Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 2:15 (FULL)

Kejadian 2:15 (TB)

TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.


MENEMPATKANNYA DALAM TAMAN EDEN

Pada saat ini Adam selaku manusia pertama kudus, bebas dosa dan dalam hubungan yang sempurna dengan Allah. Adam merupakan puncak ciptaan Allah dan diberikan tanggung jawab untuk bekerja di bawah pengarahan Allah dalam memelihara ciptaan-Nya ini. Hubungan harmonis di antara Allah dengan manusia ini hilang karena Adam dan Hawa tidak taat (Kej 3:6,14-19).

Genesis 2:8-14 (MHCC)

Genesis 2:8-14 (KJV):
8 And the LORD God planted a garden eastward in Eden; and there he put the man whom he had formed.
9 And out of the ground made the LORD God to grow every tree that is pleasant to the sight, and good for food; the tree of life also in the midst of the garden, and the tree of knowledge of good and evil.
10 And a river went out of Eden to water the garden; and from thence it was parted, and became into four heads.
11 The name of the first is Pison: that is it which compasseth the whole land of Havilah, where there is gold;
12 And the gold of that land is good: there is bdellium and the onyx stone.
13 And the name of the second river is Gihon: the same is it that compasseth the whole land of Ethiopia.
14 And the name of the third river is Hiddekel: that is it which goeth toward the east of Assyria. And the fourth river is Euphrates.
The place fixed upon for Adam to dwell in, was not a palace, but a garden. The better we take up with plain things, and the less we seek things to gratify pride and luxury, the nearer we approach to innocency. Nature is content with a little, and that which is most natural; grace with less; but lust craves every thing, and is content with nothing. No delights can be satisfying to the soul, but those which God himself has provided and appointed for it. Eden signifies delight and pleasure. Wherever it was, it had all desirable conveniences, without any inconvenience, though no other house or garden on earth ever was so. It was adorned with every tree pleasant to the sight, and enriched with every tree that yielded fruit grateful to the taste and good for food. God, as a tender Father, desired not only Adam's profit, but his pleasure; for there is pleasure with innocency, nay there is true pleasure only in innocency. When Providence puts us in a place of plenty and pleasure, we ought to serve God with gladness of heart in the good things he gives us. Eden had two trees peculiar to itself. 1. There was the tree of life in the midst of the garden. Of this man might eat and live. Christ is now to us the Tree of life, Rev 2:7; Rev 22:2; and the Bread of life, Joh 6:48, Joh 6:51. 2. There was the tree of the knowledge of good and evil, so called because there was a positive revelation of the will of God about this tree, so that by it man might know moral good and evil. What is good? It is good not to eat of this tree. What is evil? It is evil to eat of this tree. In these two trees God set before Adam good and evil, the blessing and the curse.

Kejadian 2:10 (JERUSALEM)

Kejadian 2:10 (TB)

Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.


Kej 2:10-14 berupa sisipan yang harus diberi berkurung. Sisipan itu mungkin sekali dimasukkan oleh Yahwista sendiri yang memanfaatkan pikiran kuno mengenai bentuk bumi. Taman Eden tidak mau diletakkan di tempat tertentu. Pengarang hanya mau berkata bahwa sungai-sungai besar yang berperan sebagai "pembuluh vital" keempat bagian bumi semua mempunyai sumbernya di dalam firdaus. Tidak mengherankan bahwa geografi dalam ayat-ayat ini agak kabur. Sungai Efrat dan Tigris memang dikenal baik oleh ilmu bumi. Kedua sungai ini bersumber di pegunungan Armenia. Tetapi tentang sungai Pison dan Gihon tidak diketahui apa-apa. Menurut Kej 10:29 Hawila adalah sebuah daerah di negeri Arab. Kusy biasanya sama dengan Etiopia. Namun tidak pasti juga bahwa di sini kedua nama itu harus dimengerti menurut artinya yang lazim.

Kejadian 2:12 (JERUSALEM)

Kejadian 2:12 (TB)

Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.


Ini suatu jenis getah yang harum mewangi.

Kejadian 2:9 (JERUSALEM)

Kejadian 2:9 (TB)

Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.


POHON KEHIDUPAN

Ialah lambang kebakaan, bdk Kej 3:22+. Mengenai "pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat" bdk Kej 2:17+.

Kejadian 2:9 (FULL)

Kejadian 2:9 (TB)

Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.


POHON KEHIDUPAN

Dua pohon di taman ini memiliki kepentingan khusus.

1) "Pohon kehidupan" mungkin dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kematian jasmaniah. Pohon ini dikaitkan dengan hidup kekal dalam Kej 3:22 (bd. Wahy 2:7). Umat Allah akan menikmati pohon kehidupan di langit baru dan bumi baru (Wahy 2:7; 22:2).

Kejadian 2:1-7 (SH)

Kejadian 2:1-7 (TB):
1 Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
4 Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, —
5 belum ada semak apa pun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apa pun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;
6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu —
7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
ENAM BANDING SATU (Selasa, 4 Januari 2011)

Kata "istirahat" dimaknai sebagai berhenti sejenak untuk melepaskan lelah. Lalu bila Allah berhenti dari kegiatan penciptaan alam semesta (2-3), apakah itu terjadi karena Dia merasa lelah dan perlu berhenti untuk beristirahat? Tentu bukan. Dia berhenti pada hari ketujuh untuk menunjukkan bahwa karya penciptaan-Nya telah selesai.