Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 2:7 (WYCLIFFE)

Kejadian 2:7 (TB)

ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.


7. Tuhan Allah membentuk (yãsãr) manusia itu dari debu tanah. Kembali kedua nama Allah digabungkan untuk mengantisipasi peristiwa yang membuka zaman baru. Kata yãsãr dipakai untuk melukiskan seorang penjunan yang sedang bekerja, yaitu membentuk bahan di tangannya sesuai dengan kehendaknya (bdg. Yer. 18:3, 4). Kata kerja yang sama dipakai untuk melukiskan pembentukan sebuah umat atau bangsa. Tubuh manusia dibentuk dari debu tanah sedangkan rohnya berasal langsung dari "napas" Allah. 

Manusia adalah sungguh-sungguh makhluk dua dunia; baik bumi maupun surga memilikinya. Perhatikan ketiga buah pernyataan: Tuhan Allah membentuk (yãsãr) manusia itu dari debu tanah ... menghembuskan (nãpah) napas hidup ke dalam hidungnya ... manusia itu menjadi (hãyãh) makhluk yang hidup. Langkah pertama sangat penting, namun tanah yang basah itu masih jauh dari sempurna sebelum terjadi mukjizat yang kedua. Allah menyalurkan hidup-Nya sendiri ke dalam gumpalan mati yang sebelumnya sudah Ia ciptakan dan bentuk. Napas ilahi menyusupi materi tersebut dan mengubahnya menjadi makhluk hidup. Perpaduan ganjil antara debu dan keilahian menghasilkan makhluk ciptaan yang menakjubkan (bdg. I Kor. 15:47-49), yaitu makhluk yang diciptakan menurut gambar Allah sendiri. Selaku makhluk hidup, manusia dipersiapkan untuk menunjukkan sifat-sifat dari Pemberi kehidupan.

Bahasa yang dipakai ini tidak menunjukkan bahwa manusia memiliki keserupaan fisik dengan Allah. Sebaliknya manusia diciptakan dengan kekuatan rohani seperti Allah. Kepada manusia diberikan kemampuan untuk berpikir dan merasakan, berkomunikasi dengan pihak lain, membedakan dan memilah, dan, hingga taraf tertentu, menentukan wataknya sendiri.

No comments: