Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 5:1-5 (MHC)

Kejadian 5:1-5 (TB):
1 Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah;
2 laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama "Manusia" kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan.
3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.
4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.
SILSILAH-SILSILAH

Pasal ini adalah satu-satunya sejarah asli yang masih ada tentang masa awal dunia dari mulai penciptaan sampai air bah, yang meliputi (sesuai dengan kebenaran teks Ibrani) 1656 tahun, seperti yang dengan mudah bisa dihitung berdasarkan umur-umur bapa-bapa leluhur, sebelum mereka memperanakkan seorang anak yang melalui dia garis keturunan sampai pada Nuh. Ini adalah salah satu dari apa yang disebut Rasul Paulus sebagai “silsilah yang tiada putus-putusnya” (1Tim. 1:4), sebab Kristus, yang merupakan akhir dari hukum Perjanjian Lama, juga merupakan akhir dari silsilah-silsilah Perjanjian Lama. Kepada-Nya-lah mereka memandang, dan di dalam Dialah mereka berpusat. Silsilah yang dicatat di sini disisipkan secara singkat dalam asal-usul Juruselamat kita (Luk. 3:36-38), dan sangat berguna untuk menunjukkan bahwa Kristus adalah “keturunan perempuan” yang dijanjikan itu. Di sini kita mendapati penceritaan,

I. Tentang Adam (ay. 1-5).
II. Set (ay. 6-8).
III. Enos (ay. 9-11).
IV. Kenan (ay. 12-14).
V. Mahalaleel (ay. 15-17).
VI. Yared (ay. 18-20).
VII. Henokh (ay. 21-24).
VIII. Metusalah (ay. 25-27).
IX. Lamekh dan Nuh anaknya (ay. 28-32).

Seluruh Kitab Suci, karena diilhamkan Allah, bermanfaat, meskipun tidak semuanya sama besar manfaatnya.

Silsilah-silsilah (Kejadian 5:1-5)

Kata-kata pertama dari pasal ini merupakan judul atau inti dari seluruh pasal: ini adalah kitab tentang keturunan Adam (KJV). Ini adalah daftar atau katalog tentang anak cucu Adam, bukan semuanya, melainkan hanya tunas yang kudus yang keluar dari tunggulnya (Yes. 6:13), dan yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia (Rm. 9:5). Di sini terdapat nama-nama, umur, dan kematian orang-orang yang merupakan para penerus dari Adam yang pertama di dalam pemeliharaan janji Allah, dan nenek moyang dari Adam kedua. Silsilah itu dimulai dengan Adam sendiri. Inilah,

I. Penciptaannya (ay. 1-2), yang di dalamnya kita mendapati secara ringkas pengulangan dari apa yang sebelumnya diceritakan secara panjang lebar tentang penciptaan manusia. Ini adalah hal yang harus sering-sering kita dengar dan harus kita kenali dengan cermat. Amatilah di sini,

1. Bahwa manusia diciptakan oleh Allah. Manusia tidak diciptakan oleh dirinya sendiri, oleh sebab itu ia tidak boleh menjadi tuan atas dirinya sendiri. Sebaliknya, Pencipta keberadaannya haruslah menjadi pengarah bagi gerakan-gerakannya, dan pusat dari semua gerakannya itu.

2. Bahwa ada suatu hari ketika Allah menciptakan manusia. Manusia bukanlah dari kekekalan, melainkan dari masa lampau. Ia bukanlah anak sulung, melainkan anak bungsu dari ciptaan.

3. Bahwa Allah menciptakan dia menurut rupa-Nya sendiri, benar dan kudus, dan oleh sebab itu, tidak diragukan lagi, berbahagia. Hakikat manusia lebih menyerupai hakikat ilahi dibandingkan dengan hakikat makhluk mana pun di dunia bawah ini.

4. Bahwa Allah menciptakan mereka laki-laki dan perempuan (ay. 2), baik untuk menghibur satu sama lain maupun untuk menjaga dan mengembangbiakkan jenis mereka. Adam dan Hawa diciptakan langsung oleh tangan Allah, kedua-duanya diciptakan menurut rupa Allah. Dan oleh sebab itu di antara kedua jenis kelamin tersebut tidak ada jurang dan ketidaksetaraan yang lebar sebagaimana yang dibayangkan oleh sebagian orang.

5. Bahwa Allah memberkati mereka. Sudah biasa bagi orangtua untuk memberkati anak-anak mereka. Demikian pula bagi Allah, Bapa bagi semuanya, untuk memberkati anak-anak-Nya. Tetapi orangtua di dunia hanya bisa memohonkan berkat, sedangkan hak istimewa Allahlah untuk memerintahkannya. Ini terutama merujuk pada berkat perkembangbiakan, namun tanpa mengecualikan berkat-berkat lain.

6. Bahwa Ia memberikan nama “Manusia” KJV: “Adam” – pen.)kepada mereka. Adam berarti bumi, bumi merah. Nah,

(1) Allah-lah yang memberinya nama ini. Adam sendiri sebelumnya sudah memberikan nama kepada semua makhluk lain, tetapi ia tidak boleh memilih namanya sendiri, supaya jangan ia mengambil suatu gelar yang megah dan muluk-muluk. Sebaliknya, Allah memberinya sebuah nama yang akan terus-menerus mengingatkan dia akan kehinaan asal usulnya, dan mewajibkan dia untuk memandang gunung batu yang dari padanya ia terpahat, dan lobang penggalian batu yang dari padanya ia tergali (Yes. 51:1). Hanya ada sedikit saja alasan untuk bermegah bagi orang yang berkerabat begitu dekat dengan debu.

(2) Ia memberikan nama ini baik kepada laki-laki maupun kepada perempuan. Karena pada mulanya mereka satu menurut kodrat, dan setelah itu satu melalui perkawinan, maka pantaslah bila mereka mempunyai nama yang sama, sebagai pertanda akan kesatuan mereka. Si perempuan berasal dari bumi, sama seperti si laki-laki.

II. Kelahiran Set anaknya (ay. 3). Ia lahir ketika Adam berumur seratus tiga puluh tahun, dan mungkin pembunuhan Habel terjadi tidak lama sebelumnya. Adam memperanakkan banyak anak laki-laki dan anak perempuan lain, selain Kain dan Habel, sebelum ini. Tetapi tentang mereka tidak disebutkan apa-apa, sebab yang harus disebutkan dengan terhormat hanyalah nama dia yang menurunkan Kristus dan jemaat. Tetapi apa yang paling bisa diamati di sini berkenaan dengan Set adalah bahwa Adam memperanakkannya menurut rupa dan gambarnya. Adam diciptakan menurut gambar Allah. Tetapi, ketika ia jatuh dan menjadi rusak, ia memperanakkan seorang anak menurut gambarnya sendiri, berdosa dan cemar, rapuh, fana, dan sengsara seperti dirinya sendiri. Bukan hanya manusia seperti dirinya sendiri, terdiri dari tubuh dan jiwa, melainkan juga pendosa seperti dirinya sendiri, bersalah dan menjijikkan, merosot dan rusak. Bahkan seorang yang berkenan di hati Allah sekalipun mengakui dirinya dikandung dan diperanakkan dalam dosa (Mzm. 51:7). Inilah rupa Adam sendiri, kebalikan dari rupa ilahi yang di dalamnya Adam diciptakan. Tetapi, karena ia sendiri kehilangan rupa itu, ia tidak dapat meneruskannya kepada keturunannya. Perhatikanlah, anugerah tidak mengalir di dalam darah, lain halnya dengan kerusakan. Seorang pendosa memperanakkan orang berdosa, tetapi seorang kudus tidak memperanakkan orang kudus.

III. Umur dan kematiannya. Ia hidup, secara keseluruhan, selama sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati, sesuai dengan hukuman yang sudah dijatuhkan atasnya, engkau akan kembali menjadi debu. Meskipun ia tidak mati pada hari ia makan buah terlarang, namun pada hari itu juga ia menjadi fana. Pada saat itu ia mulai mati. Seluruh hidupnya sesudah itu hanyalah penangguhan waktu, hidup yang sudah terhilang dan terkutuk. Bahkan, hidup itu terkikis dan menuju pada kematian: ia bukan saja seperti penjahat yang dihukum, melainkan juga seperti orang yang sudah disalibkan, yang mati secara perlahan-lahan dan bertahap.

No comments: