Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 8:6-12 (MHC)

Kejadian 8:6-12 (TB):
6 Sesudah lewat empat puluh hari, maka Nuh membuka tingkap yang dibuatnya pada bahtera itu.
7 Lalu ia melepaskan seekor burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi.
8 Kemudian dilepaskannya seekor burung merpati untuk melihat, apakah air itu telah berkurang dari muka bumi.
9 Tetapi burung merpati itu tidak mendapat tempat tumpuan kakinya dan pulanglah ia kembali mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, karena di seluruh bumi masih ada air; lalu Nuh mengulurkan tangannya, ditangkapnya burung itu dan dibawanya masuk ke dalam bahtera.
10 Ia menunggu tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya pula burung merpati itu dari bahtera;
11 menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi.
12 Selanjutnya ditunggunya pula tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya burung merpati itu, tetapi burung itu tidak kembali lagi kepadanya.
NUH MELEPASKAN BURUNG GAGAK DAN MERPATI

Selanjutnya ditunggunya pula tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya burung merpati itu, tetapi burung itu tidak kembali lagi kepadanya. Di sini kita mendapati cerita tentang mata-mata yang dikirim Nuh untuk memberinya informasi dari dunia luar, seekor burung gagak dan seekor burung merpati. Amatilah di sini,

I. Bahwa walaupun Allah sudah memberi tahu Nuh secara khusus kapan air bah akan datang, bahkan sampai pada hari terjadinya (7:4), Ia tidak memberinya penjelasan khusus melalui pewahyuan pada pukul berapa, dan dengan cara-cara apa, air itu akan pergi,

1. Karena pengetahuan tentang datangnya air bah penting bagi dia untuk mempersiapkan bahtera, dan untuk berdiam di dalamnya. Tetapi, pengetahuan tentang perginya air bah hanya bisa memuaskan rasa ingin tahunya, dan disembunyikannya pengetahuan itu dari dia akan menjadi latihan yang diperlukan bagi iman dan kesabarannya. Dan,

2. Ia tidak bisa meramalkan kedatangan air bah itu, kecuali melalui pewahyuan. Tetapi, dengan sarana-sarana biasa, ia dapat mengetahui berkurangnya air itu, dan oleh sebab itu Allah berkenan untuk membiarkan dia menggunakan sarana-sarana itu.

II. Bahwa meskipun Nuh dengan iman mengharapkan kebebasannya, dan dengan sabar menantikannya, namun ia merasa penasaran tentangnya, sebab ia berpikir akan terkurung seperti itu untuk waktu yang lama. Perhatikanlah, keinginan-keinginan untuk dilepaskan dari masalah, pengharapan-pengharapan yang sungguh-sungguh untuk itu, dan pertanyaan-pertanyaan tentang kedatangannya yang dekat pada kita, akan berpadanan dengan sangat baik dengan ketulusan iman dan kesabaran. Siapa yang percaya tidak akan gelisah sehingga bertindak mendahului Allah, sebaliknya ia gelisah untuk menemui-Nya (Yes. 28:16). Secara khusus,

1. Nuh mengirimkan seekor burung gagak melalui tingkap bahtera, yang kemudian pergi, atau dalam ungkapan bahasa Ibrani terbang pulang pergi, yakni, terbang ke sana kemari, dan memakan bangkai-bangkai yang terapung, tetapi kembali ke bahtera untuk beristirahat. Mungkin bukan di dalam bahtera, melainkan di atasnya. Hal ini hanya membuat Nuh sedikit puas. Oleh sebab itu,

2. Ia mengirimkan seekor burung merpati, yang pertama-tama kembali tanpa kabar baik, malah basah dan kotor. Tetapi untuk kali kedua, ia membawa daun zaitun pada paruhnya, yang tampaknya sudah dipatuk terlebih dahulu. Ini suatu petunjuk jelas bahwa sekarang pepohonan, pohon-pohon yang berbuah, mulai tampak di atas air. Perhatikanlah di sini,

(1) Bahwa Nuh mengirimkan burung merpati itu untuk kali kedua tujuh hari setelah ia pertama kali terbang, dan untuk kali ketiga setelah tujuh hari juga. Dan mungkin kali pertama ia dikirim ke luar adalah tujuh hari setelah burung gagak dikirim ke luar. Ini menunjukkan bahwa pengiriman itu dilakukan pada hari Sabat, yang, tampaknya, dijalani Nuh dengan ibadah di dalam bahtera. Setelah menjalankan hari Sabat dalam sebuah perkumpulan jemaat yang khidmat dan kecil, ia lalu mengharapkan berkat-berkat khusus dari sorga, dan mencari tahu tentangnya. Setelah memanjatkan doanya, ia menengadah ke atas (Mzm. 5:4).

(2) Burung merpati adalah lambang dari jiwa yang penuh rahmat, yang karena tidak mendapat tumpuan bagi kakinya, tidak mendapat kedamaian atau kepuasan yang teguh di dunia ini, dunia yang menajiskan dan yang tenggelam dalam air bah ini, lalu kembali kepada Kristus seperti kepada bahteranya, seperti kepada Nuhnya. Hati yang bersifat kedagingan, seperti burung gagak, hanyut dalam dunia, dan memakan bangkai-bangkai yang ditemukannya di sana. Tetapi kembalilah tenang hai jiwa-Ku, kembalilah kepada Nuh- mu, itulah kata yang digunakan (Mzm. 116:7). Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan berlari kepada-Nya! (Mzm. 55:7). Dan sama seperti Nuh mengulurkan tangannya, mengambil burung merpati, dan menarik burung itu ke dalam bahtera, demikian pula Kristus dengan penuh rahmat akan menjaga, menolong, dan menyambut orang-orang yang berlari kepada-Nya untuk mendapat tempat peristirahatan.

(3) Ranting pohon zaitun, yang merupakan lambang kedamaian, tidak dibawa oleh burung gagak, burung pemangsa, tidak pula oleh burung merak yang ceria dan congkak, melainkan oleh burung merpati yang lembut, sabar, dan rendah hati. Kecenderungan hati yang seperti merpatilah yang akan membawa pertanda-pertanda ketenangan dan sukacita ke dalam jiwa.

(4) Sebagian orang memandang kesemuanya ini secara kiasan. Hukum pertama kali dikirimkan seperti burung gagak, tetapi tidak membawa kabar tentang surutnya air murka Allah, yang di dalamnya dunia umat manusia tenggelam. Oleh sebab itu, dalam kegenapan waktu, Allah mengirimkan Injil-Nya, seperti burung merpati, yang dalam rupa ini Roh Kudus turun, dan ia memberi kita ranting pohon zaitun serta membawa pengharapan yang lebih baik.

No comments: