Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 6:3 (MHC)

Kejadian 6:3 (TB)

Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."


Ancaman Allah untuk Menarik Roh-Nya (Kejadian 6:3)

Pernyataan ini diberikan di sini sebagai pertanda murka Allah terhadap mereka yang mengawini perempuan-perempuan asing. Ia mengancam akan menarik Roh-Nya dari mereka, yang sudah mereka buat berduka dengan perkawinan-perkawinan seperti itu, padahal hati nurani mereka bertentangan dengan itu. Hawa-hawa nafsu kedagingan sering kali dihukum dengan penghakiman-penghakiman rohani, yang paling pedih daripada semua penghakiman. Atau ini juga merupakan akibat lain dari kefasikan dunia lama yang sangat hebat itu, yaitu bahwa Roh Tuhan, karena dibuat murka oleh penolakan mereka terhadap pekerjaan-pekerjaan-Nya, tidak lagi bergulat dengan mereka, dan tak lama kemudian agama seluruhnya terhilang dari antara mereka. Hal ini sudah diperingatkan-Nya kepada mereka sebelumnya, agar mereka jangan lagi membuat murka Roh Kudus-Nya, tetapi agar dengan doa-doa mereka Roh Kudus-Nya dapat tinggal bersama-sama dengan mereka. Amatilah dalam ayat ini,

I. Tekad Allah untuk tidak selalu tinggal bersama-sama melalui Roh-Nya dengan manusia. Pada waktu itu Roh bergulat melalui pemberitaan Nuh (1Ptr. 3:19-20) dan melalui teguran-teguran di dalam batin, tetapi itu sia-sia saja pada kebanyakan orang. Oleh sebab itu, firman Allah, Ia tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia (KJV: Ia tidak akan selama-lamanya bergulat dengan manusia – pen.). Perhatikanlah,

1. Roh yang terberkati itu bergulat dengan orang-orang berdosa, dengan menginsafkan dan memperingatkan hati nurani, untuk membuat mereka berbalik dari dosa kepada Allah.

2. Jika Roh itu ditolak, dipadamkan, dan dilawan, maka meskipun Ia lama bergulat, tidak akan selama-lamanya Ia bergulat (Hos. 4:17).

3. Sungguh sedang menuju kehancuran dengan cepat orang-orang yang ditinggalkan oleh Roh anugerah untuk bergulat.

II. Alasan untuk tekad ini: Karena manusia itu adalah daging, maksudnya, sudah rusak tanpa bisyhb a disembuhkan lagi, dan dipenuhi oleh hawa nafsu badaniah, sehingga bergulat dengannya tidak akan menghasilkan apa-apa. Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya? Manusia itu, maksudnya, semua manusia, baik yang satu maupun yang lain, mereka semua sudah tenggelam ke dalam lumpur kedagingan. Perhatikanlah,

1. Sifat yang sudah rusaklah, dan kecenderungan jiwa terhadap kedagingan, yang melawan pergulatan-pergulatan Roh dan membuatnya tidak berhasil.

2. Apabila seorang pendosa sudah lama melekat pada kepentingan itu, dan berpihak pada kedagingan melawan Roh, maka sudah sewajarnya Roh menarik pekerjaan-Nya, dan tidak lagi bergulat. Tidak ada orang yang kehilangan pergulatan-pergulatan Roh kecuali mereka terlebih dahulu menyangkalinya.

III. Penangguhan waktu diberikan, kendati demikian: Tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja. Selama itu saja Aku akan menunda penghakiman yang pantas mereka dapatkan, dan memberi mereka kesempatan untuk mencegah penghakiman itu dengan pertobatan dan pembaruan diri mereka. Keadilan berkata, tebanglah mereka, tetapi belas kasihan menengahi, Tuan, biarkanlah mereka tumbuh tahun ini lagi. Dan sejauh ini belas kasihan berhasil, bahwa penangguhan didapatkan selama enam kali dua puluh tahun lagi. Perhatikanlah, waktu untuk kesabaran dan penahanan diri Allah terhadap orang-orang berdosa yang membangkitkan amarah-Nya kadang-kadang lama, tetapi selalu terbatas: penangguhan waktu bukanlah pengampunan. Meskipun Allah bersabar diri sangat lama, tidak selama-lamanya Ia menahan diri.

No comments: