Kejadian 3:7 (TB)
Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
7. Maka terbukalah mata mereka (pãkah) ... dan mereka tahu. Kata pãkah melukiskan terjadinya sebuah mukjizat secara mendadak. Janji si penggoda dengan segera terpenuhi; persepsi langsung diperoleh. Mereka melihat dan menjadi tahu. Namun yang mereka saksikan jauh berbeda dengan gambaran indah yang dikemukakan ular itu. Nurani mereka dibangunkan dengan kasar. Mereka melihat ketelanjangan mereka, ketelanjangan rohani maupun jasmani. Kemudian lahirlah rasa malu dan ketakutan. Ketika Adam dan Hawa sadar bahwa mereka sudah terputus hubungan dengan Allah, suatu kesunyian yang mengerikan menyelimuti mereka. Menyusul penyesalan yang mendalam disertai berbagai penderitaannya yang tak terelakkan. Hilangnya iman mereka membuat mereka menjadi sasaran semua penderitaan yang muncul itu. Dengan tergesa-gesa mereka membuat cawat untuk sekadar menutupi ketelanjangan mereka sebagai upaya mengatasi keterkejutan, kesepian dan rasa bersalah mereka.
No comments:
Post a Comment