Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 2:8 (WYCLIFFE)

Kejadian 2:8 (TB)

Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.


8. Taman (gan) di Eden (beēden). Sang penulis menyajikan Allah sebagai membuat sebuah taman yang indah bagi makhluk yang baru diciptakan-Nya. Kata ini berarti sebuah tempat tertutup atau kebun raya. LXX menerjemahkan istilah ini dengan istilah yang kemudian dikenal sebagai paradise atau firdaus. Tugas manusia di dalam kebun raya tersebut ialah menguasai sambil melayani - sebuah perpaduan yang bagus. Tugas ini mungkin berat namun mengasyikkan. Eden, atau tanah Eden, mungkin terletak di bagian bawah dari lembah Babel. Sekalipun banyak pandangan lain dikemukakan mengenai lokasi dari Eden, bukti tampaknya menunjuk pada wilayah di antara sungai Efrat dan Tigris sebagai awal peradaban. Kata Ibrani Eden mungkin berarti "pesona," "kesenangan," atau "kepuasan." Di tempat teduh yang keindahannya sukar dilukiskan ini, manusia akan menikmati persekutuan dan persahabatan dengan sang Khalik, serta bekerja sesuai dengan cetak biru ilahi untuk menyempurnakan kehendak-Nya. Pohon-pohon yang amat bagus disediakan untuk memberikan makanan, tetapi manusia harus bekerja memelihara semua itu. Persediaan air yang cukup dipastikan oleh sebuah sistem irigasi yang luas, sebuah jaringan sungai-sungai yang mengalir di dalam dan di sekeliling taman dengan airnya yang memberi hidup. Dengan maksud untuk menuntun manusia ke perkembangan moral dan rohani yang sempurna, Allah memberikan kepadanya sejumlah perintah tertentu dan sebuah larangan untuk mengatur hidupnya. Allah juga memberikan kepada manusia kuasa untuk memilih dan kehormatan untuk bertumbuh bagi kepentingan ilahi. Demikianlah disiplin moral manusia dimulai.

No comments: