Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 3:9-10 (MHC)

Kejadian 3:9-10 (TB):
9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
DAKWAAN KEPADA MANUSIA BERDOSA

Di sini kita mendapati dakwaan untuk kedua orang bersalah ini di hadapan Hakim yang benar atas sorga dan bumi, yang, walaupun tidak harus tunduk kepada tata cara resmi, tetapi tetap memeriksa perkara mereka dengan seadil mungkin, supaya Dia dapat terbukti adil ketika berbicara. Perhatikanlah di sini,

I. Pertanyaan mengejutkan yang dengannya Allah mengejar dan menahan Adam: Di manakah engkau? Bukan seolah-olah Allah tidak tahu di mana dia, tetapi demikianlah Dia hendak mulai memeriksa perkara Adam. “Mari, mana laki-laki yang sudah berbuat bodoh itu?” Beberapa menganggapnya pertanyaan ratapan: “Kasihan Adam, apa yang terjadi padanya?” “Malangnya engkau,” demikian beberapa orang menafsirkannya, “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar. Engkau dulu teman-Ku dan kesukaan-Ku, dan Aku sudah berbuat banyak untukmu, dan ingin berbuat lebih banyak lagi untukmu. Apakah engkau sekarang sudah meninggalkan Aku, dan menghancurkan dirimu sendiri? Apakah sudah sampai seperti itu?” Ini lebih merupakan pertanyaan memarahi, untuk menyadarkan dan merendahkannya: Di manakah engkau? Bukan “Di tempat yang mana?” melainkan “Di dalam kondisi yang bagaimana?” “Inikah segala yang engkau dapatkan dengan memakan buah terlarang? Engkau yang ingin menyaingi Aku, sekarang melarikan diri dari Aku?” Perhatikanlah,

1. Orang yang karena dosanya telah menjauh dari Allah harus benar-benar mempertimbangkan di mana mereka berada. Mereka jauh dari segala yang baik, berada di antara musuh-musuh mereka, dibelenggu oleh Iblis, dan sedang melaju ke arah kehancuran sepenuhnya. Pertanyaan untuk Adam ini dapat dipandang sebagai pengejaran yang murah hati, kebaikan terhadap dia, dan demi pemulihannya. Jika Allah tidak memanggil dia, untuk mendapatkan dia kembali, keadaannya pasti akan tanpa harapan seperti malaikat-malaikat jatuh. Domba yang sesat ini pasti akan berkeliaran tanpa tujuan, jika Gembala yang baik tidak mencari dia, membawa dia kembali, dan, untuk tujuan itu, mengingatkan dia di mana dia berada, di mana dia seharusnya tidak berada, dan di mana dia tidak akan bisa bahagia ataupun tenang. Perhatikanlah,

2. Jika saja orang berdosa mau mempertimbangkan di mana mereka berada, mereka tidak akan tenang sampai kembali kepada Allah.

II. Jawaban yang Adam berikan dengan gemetar atas pertanyaan ini: Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut (ay. 10). Dia tidak mengakui kesalahannya, tetapi sebenarnya dengan mengakui rasa malu dan ketakutannya, dia mengaku telah bersalah. Inilah kesalahan dan kebodohan umum orang yang telah melakukan sesuatu yang jahat, ketika mereka ditanyai tentang perbuatannya itu, mereka mengakui tepat apa yang sudah begitu jelas sehingga mereka tidak dapat menyangkalnya. Adam takut, karena dia telanjang. Bukan hanya tidak memiliki senjata untuk melindungi dirinya, sehingga takut berhadapan dengan Allah, tetapi juga tidak mengenakan pakaian, sehingga sangat takut kelihatan di hadapan-Nya. Kita sudah sepantasnya takut mendekati Allah jika kita tidak mengenakan dan melindungi diri dengan kebenaran Kristus, karena tidak ada yang lain selain kebenaran Kristus yang akan melindungi kita dan menutupi aib akibat ketelanjangan kita. Oleh karena itu kenakanlah Tuhan Yesus Kristus, dan lalu marilah kita menghampiri-Nya dengan keberanian disertai kerendahan hati.

No comments: