Kejadian 11:3-4 (TB):
3, 4. Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota ... sebuah menara ... dan ... kita cari nama. Ketika keturunan Nuh yang bergerak ke timur telah menemukan sebuah tempat untuk dijadikan tempat tinggal, mereka mengambil keputusan untuk mendirikan sebuah kota. Mereka akan mendirikan sebuah menara yang demikian tingginya sehingga puncaknya diharapkan dapat menyentuh "busur langit" di atas mereka. Bangunan raksasa ini akan memberikan keuntungan bagi mereka dengan mana mereka bisa memperoleh kedudukan terhormat di mata manusia dan mungkin juga di mata Allah.
Tujuan dari proyek tersebut ada dua. Pertama, mereka ingin memastikan tentang kekuatan yang bisa timbul dari kesatuan. Kota dan menara itu akan mengikat mereka menjadi kelompok yang kokoh --- bahkan tanpa pertolongan Allah sekalipun. Mereka mengatakan: supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi. Di sisi yang lain, mereka berniat untuk menjadikan diri mereka terkenal --- marilah kita cari nama. Dosa karena menganggap diri mampu berdiri sendiri dan karena angkuh menguasai pikiran mereka. Mereka ingin memastikan bahwa mereka tidak akan dilupakan orang. Menara itu akan mempersatukan mereka dan memastikan bahwa nama mereka diabadikan. Bangunan yang menjulang itu akan merupakan monumen tentang tenaga, keberanian, kepandaian dan kekayaan mereka. Banyak kota yang megah seperti Babel, Sodom, Gomora, Sidon, Tirus dan Roma terbukti hanyalah bangunan-bangunan yang suci. Pada saat manusia menolak hukum dan kasih karunia Allah serta meninggikan diri, malapetaka pasti menimpa mereka.
No comments:
Post a Comment