Kejadian 9:24-27 (TB):
NUBUAT NUH
[3] Nuh menubuatkan dan memberitahukan jauh sebelumnya bahwa Allah akan berkenan kepada Sem dan keluarganya sedemikian rupa sampai akan menjadi bukti bagi seluruh dunia, bahwa TUHAN itu adalah Allah Sem, yang atas nama-Nya semua ucapan syukur akan dinaikkan oleh banyak orang kepada-Nya: Terpujilah TUHAN, Allah Sem.
Di sini kita membaca perihal,
I. Nuh menyadari keadaan dirinya: Ia sadar dari mabuknya. Tidur telah memulihkan keadaan dirinya. Kita boleh beranggapan bahwa ia begitu dipulihkan sehingga sesudah itu ia tidak kembali kepada dosa itu lagi. Orang-orang yang tidur seperti Nuh harus berusaha bangun seperti Nuh, jangan seperti orang-orang pemabuk (Ams. 23:35) yang ketika siuman lalu berkata, aku akan mencari anggur lagi.
II. Roh nubuat datang ke atas Nuh, dan sama seperti Yakub yang sedang sekarat, ia memberitahukan apa yang akan mereka alami di kemudian hari ( Kejadian 49:1).
1. Ia memberitahukan sebuah kutukan atas Kanaan, anak Ham (ay. 25), yang di dalamnya Ham sendiri terkutuk. Mungkin karena anaknya ini sekarang lebih berdosa daripada anggota keluarga lainnya, atau sebab semua keturunan penerus dari anak ini akan tercabut dari tanah mereka, untuk memberikan ruang bagi Israel. Musa mencatat di sini untuk menghidupkan gambaran tentang berbagai perang yang terjadi di Kanaan. Meskipun bangsa Kanaan adalah bangsa yang sangat ditakuti karena kekuasaan dan jumlah mereka yang besar, mereka adalah bangsa yang terkutuk sejak zaman dahulu kala, dan ditakdirkan untuk mengalami kehancuran. Secara khusus kutukan ini menyatakan bahwa Kanaan akan menjadi hamba yang paling hina (artinya, hamba yang paling miskin dan rendah), bahkan bagi saudara-saudaranya. Orang-orang Kanaan itu sama tinggi derajatnya dengan orang-orang Sem dan Yafet ketika dilahirkan, tetapi mereka akan menjadi tuan bagi saudara-saudara mereka ketika ditaklukkan. Hal ini jelas menunjukkan kemenangan-kemenangan yang diperoleh Israel atas bangsa Kanaan. Mereka dikalahkan dengan pedang atau dengan menyerahkan diri dan takluk kepada bangsa Israel (Yos. 9:23; Hak. 1:28, 30, 33, 35), yang baru terjadi setelah 800 tahun kemudian semenjak kutukan ini. Perhatikanlah,
(1) Allah sering menimpakan hukuman kejahatan akhlak orangtua kepada anak-anak, khususnya jika anak-anak itu mewarisi watak jahat ayah-ayah mereka, dan meniru perbuatan jahat ayah mereka, dan tidak berbuat apa-apa untuk memutuskan warisan kutuk itu dengan cara bertobat.
(2) Aib pantas ditimpakan ke atas orang-orang yang menimpakan aib ke atas orang lain, terutama mereka yang mempermalukan dan menyedihkan orangtua sendiri. Seorang anak yang tidak berbakti dan mengejek orangtuanya tidak layak lagi disebutkan anak bapa, tetapi pantas dijadikan salah satu orang upahan, bahkan hamba yang paling hina di antara saudara-saudaranya.
(3) Walaupun kutukan ilahi itu bekerja dengan perlahan-lahan, namun cepat atau lambat kutukan itu akan digenapi. Bangsa Kanaan berada di bawah bayangan kutuk perhambaan, meskipun dalam masa yang panjang mereka berkuasa untuk sementara. Sebab sebuah keluarga, bangsa, atau perorangan yang berada di bawah bayang-bayang kutuk, dapat hidup lama dalam kemakmuran di dunia ini, sampai takaran kejahatan mereka penuh, seperti halnya bangsa Kanaan itu. Banyak orang yang telah ditetapkan untuk binasa tetapi belum cukup matang untuk menuai kebinasaan itu. Oleh karena itu, janganlah hatimu iri kepada orang-orang berdosa.
2. Nuh mewariskan berkat ke atas Sem dan Yafet.
(1) Nuh memuji Sem, atau lebih tepatnya memuji Allah atas perbuatan Sem, sehingga pujian itu mewariskan kehormatan dan kebahagiaan terbesar yang tidak terbayangkan (ay. 26). Amatilah,
[1] Ia menyebut TUHAN sebagai Allah Sem. Berbahagialah, bahkan berbahagialah tiga kali lipat, bangsa yang Allahnya ialah TUHAN! (Mzm. 144:15). Semua berkat termasuk di dalamnya. Ini adalah berkat yang dianugerahkan kepada Abraham dan keturunannya. Allah yang bertakhta di dalam sorga tidak malu disebut Allah mereka (Ibr. 11:16). Melalui berkat ini Sem memperoleh pahala yang cukup atas rasa hormat yang diberikannya kepada ayahnya, sampai-sampai TUHAN sendiri menaruh kehormatan ini ke atasnya, dengan menjadi Allahnya. Berkat ini juga cukup memberikan pahala bagi semua pelayanan kita dan penderitaan kita bagi nama-Nya.
[2] Ia memberikan kemuliaan kepada Allah atas perbuatan baik yang telah dilakukan Sem. Bukannya memuji dan meninggikan Sem yang sekadar menjadi alat-Nya, ia malah memuji dan meninggikan Allah yang merancang kebaikan itu. Perhatikanlah, kemuliaan semua hal yang telah kita lakukan atau dilakukan oleh orang lain, harus kita berikan kepada Allah dengan penuh kerendahan hati dan rasa syukur, kepada Dia yang mengerjakan segala pekerjaan baik di dalam kita dan untuk kita. Ketika kita melihat pekerjaan baik yang dilakukan seseorang yang harus kita muliakan, jangan berikan kemuliaan itu kepada mereka, tetapi berikanlah kepada Bapa kita (Mat. 5:16). Dengan cara demikian ketika Daud memuji Abigail, ia sebenarnya memuji Allah yang telah mengutus perempuan ini (1Sam. 25:32), sebab merupakan suatu kehormatan dan kesukaan untuk bekerja bagi Allah dan dipakai oleh-Nya dalam melakukan perbuatan baik.
[3] Nuh menubuatkan dan memberitahukan jauh sebelumnya bahwa Allah akan berkenan kepada Sem dan keluarganya sedemikian rupa sampai akan menjadi bukti bagi seluruh dunia, bahwa TUHAN itu adalah Allah Sem, yang atas nama-Nya semua ucapan syukur akan dinaikkan oleh banyak orang kepada-Nya: Terpujilah TUHAN, Allah Sem.
[4] Berkat ini menunjukkan bahwa jemaat harus dibangun dan berkelanjutan dalam keturunan Sem. Karena dari dialah diturunkan bangsa Yahudi, yang untuk jangka waktu yang panjang menjadi satu-satunya bangsa yang percaya kepada Allah dan menjadi milik Allah di dunia ini.
[5] Sebagian orang berpendapat bahwa keterangan yang diberikan di sini merujuk kepada Kristus, yang adalah TUHAN Allah dan dalam sifat kemanusiaan-Nya harus berasal dari keturunan Sem. Dari dirinyalah Kristus di dalam wujud manusia akan datang.
[6] Secara khusus dikatakan bahwa Kanaan akan menjadi hamba baginya. Perhatikanlah, orang-orang yang memiliki TUHAN sebagai Allah mereka akan memperoleh banyak kehormatan dan kuasa dari dunia ini ketika dunia melihat kebaikan di dalam diri mereka.
(2) Nuh memberkati Yafet, dan di dalam dia, daerah-daerah pesisir, akan dihuni oleh keturunannya: Allah kiranya akan meluaskan tempat kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem (ay. 27). Nah,
[1] Sebagian orang menafsirkan ayat ini seluruhnya menjadi milik Yafet, yang menyatakan, pertama, kemakmuran duniawinya, bahwa keturunannya akan menjadi demikian banyak dan berjaya hingga mereka akan menjadi penguasa atas kemah-kemah Sem. Hal ini telah digenapi ketika orang-orang Yahudi, bangsa yang paling menonjol dari keturunan Sem, diserahkan di bawah kekuasaan bangsa Yunani kuno terlebih dahulu dan kemudian kepada bangsa Romawi, yang keduanya adalah keturunan Yafet. Perhatikanlah, kemakmuran duniawi bukanlah tanda yang mutlak dari jemaat yang benar. Atau, kedua, hal itu menunjukkan pertobatan bangsa bukan Yahudi, dan membawa mereka menjadi jemaat. Kemudian kita membaca lebih lanjut, Allah akan meyakinkan Yafet (begitulah arti kata yang dipakai), dan kemudian setelah diyakinkan, ia akan tinggal dalam kemah-kemah Sem. Artinya, bangsa Yahudi dan bukan Yahudi akan bersatu di dalam pelukan Injil. Setelah banyak bangsa-bangsa bukan Yahudi menganut agama orang Yahudi, keduanya akan dipersatukan di dalam Kristus (Ef. 2:14-15). Dan, jemaat Kristen yang sebagian besar terdiri atas orang-orang bukan Yahudi, akan menggantikan orang-orang Yahudi dalam menikmati hak istimewa melalui keanggotaan jemaat. Orang-orang Yahudi membuang diri mereka sendiri karena ketidakpercayaan mereka, dan bangsa-bangsa bukan Yahudi akan tinggal dalam kemah-kemah mereka (Rm. 11:11 dan seterusnya). Perhatikanlah, hanya Allah saja yang dapat membawa mereka yang telah memisahkan diri untuk kembali ke dalam jemaat. Kuasa Allah itulah yang membuat Injil Kristus dapat menyelamatkan (Rm. 1:16). Dan lagi, jiwa-jiwa dibawa ke dalam jemaat bukan dengan paksaan, tetapi dengan cara diyakinkan (Mzm. 110:3). Mereka ditarik dengan tali kemanusiaan, dan diyakinkan dengan alasan untuk menjadi saleh.
[2] Sebagian orang menafsirkan ayat tadi sebagai merujuk kepada Yafet dan Sem, karena Sem masih belum diberkati secara langsung (ay. 26). Pertama, Yafet memiliki berkat dunia ini: Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, meluaskan keturunannya, dan meluaskan batas-batas tanahnya. Kemakmuran Yafet meliputi seluruh benua Eropa, sebagian besar Asia, dan mungkin juga Amerika. Perhatikanlah, Allah harus diakui dalam semua perluasan yang kita dapatkan. Dialah yang meluaskan pantai dan meluaskan hati. Dan lagi, banyak yang tinggal dalam kemah-kemah besar, tidak tinggal dalam kemah Allah, seperti halnya Yafet. Kedua, Sem memiliki berkat dari sorga di atas: Ia akan (yaitu Allah) tinggal dalam kemah-kemah Sem. Artinya ”Dari dirinyalah Kristus akan datang, dan dalam keturunannya jemaat akan dilanjutkan. Hak waris itu sekarang dibagi antara Sem dan Yafet. Sedangkan Ham ditolak sepenuhnya. Dalam kerajaan yang sama-sama menjadi bagian mereka, Kanaan ditetapkan menjadi hamba keduanya. Bagian dua kali lipat diberikan kepada Sem, karena Allah akan tinggal dalam kemah-kemah Sem. Kita pasti akan lebih berbahagia jika Allah tinggal dalam kemah-kemah kita, daripada jika kita memiliki semua perak dan emas dalam dunia ini. Lebih baik tinggal dalam kemah-kemah bersama Allah daripada tinggal dalam istana tanpa Dia. Di Salem, tempat kemah Allah berada, ada lebih banyak kesenangan dan kepuasan daripada di semua daerah pesisir bangsa-bangsa bukan Yahudi. Ketiga, Mereka berdua berkuasa atas Kanaan: Kanaan akan menjadi hamba bagi keduanya, begitulah pendapat sebagian orang. Ketika Yafet bergabung dengan Sem, Kanaan tersungkur di hadapan mereka berdua. Ketika orang-orang asing menjadi sahabat, musuh menjadi hamba.
No comments:
Post a Comment