetapi Nuh itu mendapat karunia di hadirat Tuhan.
9 Maka inilah anak buah Nuh. Maka Nuh itu seorang yang benar dan tulus hatinya di antara orang zamannya, dan Nuh itu hidup dengan Allah.
10 Maka Nuhpun beranak laki-laki tiga orang, yaitu Sem dan Ham dan Yafet.
11 Maka bumi itupun telah rusaklah di hadapan hadirat Allah dan lagi bumi telah penuh dengan penggagahan.
12 Maka ditilik Allah kepada bumi, sesungguhnya telah rusaklah adanya, karena segala manusia di atas bumi telah merusakkan jalannya.
13 Maka sebab itu firman Allah kepada Nuh: Adapun kesudahan segala manusia itu telah datang di hadapan hadirat-Ku, karena bumi ini telah dipenuhinya dengan penggagahan; maka sesungguhnya Aku akan membinasakan mereka itu kelak serta dengan bumi itu.
14 Perbuatlah akan dirimu sebuah bahtera dengan kayu gofir; hendaklah engkau memperbuatkan dia berbilik-bilik dan gala-galakanlah luar dalamnya.
15 Maka demikian hendaklah kauperbuat akan dia: Panjang bahtera itu tiga ratus hasta, dan lebarnya lima puluh hasta, dan tingginya tiga puluh hasta.
16 Maka hendaklah kauperbuatkan tingkap pada bahtera itu, sehasta dari atas hendaklah kauhabiskan dia, dan pintu bahtera itupun hendaklah kaukenakan pada sebelah iringannya, dan hendaklah kauperbuatkan bahtera itu dengan tingkap yang di bawah dan yang kedua dan yang ketiga.
17 Bahwa sesungguhnya Aku, bahkan Aku kelak mendatangkan air bah di atas bumi hendak membinasakan segala makhluk yang bernyawa hidup di bawah langit, dan segala sesuatu yang di bumi itu akan putus nyawanya,
18 akan tetapi dengan dikau Aku akan mendirikan perjanjian-Ku, maka hendaklah engkau masuk ke dalam bahtera itu, yaitu engkau serta dengan anak binimu dan bini anak-anakmu bersama-sama dengan dikau.
19 Maka dari pada segala yang hidup, yaitu dari pada segala makhluk dua ekor, seekor jantan dan seekor betina, hendaklah kaubawa masuk ke dalam bahtera itu akan dipeliharakan hidupnya bersama-sama dengan dikau.
20 Dari pada segala unggas dengan bakanya dan dari pada segala binatang yang berkaki empat dengan bakanya dan dari pada segala binatang yang melata di atas bumi dengan bakanya, dua ekor dari pada tiap-tiap jenis kelak datang mendapatkan dikau akan dipeliharakan hidupnya.
21 Maka engkau, ambillah olehmu dari pada segala makanan yang dapat dimakan, himpunkanlah dia kepadamu, supaya ia itu menjadi makanan bagi kamu dan bagi sekaliannya.
22 Maka dibuatlah oleh Nuh setuju dengan segala perkara firman Allah kepadanya, demikianlah dibuatnya.
Kejadian 7 :
1-24:
1 Hata, maka kemudian dari pada itu berfirmanlah Tuhan kepada Nuh: Masuklah engkau serta segala isi rumahmupun ke dalam bahtera, karena engkaulah yang Kulihat benar di hadapan hadirat-Ku di antara segala orang zaman ini.
2 Maka dari pada segala binatang yang halal hendaklah diambil olehmu akan tujuh pasang; yaitu jantan betina; tetapi dari pada segala binatang yang haram dua ekor saja, yaitu jantan serta dengan betinanya.
3 Dan lagi dari pada unggas yang di udarapun tujuh pasang, yaitu jantan betina, akan memeliharakan hidup benihnya di atas seluruh muka bumi.
4 Karena tujuh hari lagi maka Aku akan menurunkan hujan kepada bumi ini empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan segala keadaan yang hidup, yang telah Kujadikan itu, hendak Kubinasakan dari atas muka bumi.
5 Maka oleh Nuh diperbuatlah akan segala perkara yang dipesan Tuhan kepadanya.
6 Maka adalah umur Nuh itu enam ratus tahun tatkala air bah itu datang ke atas bumi.
7 Maka Nuh dengan anak bininya dan bini-bini anaknyapun sertanya masuklah ke dalam bahtera dari karena air bah itu.
8 Maka dari pada segala binatang yang halal dan yang haram, dan dari pada segala unggas, dan dari pada segala binatang yang melata di atas bumi,
9 datanglah berpasang-pasang mendapatkan Nuh, lalu masuk ke dalam bahtera, yaitu dari pada jantan dan betina, seperti firman Allah kepada Nuh itu.
10 Hata, maka selang tujuh hari datanglah air bah itu di atas bumi;
11 yaitu tatkala umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua dan tujuh belas hari bulan, pada hari itu juga segala pancaran tubir yang besar itupun berpecahlah dan segala pintu air di langitpun terbukalah.
12 Maka hujan yang deraspun turunlah kepada bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya.
13 Maka pada hari itu juga masuklah Nuh dan Sem dan Ham dan Yafet, yaitu anak-anak Nuh, dan bini Nuh, dan ketiga orang bini anaknya itupun sertanya ke dalam bahtera.
14 Maka mereka itu serta dengan segala binatang yang liar dengan bakanya dan segala binatang yang jinak dengan bakanya dan segala binatang yang melata di atas bumi dengan bakanya dan segala unggas dengan bakanya dan segala burung-burung dengan pelbagai sayapnya.
15 Maka dari pada segala kejadian yang bernafas dan hidup datanglah berpasang-pasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu.
16 Maka sekaliannya yang masuk itu masuklah jantan betina dari pada segala kejadian, setuju dengan firman Allah yang kepada Nuh itu. Setelah sudah masuk ia, maka ditutupkan Tuhan akan bahtera itu.
17 Maka adalah air bah itu di atas bumi empat puluh hari lamanya, dan air itupun bertambah-tambahlah, diangkatnya akan bahtera itu, sehingga ia itu naik tinggi dari atas bumi.
18 Maka air itupun makin bertambah-tambah dan menjadi amat besar di atas bumi, dan bahtera itupun teratung-atunglah di atas air.
19 Maka air itupun makinlah bertambah-tambah besarnya di atas muka bumi, sehingga segala gunung yang tinggi-tinggi di bawah segala langitpun diliputi olehnya.
20 Lima belas hasta lebih tinggi lagi naiklah air itu setelah diliputinya akan segala gunung itu.
21 Maka segala kejadian yang bergerak di atas muka bumi itupun putuslah nyawanya, baik segala unggas baik segala binatang yang jinak baik segala binatang liar dan segala binatang yang melata di atas bumi, dan segala manusiapun.
22 Dari pada segala kejadian yang di darat itu barang sesuatu yang ada nafas hidup dalam lubang hidungnya itupun matilah.
23 Demikianlah hal ditumpas segala keadaan yang di atas muka bumi, baik manusia, baik binatang yang jinak dan segala binatang yang melata dan segala unggas di udara, maka tumpaslah sekaliannya itu dari atas bumi; hanya Nuh juga tinggal hidup dan segala mereka yang sertanya dalam bahtera itu.
24 Maka air itupun besarlah di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.
Kejadian 8 :
1-22:
1 Hata, maka Allahpun ingatlah akan Nuh dan akan segala binatang liar dan jinak yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu; maka diadakan Allah suatu angin bertiup di atas bumi, lalu air itupun surutlah.
2 Maka segala pancaran tubir dan segala pintu air di langit itupun terkatuplah dan hujan yang deras dari langit itupun terhentilah.
3 Maka air itupun baliklah dari atas bumi sambil beralun-alun pergi datang; maka pada kesudahan seratus lima puluh hari air itupun surutlah.
4 Maka pada bulan yang ketujuh dan tujuh belas hari bulan itu terkandaslah bahtera itu di atas gunung Ararat.
5 Maka air itupun makinlah lebih surut, sehingga pada bulan yang kesepuluh; dan pada bulan yang kesepuluh sehari bulan itu kelihatanlah segala puncak gunung.
6 Maka kemudian dari pada empat puluh hari dibukakanlah oleh Nuh tingkap bahtera, yang telah diperbuatnya itu.
7 Lalu dilepaskannya seekor burung gagak, yang terbang pergi datang, sehingga kekeringanlah air itu dari atas muka bumi.
8 Kemudian dari pada itu dilepaskannya seekor burung merpati, hendak melihat kalau air itu sudah surut sekali dari atas muka bumi.
9 Tetapi oleh merpati itu tiada didapati akan tempat hendak bertengger, maka kembalilah ia kepada Nuh dalam bahtera, karena adalah lagi air di atas seluruh muka bumi; maka oleh Nuh dianjurkan tangan, dicapainya akan dia, lalu diambilnya pula akan dia ke dalam bahtera.
10 Maka oleh Nuh dinantikan pula tujuh hari lagi, lalu dilepaskannya pula merpati itu ke luar dari dalam bahtera.
11 Maka kembalilah pula merpati itu kepada Nuh pada petang hari; bahwa sesungguhnya adalah diparuhnya sehelai daun terpetik dari pohon zait; sebab itu diketahui Nuh akan hal telah kekeringan air itu dari atas bumi.
12 Maka bernantilah pula ia tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya merpati itu pula, tetapi tiada ia kembali lagi kepada Nuh.
13 Maka adalah pada enam ratus satu tahun, pada bulan yang pertama dan pada sehari bulan itu airpun kekeringanlah dari atas muka bumi; maka dibuka oleh Nuh akan tudung bahtera itu, lalu dilihatnya bahwa sesungguhnya muka bumi itupun kekeringanlah adanya.
14 Maka pada bulan yang kedua dan pada tujuh likur hari bulan kekeringanlah bumi itu.
15 Lalu firman Allah kepada Nuh, kata-Nya:
16 Keluarlah dari dalam bahtera itu, baik engkau baik anak binimu, dan bini anak-anakmu itu sertamu,
17 dan bawalah ke luar bersama-sama akan segala binatang hidup yang sertamu dari pada segala yang berdaging, yaitu dari pada unggas dan binatang yang jinak dan segala binatang yang melata di atas bumi, supaya berbiak dan berlimpah-limpah ia di atas bumi dan bertambah-tambah banyaknya di atas bumi.
18 Maka keluarlah Nuh dan anak bininya dan bini anak-anaknyapun sertanya.
19 Maka segala binatang liar dan segala yang melata dan segala unggas dan barang sesuatu yang menjalar di atas bumi, masing-masing dengan jenisnya itupun keluarlah dari dalam bahtera.
20 Maka diperbuatlah oleh Nuh akan sebuah mezbah bagi Tuhan, diambilnyalah dari pada segala binatang yang halal dan dari pada segala unggas yang halal, lalu dipersembahkannya korban bakaran di atas mezbah itu.
21 Maka harumlah baunya kepada Tuhan, lalu kata Tuhan dalam diri-Nya: Bahwa tiada Aku hendak mengutuki bumi itu lagi dari sebab manusia, meskipun sangka-sangka hati manusia itu jahat adanya dari pada kecil mula, dan tiada lagi Aku akan membinasakan pula segala keadaan yang hidup seperti yang telah Kuperbuat itu.
22 Maka selamanya ada bumi, tiada lagi akan berhenti musim menabur dan menuai, sejuk dan panas, musim hujan dan musim kemarau, siang dan malam itu.
Kejadian 9 :
1-29:
1 Maka diberkati Allah akan Nuh serta anak-anaknya; maka firman Tuhan kepadanya: Berbiaklah kamu dan bertambah-tambahlah dan ramaikanlah bumi itu.
2 Maka takut dan gentar akan dikau berlakulah atas segala binatang yang di atas bumi itu dan segala unggas yang di udara dan segala keadaan yang bergerak di atas bumi dan segala ikan yang di laut, maka sekaliannya itu Kuserahkan ke tanganmu.
3 Maka segala binatang yang bergerak, yaitu yang hidup, itu akan menjadi makananmu; sekalian itu telah kuberikan kepadamu, demikianpun segala tumbuh-tumbuhan yang hijau.
4 Tetapi daging dengan jiwanya, yaitu dengan darahnya, janganlah kamu makan dia.
5 Bahwa sesungguhnya akan darah kamu, yaitu jiwa kamu, maka Aku akan menuntut belanya; kepada segala binatang Aku menuntut belanya dan kepada tangan manusiapun; dan kepada tangan segala saudara orang Aku akan menuntut jiwa manusia.
6 Barangsiapa yang menumpahkan darah manusia, maka darahnyapun akan ditumpahkan oleh manusia, karena atas teladan Allah telah dijadikan Allah akan manusia itu.
7 Tetapi akan kamu, hendaklah kamu berbiak dan bertambah-tambah dan beranak berbuah di atas bumi dengan kelimpahan serta berbanyak-banyaklah kamu di atas bumi itu.
8 Lalu berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknyapun sertanya, kata-Nya:
9 Bahwasanya Aku, bahkan Aku yang meneguhkan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan benihmu yang kemudian dari padamu,
10 dan lagi dengan segala kejadian hidup yang sertamu dari pada unggas dan segala binatang yang jinak dan segala binatang di bumi yang sertamu, dengan segala yang keluar dari dalam bahtera itu hingga segala binatang yang di atas bumipun.
11 Maka Aku meneguhkan perjanjian-Ku ini dengan kamu, bahwa segala keadaan yang berdaging itu sekali-kali tiada akan dibinasakan lagi dengan air bah, dan tiada lagi akan ada air bah yang membinasakan bumi.
12 Maka firman Allah: Bahwa inilah tanda perjanjian-Ku, yang Kuperbuat diantara-Ku dengan kamu dan dengan segala kejadian hidup, yang sertamu, turun-temurun sampai selama-lamanya:
13 Bahwa pelangi-Ku telah Kutaruh dalam awan-awan, maka ia itulah akan tanda perjanjian di antara-Ku dengan bumi.
14 Maka akan jadi kelak, apabila Aku mendatangkan awan-awan ke atas bumi dan pelangi itupun kelihatan dalam awan-awan,
15 bahwa Aku ingat akan perjanjian-Ku yang di antara-Ku dengan kamu dan dengan segala kejadian yang hidup di antara segala yang berdaging, bahwa sekali-kali tiada lagi menjadi air bah, yang membinasakan segala keadaan yang berdaging itu.
16 Maka apabila pelangi itu dalam awan-awan. Aku menilik akan dia kelak hendak ingat akan perjanjian yang kekal, yang antara Allah dengan segala kejadian yang hidup dan yang berdaging di atas bumi.
17 Maka firman Allah kepada Nuh: Bahwa inilah tanda perjanjian yang telah Kuteguhkan antara Aku dengan segala yang berdaging di atas bumi adanya.
18 Bermula, maka anak-anak Nuh yang keluar dari dalam bahtera itu, yaitu Sem dan Ham dan Yafet; maka Ham itulah bapa Kanaan.
19 Maka ketiga orang inilah anak-anak Nuh dan dari pada mereka itulah orang berpecah-pecah di atas seluruh muka bumi.
20 Arakian, maka Nuh mulai menjadi seorang peladang, ditanamnyalah pokok anggur satu kebun.
21 Maka diminum oleh Nuh air anggur itu, lalu iapun mabuklah, maka berbaringlah ia dengan telanjang di tengah-tengah kemahnya.
22 Maka terlihatlah Ham, bapa Kanaan itu, akan ketelanjangan bapanya, lalu pergilah ia memberitahu kepada kedua saudaranya, yang di luar.
23 Maka oleh Sem dan Yafet diambil akan sehelai kain, disangkutkannya pada bahunya, lalu berjalanlah ia membelakang, ditudungkannyalah ketelanjangan bapanya sambil dipalingkannya mukanya, sehingga tiada dilihat oleh mereka itu akan ketelanjangan bapanya.
24 Hata, maka Nuhpun sadarlah dari pada mabuknya, lalu diketahuinyalah akan perbuatan anaknya yang bungsu itu kepadanya.
25 Maka katanya: Laknatlah si Kanaan; biarlah ia menjadi hamba segala hamba saudaranya.
26 Dan lagi kata Nuh: Segala puji bagi Tuhan, yaitulah Allahnya Sem, maka Kanaan itu menjadi hambanya.
27 Maka Allah akan meluaskan Yafet sehingga ia akan menduduki kemah-kemah Sem; maka Kanaan akan menjadi hambanya.
28 Maka kemudian dari pada air bah, Nuh itu hidup tiga ratus lima puluh tahun lamanya.
29 Maka adalah sekalian umur Nuh itu sembilan ratus lima puluh tahun, lalu matilah ia.
Kejadian 10 :
1-32:
1 Bermula, maka inilah anak buahnya anak-anak Nuh, yaitu Sem, Ham dan Yafet; maka kemudian dari pada air bah itu mereka itu beranak laki-laki beberapa orang.
2 Adapun anak laki-laki Yafet yaitu Gomer dan Magog dan Madai dan Yawan dan Tubal dan Mesekh dan Tiras.
3 Maka anak laki-laki Gomer yaitu Askenaz dan Rifat dan Togarma.
4 Maka anak laki-laki Yawan yaitu Elisa dan Tarsis dan segala orang Khitim dan Dodanim.
5 Maka dari pada mereka inilah berpecah-pecah beberapa bangsa kepada segala pulau dan ke tepi-tepi laut, masing-masing dengan bahasanya dan sukunya dan bangsanya.
6 Maka anak laki-laki Ham yaitu Kusy dan Mizraim dan Put dan Kanaan.
7 Maka anak laki-laki Kusy yaitu Seba dan Hawila dan Sapta dan Raema dan Sabtekha; dan anak laki-laki Raema yaitu Syeba dan Dedan.
8 Maka Kusypun beranak Nimrod, maka inilah mulai menjadi seorang penggagah di atas bumi ini.
9 Dan ialah seorang pemburu yang gagah di hadapan hadirat Tuhan, yang dikatakan akan halnya: laksana Nimrod, seorang pemburu yang gagah di hadapan hadirat Tuhan.
10 Maka ibu negeri kerajaannya yaitu Babil dan Erikh dan Akad dan Kalne dalam benua Siniar.
11 Maka dari pada negeri itu keluarlah Asyur, lalu diperbuatnyalah negeri Niniwe dan Rehobot dan Ir dan Kalakh
12 dan Resin, di antara Niniwe dengan Kalakh, maka inilah negeri yang besar itu.
13 Maka Mizraim beranaklah akan segala orang Ludim dan Ananim dan Lehabim dan Naftukhim
14 dan Patrusim dan Kaslukhim (maka dari padanyalah telah terpancar bangsa Filistin) dan Kaftorim.
15 Maka Kanaan beranaklah akan Sidon, yaitu anaknya yang sulung, dan akan Het.
16 dan akan orang Yebuzi dan Amori dan Girgazi
17 dan Hewi dan Arki dan Sini
18 dan Arwadi dan Tsemari dan Hamati; maka kemudian dari pada itu berpecah-pecahlah pula segala bangsa orang Kanani itu.
19 Maka perhinggaan negeri orang Kanani itu dari Sidon arah ke Gerar sampai ke Gaza, dan sampai ke jalan yang menuju ke Sodom dan Gomorah dan Adema dan Zeboyim, hingga sampai ke Lasa.
20 Mereka inilah anak-anak Ham serta dengan kaumnya dan bahasanya dan dalam negeri-negerinya dan dengan bangsanya.
21 Arakian, maka jadi pula anak laki-laki Sem, yaitu bapa segala bani Heber dan saudara Yafet, yang tua.
22 Maka anak laki-laki Sem ia itulah Elam dan Asyur dan Arfaksad dan Lud dan Aram.
23 Maka anak-anak Aram yaitu Uz dan Hul dan Geter dan Maz.
24 Maka Arfaksad beranaklah Selah dan Selah beranak Heber.
25 Maka Heber beranaklah laki-laki dua orang, seorang bernama Peleg, karena pada zamannya cerai-berailah segala orang isi dunia itu, dan nama adiknya itu Yoktan.
26 Maka Yoktan itupun beranaklah Almodad dan Selef dan Hatsarmawit dan Yerakh
27 dan Hadoram dan Uzal dan Dikela
28 dan Obal dan Abimail dan Syeba
29 dan Ofir dan Hawila dan Yobab, sekalian inilah anak laki-laki Yoktan.
30 Maka adalah tempat kediaman mereka itu dari negeri Mesya sampai ke negeri Sefar, pegunungan di sebelah timur.
31 Maka mereka inilah anak cucu Sem serta dengan kaumnya dan bahasanya dan dalam negeri-negerinya dengan bangsanya.
32 Maka inilah segala kaum keluarga anak-anak Nuh, masing-masing dengan anak buahnya dan bangsanya, maka dari pada mereka itulah segala bangsapun telah berpecah-pecah di atas muka bumi, kemudian dari pada air bah itu.
Kejadian 11 :
1-32:
1 Bahwa pada seluruh bumi adalah hanya sebahasa dan sama petuturan.
2 Maka sekali peristiwa, tatkla mereka itu berjalan ke sebelah timur, didapatinya akan suatu padang luas di tanah Siniar, lalu diamlah mereka itu di sana.
3 Maka kata mereka itu seorang kepada seorang: Mari kita memperbuat batu bata serta membakar akan dia baik-baik. Maka batu bata itu baginya akan ganti batu betul dan gala-gala akan ganti kapur.
4 Lagi kata mereka itu: Marilah kita bangunkan sebuah negeri dan sebuah menara, yang kemuncaknya sampai ke langit; demikianlah kita mengadakan suatu nama bagi diri kita, supaya jangan tercerai-berailah kita atas seluruh muka bumi.
5 Hata, maka turunlah Tuhan hendak melihat negeri dan menara yang diperbuat oleh segala anak Adam itu.
6 Maka firman Tuhan: Bahwa segala manusia ini sama sebangsa adanya dan mereka itu sekalian sama sebahasa jua; maka inilah sahaja mulanya perbuatan mereka itu; sekarang bukankah baik mereka itu ditegahkan dari pada segala sesuatu yang hendak diperbuatnya ini?
7 Mari, baiklah kita turun serta mengacaukan bahasanya di sana, supaya seorangpun tiada mengerti akan bahasa kawannya.
8 Maka dengan hal demikian ditaburkan Tuhan akan mereka itu dari sana ke atas segala muka bumi; maka berhentilah mereka itu dari pada pekerjaan membangunkan negeri itu.
9 Maka sebab itu dinamainya akan negeri itu Babil, karena di sana telah dikacaukan Tuhan bahasa segala orang di atas bumi; maka dari sanalah ditaburkan Tuhan akan mereka itu atas seluruh muka bumi.
10 Syahadan, maka inilah anak cucu Sem: tatkala umur Sem seratus tahun diperolehnya Arfaksad, yaitu dua tahun kemudian dari pada air bah.
11 Maka kemudian dari pada beroleh Arfaksad itu Sem hidup lima ratus tahun serta beranak laki-laki dan perempuan.
12 Maka Arfaksad itu hidup tiga puluh lima tahun, lalu beranaklah Selah.
13 Maka kemudian dari pada beroleh Selah itu, Arfaksad hidup empat ratus tiga tahun serta beranaklah laki-laki dan perempuan.
14 Maka Selah itu hidup tiga puluh tahun, lalu beranak Heber.
15 Maka kemudian dari pada beroleh Heber itu Selah hidup empat ratus tiga tahun serta beranak laki-laki dan perempuan.
16 Maka Heber hidup tiga puluh empat tahun, lalu beranak Peleg.
17 Maka kemudian dari pada beroleh Peleg itu Heber hidup empat ratus tiga puluh tahun serta beranak laki-laki dan perempuan.
18 Maka Peleg hidup tiga puluh tahun, lalu beranak Rehu.
19 Maka kemudian dari pada beroleh Rehu itu Peleg hidup dua ratus sembilan tahun serta beranak laki-laki dan perempuan.
20 Maka Rehu hidup tiga puluh dua tahun, lalu beranak Serug.
21 Maka kemudian dari pada beroleh Serug itu Rehu hidup dua ratus tujuh tahun serta beranak laki-laki dan perempuan.
22 Maka Serug hidup tiga puluh tahun, lalu beranak Nahor.
23 Maka kemudian dari pada beroleh Nahor itu Serug hidup dua ratus tahun serta beranak laki-laki dan perempuan.
24 Maka Nahor hidup dua puluh sembilan tahun, lalu beranak Terah;
25 maka kemudian dari pada beroleh Terah itu Nahor hidup seratus sembilan belas tahun serta beranak laki-laki dan perempuan.
26 Maka Terah hidup tujuh puluh tahun, lalu beranak Abram dan Nahor dan Haran.
27 Maka inilah anak buah Terah, yaitu Terah beranak Abram dan Nahor dan Haran, dan Haran beranak Lut.
28 Maka Haran itu mati dahulu dari pada Terah, bapanya, di tanah tempat ia tumpah darah, yaitu di Urkasdim.
29 Maka Abram dan Nahorpun beristerilah; maka nama isteri Abram itu Sarai dan nama isteri Nahor itu Milka, yaitu anak Haran, bapa Milka dan Yiska.
30 Maka Sarai itu mandul, tiada beranak.
31 Maka dibawa oleh Terah akan Abram, anaknya, dan Lut, cucunya, yaitu anak Haran, dan akan Sarai, menantunya, yaitu isteri Abram, anaknya itu, lalu berpindahlah mereka itu dengan dia dari Urkasdim hendak ke tanah Kanaan; maka sampailah mereka itu ke Haran, lalu diamlah di sana.
32 Maka umur Terah dua ratus lima tahun, lalu matilah ia di negeri Haran itu.

Kejadian 2:18 (FULL)

Kejadian 2:18 (TB)

TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."


PENOLONG.... YANG SEPADAN DENGAN DIA

Wanita diciptakan untuk menjadi rekan yang mengasihi dan menolong laki-laki. Selaku rekan ia harus bersama-sama menanggung tanggung jawab laki-laki dan bekerja sama dengannya dalam memenuhi maksud Allah bagi kehidupan laki-laki dan keluarga mereka

(lihat cat. --> Ef 5:22;

[atau ref. Ef 5:22]

lih. Mazm 33:20; 70:6; 115:9, di mana istilah "penolong" dipakai juga

untuk menggambarkan Allah).

Kejadian 2:4-17 (SH)

Kejadian 2:4-17 (TB):
4 Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, —
5 belum ada semak apa pun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apa pun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;
6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu —
7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.
12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.
13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.
14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.
15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
1. BUKAN BUDAK, TETAPI JUGA TIDAK UNTUK BERMANJA-MANJA. (Sabtu, 1 Februari 2003)

Seperti kemarin, perbandingan antara wawasan dari narasi penciptaan di kitab Kejadian dengan wawasan-wawasan dunia menunjukkan keunikan dan keagungan Allah. Kisah-kisah penciptaan agama-agama politeistis purba menempatkan manusia sebagai diciptakan karena kebetulan, atau paling beruntung sengaja diciptakan untuk menjadi babu dari para dewa-dewi. Wawasan dunia modern masa kini menempatkan manusia sebagai sang Ubermensch, manusia super yang eksis demi kebahagiaan dan memanjakan dirnya sendiri tanpa perlu bertanggung jawab kepada otoritas luar lain selain dirinya sendiri.

Genesis 2:16-17 (MHCC)

Genesis 2:16-17 (KJV):
16 And the LORD God commanded the man, saying, Of every tree of the garden thou mayest freely eat:
17 But of the tree of the knowledge of good and evil, thou shalt not eat of it: for in the day that thou eatest thereof thou shalt surely die.
Let us never set up our own will against the holy will of God. There was not only liberty allowed to man, in taking the fruits of paradise, but everlasting life made sure to him upon his obedience. There was a trial appointed of his obedience. By transgression he would forfeit his Maker's favour, and deserve his displeasure, with all its awful effects; so that he would become liable to pain, disease, and death. Worse than that, he would lose the holy image of God, and all the comfort of his favour; and feel the torment of sinful passions, and the terror of his Maker's vengeance, which must endure for ever with his never dying soul. The forbidding to eat of the fruit of a particular tree was wisely suited to the state of our first parents. In their state of innocence, and separated from any others, what opportunity or what temptation had they to break any of the ten commandments? The event proves that the whole human race were concerned in the trial and fall of our first parents. To argue against these things is to strive against stubborn facts, as well as Divine revelation; for man is sinful, and shows by his first actions, and his conduct ever afterwards, that he is ready to do evil. He is under the Divine displeasure, exposed to sufferings and death. The Scriptures always speak of man as of this sinful character, and in this miserable state; and these things are true of men in all ages, and of all nations.

Kejadian 2:16-17 (MHC)

Kejadian 2:16-17 (TB):
16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
POHON PENGETAHUAN TENTANG YANG BAIK DAN YANG JAHAT

Amatilah di sini,

I. Kewibawaan Allah atas manusia sebagai makhluk yang memiliki akal dan kehendak bebas. TUHAN Allah memerintahkan kepada manusia yang sekarang berdiri sebagai tokoh masyarakat serta bapa dan wakil umat manusia, untuk menerima hukum, sama seperti ia baru saja menerima kodrat, bagi dirinya sendiri dan juga bagi seluruh keluarganya. Allah memerintah seluruh makhluk ciptaan-Nya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Semua yang terjadi di alam ini merupakan hukum (Mzm. 148:6; 104:6). Binatang-binatang buas memiliki naluri mereka masing-masing. Namun, manusia dimampukan menggunakan akal sehatnya dan oleh karena itu menerima bukan saja perintah dari Sang Pencipta, melainkan perintah seorang Raja dan Tuan. Walaupun Adam orang yang sangat hebat, sangat baik, dan sangat bahagia, TUHAN Allah memerintah dia. Perintah itu sama sekali bukan untuk mengecilkan kehebatannya, mencela kebaikannya, ataupun mengurangi kebahagiaannya. Biarlah kita mengakui hak Allah untuk memerintah kita, dan mengakui kewajiban kita untuk diperintah oleh-Nya. Jangan pernah membiarkan kehendak sendiri bertolak belakang atau bersaing dengan kehendak suci Allah.

Kejadian 2:17 (JERUSALEM)

Kejadian 2:17 (TB)

tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."


POHON PENGETAHUAN TENTANG YANG BAIK DAN YANG JAHAT

Pengetahuan itu merupakan milik khusus Allah. Dengan berbuat dosa manusia berusaha merebut hal itu bagi dirinya, Kej 3:5,22. Yang dimaksudkan dengan pengetahuan itu bukanlah pengetahuan akan segala-galanya yang tidak lagi dimiliki manusia setelah berdosa. Tidak dimaksudkan pula kemampuan membeda-bedakan baik dan jahat di bidang kesusilaan. Kemampuan itu sudah dimiliki manusia sebelum berdosa dan tidak dapat tidak diberikan kepada makhluk yang berakal. Pengetahuan itu harus diartikan sebagai kemampuan untuk sendiri menentukan apa yang baik dan apa yang jahat, lalu berlaku sesuai dengan penentuan itu. Jadi pada pokoknya pengetahuan itu berakhir bahwa manusia menuntut otonomi di bidang kesusilaan. Dengan demikian manusia ingin meniadakan kedudukannya sebagai makhluk, bdk Yes 5:20, dan merebut kedudukan Allah. Maka dosanya pada pokoknya dosa kesombongan. Pemberontakan manusia terhadap Penciptanya secara kongkrit diungkapkan sebagai pelanggaran suatu perintah Allah yang dilambangkan oleh buah yang terlarang itu

Kejadian 2:16 (FULL)

Kejadian 2:16 (TB)

Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,


TUHAN ALLAH MEMBERI PERINTAH INI KEPADA MANUSIA

Sejak awal sejarah umat manusia terikat dengan Allah melalui iman dan ketaatan kepada Firman-Nya sebagai kebenaran mutlak.

1) Hidup melalui iman dan ketaatan diberikan sebagai prinsip pengatur di dalam hubungan Adam dengan Allah di taman Eden. Adam diingatkan bahwa dia akan mati jikalau melanggar kehendak Allah dan memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat (ayat Kej 2:17). Ancaman kematian ini harus diterima dengan iman berdasarkan firman Allah karena Adam belum melihat kematian manusia.

2) Perintah Allah (ayat Kej 2:16-17) diberikan kepada Adam sebagai ujian moral. Perintah itu menempatkan di hadapannya suatu pilihan yang tegas dan sengaja untuk percaya dan taat, atau tidak percaya dan tidak menaati kehendak Penciptanya.3) Selama Adam mempercayai firman Allah dan taat, dia akan terus memiliki hidup kekal dan hubungan yang bahagia dengan Allah

(lihat art. IMAN DAN KASIH KARUNIA).

Jikalau dia berdosa karena tidak taat, dia akan menuai bencana moral dan kematian (ayat Kej 2:17).

Kejadian 2:8-15 (MHC)

Kejadian 2:8-15 (TB):
8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.
12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.
13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.
14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.
15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
TAMAN EDEN

Di dalam ayat-ayat ini kita melihat perbekalan yang disediakan bagi kesejahteraan keduanya. Dia yang membentuk manusia itu ingin membuatnya senang, asal saja manusia dapat mempertahankan keadaan itu dan tahu bahwa ia sungguh beruntung. Bagian dari diri manusia yang berkaitan dengan dunia perasaan dibuat bahagia sebab ia ditempatkan di taman firdaus Allah. Sedangkan bagian dari dirinya yang berkaitan dengan dunia roh juga diperlengkapi dengan baik, sebab ia dibawa masuk ke dalam kovenan dengan Allah. Ya Tuhan, siapakah manusia hingga ia dimuliakan seperti itu, manusia yang adalah ulat! Di sini kita melihat,

Genesis 2:15 (MHCC)

Genesis 2:15

And the LORD God took the man, and put him into the garden of Eden to dress it and to keep it.


After God had formed Adam, he put him in the garden. All boasting was thereby shut out. Only he that made us can make us happy; he that is the Former of our bodies, and the Father of our spirits, and none but he, can fully provide for the happiness of both. Even in paradise itself man had to work. None of us were sent into the world to be idle. He that made our souls and bodies, has given us something to work with; and he that gave us this earth for our habitation, has made us something to work upon. The sons and heirs of heaven, while in this world, have something to do about this earth, which must have its share of their time and thoughts; and if they do it with an eye to God, they as truly serve him in it, as when they are upon their knees. Observe that the husbandman's calling is an ancient and honourable calling; it was needful even in paradise. Also, there is true pleasure in the business God calls us to, and employs us in. Adam could not have been happy if he had been idle: it is still God's law, He that will not work has no right to eat, 2Th 3:10.