Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 1:6-8 (MHC)

Kejadian 1:6-8 (TB):
6 Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air."
7 Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.
8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.
PENCIPTAAN HARI KEDUA


Di sini kita melihat gambaran tentang pekerjaan pada hari kedua, penciptaan cakrawala, yang di dalamnya amatilah,

1. Perintah Allah berkenaan dengan penciptaan cakrawala itu: Jadilah cakrawala, perluasan, begitulah artinya dalam bahasa Ibrani, seperti seprai yang terbentang, atau tirai yang dibukakan. Cakrawala ini mencakup semua yang kelihatan di atas bumi, di antara bumi dan langit ketiga: udara, ruang-ruangnya yang lebih tinggi, yang di tengah-tengah, dan yang lebih rendah – bola angkasa, dan semua benda-benda penerang di atas yang melingkar dan bulat. Cakrawala ini menjangkau tempat yang tinggi setinggi tempat di mana bintang-bintang terpasang, sebab di sini disebut cakrawala langit (ay. 14-15, KJV), dan menjangkau tempat yang rendah serendah tempat di mana burung-burung beterbangan, sebab itu juga disebut cakrawala langit (ay. 20, KJV). Setelah Allah menjadikan terang, Ia menetapkan udara sebagai wadah dan kendaraan bagi pancaran-pancarannya, dan sebagai sarana perhubungan di antara dunia yang tak kelihatan dan yang kelihatan. Sebab, walaupun di antara sorga dan bumi terbentang jarak yang tak terbayangkan jauhnya, namun di situ tak ada jurang yang tak terseberangi, sebagaimana yang ada di antara sorga dan neraka. Cakrawala ini bukanlah tembok pemisah, melainkan jalan untuk berhubungan. Lihat Ayub 26:7; 37:18; Mazmur 104:3; Amos 9:6.

2. Penciptaan cakrawala itu. Supaya jangan tampak seolah-olah Allah hanya memerintahkannya untuk terlaksana, tetapi orang lain yang mengerjakannya, Musa menambahkan, maka Allah menjadikan cakrawala. Apa yang dituntut Allah dari kita dikerjakan-Nya sendiri di dalam diri kita, atau itu tidak akan terlaksana. Dia yang memerintahkan iman, kekudusan, dan kasih, menciptakan semua itu dengan kuasa anugerah-Nya yang menyertai firman-Nya, agar Ia mendapat segala pujian. Tuhan, berikanlah apa yang Engkau perintahkan, lalu perintahkanlah apa yang Engkau senangi. Cakrawala dikatakan sebagai buatan jari Allah (Mzm. 8:4). Meskipun keluasan cakupannya menyatakan cakrawala sebagai buatan tangan-Nya yang terentang, namun kerincian yang mengagumkan dari susunannya menunjukkan bahwa cakrawala itu merupakan suatu karya seni yang menakjubkan, buatan jari-Nya.

3. Maksud dan rancangan dari cakrawala itu – untuk memisahkan air dari air, yaitu, untuk membedakan antara air yang terbungkus di awan-awan dan air yang menutupi lautan, air di udara dan air di bumi. Lihatlah perbedaan di antara keduanya yang diamati dengan saksama (Ul. 11:10-11), di mana Kanaan menurut gambaran ini lebih unggul daripada Mesir, karena Mesir menjadi lembab dan subur oleh air yang berasal dari bawah cakrawala, tetapi Kanaan oleh air yang berasal dari atas, dari cakrawala, bahkan embun sorga, yang tidak menanti-nantikan orang (Mi. 5: 6). Allah, dalam cakrawala kekuasaan-Nya, mempunyai ruang-ruang, ruang-ruang persediaan, yang dari sana Ia memberi minum bumi (Mzm. 104:13; 65:10-11). Ia juga mempunyai perbendaharaan, atau gudang, salju dan hujan batu, yang disimpan-Nya untuk waktu pertempuran dan peperangan (Ayb. 38:22-23). Oh, betapa Dia adalah Allah yang besar, yang telah memberikan persediaan begitu rupa demi penghiburan semua orang yang melayani Dia dan kekacauan bagi semua orang yang membenci Dia! Sungguh baik memiliki-Nya sebagai Teman kita, dan celakalah bila memiliki-Nya sebagai Musuh kita.

4. Cakrawala diberi nama: Ia menamai cakrawala itu langit. Cakrawala itu adalah langit yang kelihatan, jalan setapak kota suci. Di atas cakrawala Allah dikatakan mendirikan takhta-Nya (Yeh. 1:26), sebab Ia telah menyiapkannya di sorga. Oleh sebab itu, sorga dikatakan mempunyai kekuasaan (Dan. 4:26). Bukankah Allah bersemayam di langit yang tinggi? (Ayb. 22:12). Ya, benar, dan dengan merenungkan langit yang tampak oleh mata kita, kita haruslah dituntun untuk memikirkan Bapa kita yang di sorga. Tingginya langit haruslah mengingatkan kita akan kedaulatan Allah dan jarak tak terkira yang terentang di antara kita dan Dia. Kecemerlangan langit dan kemurniannya haruslah mengingatkan kita akan kemuliaan-Nya, kebesaran-Nya, dan kekudusan-Nya yang sempurna. Luasnya langit, dilingkupinya bumi, dan pengaruh yang dimilikinya atas bumi, haruslah mengingatkan kita akan dalam dan luasnya pemeliharaan-Nya.

No comments: