Kejadian 7:16-18 (TB):
16-18. Tuhan menutup pintu ... di belakang Nuh (sãgar) ... air itu makin bertambah-tambah (gãbar). Di tengah-tengah amukan badai dan gelombang air yang besar, Yehovah, Allah perjanjian, mengulurkan tangan kemurahan-Nya dan menutup pintu bahtera untuk menyelamatkan orang-orang-Nya. Tetapi Dia teras mencurahkan gelombang-gelombang air untuk menghancurkan sepenuhnya orang-orang berdosa di muka bumi. Para penghuni rumah terapung itu dapat terapung terus dengan aman dan terlindung sebab mereka mengandalkan Allah. Tangan ilahi yang telah membelah samudera raya dan membuka tingkap-tingkap di langit untuk mencurahkan kehancuran telah juga menunjukkan perhatian penuh kasih bagi orang-orang yang akan merupakan inti dari awal yang baru.
Sementara orang-orang pilihan Allah berdiam dengan aman di dalam bahtera, air teras bertambah dan meliputi seluruh bumi. Kata kerja gãbar menunjuk kepada penguasaan, penundukan dan kuasa yang besar. Dengan tidak kenal kasihan air memegang kendali dan terus memerintah hingga gunung-gunung yang tinggipun tenggelam. Kembali maksud ilahi yang agung, perkasa dan memaksa menjadi makin jelas. Maksud ilahi sedang dilaksanakan di bumi. Kehendak Allah sedang dikerjakan.
No comments:
Post a Comment