Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 1:3-5 (MHC)

Kejadian 1:3-5 (TB):
3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
PENCIPTAAN HARI PERTAMA

Kita mendapati di sini gambaran lebih jauh tentang pekerjaan pada hari pertama, yang di dalamnya amatilah,


1. Bahwa yang pertama yang diciptakan Allah dari semua makhluk yang kelihatan adalah terang. Bukan berarti bahwa agar dengan terang itu Ia sendiri bisa melihat untuk bekerja (sebab baik kegelapan maupun terang sama saja bagi-Nya), tetapi bahwa agar dengan terang itu kita bisa melihat pekerjaan-pekerjaan-Nya dan kemuliaan-Nya di dalam pekerjaan-pekerjaan itu, dan bisa mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kita selama hari masih terang. Pekerjaan-pekerjaan Iblis dan pengikut-pengikutnya adalah pekerjaan-pekerjaan kegelapan. Tetapi barangsiapa melakukan yang benar, dan berbuat baik, ia datang kepada terang, dan menginginkannya, supaya perbuatan-perbuatannya menjadi nyata (Yoh. 3:21). Terang adalah keindahan dan berkat besar bagi alam semesta. Sebagai anak sulung, terang, dari semua ciptaan yang kelihatan, paling menyerupai Orangtuanya yang agung dalam hal kemurnian dan kekuasaan, kecemerlangan dan kemurahan hati. Terang mengenal roh dengan dekat, dan berhubungan dengannya. Meskipun dengan terang kita melihat hal-hal lain, dan yakin bahwa terang itu ada, namun kita tidak mengetahui hakikatnya, tidak pula kita bisa menggambarkan apa terang itu, atau di manakah jalan ke tempat terang berpencar (Ayb. 38:19, 24).
Dengan melihat terang itu, marilah kita dituntun untuk, dan dibantu di dalam, merenungkan dan mempercayai Dia yang adalah terang, terang yang tak terbatas dan kekal (1Yoh. 1:5), dan Bapa segala terang (Yak. 1:17), yang bersemayam dalam terang yang tak terhampiri (1Tim. 6:16). Dalam ciptaan baru, hal pertama yang dikerjakan di dalam jiwa adalah terang: Roh yang penuh berkat menundukkan kehendak dan perasaan-perasaan dengan mencerahkan pengertian, dan dengan demikian masuk ke dalam hati melalui pintu, seperti gembala yang baik yang memiliki domba-dombanya, sementara dosa dan Iblis, seperti pencuri dan perampok, memanjat dari jalan lain. Orang yang oleh dosa menjadi gelap, oleh anugerah menjadi terang di dalam dunia.

2. Bahwa terang dijadikan oleh firman kuasa Allah. Ia berkata, jadilah terang. Ia menghendaki dan menetapkannya, maka itu pun terlaksana dengan segera: terang itu jadi, salinan yang persis seperti gagasan asli di dalam Sang Hikmat Kekal. Oh betapa berkuasanya firman Allah! Dia berfirman, maka semuanya jadi, benar-benar jadi, terlaksana dengan baik, dan untuk selama-lamanya, bukan sekadar untuk gagah-gagahan, dan untuk memenuhi kebutuhan sekarang, sebab Dia memberi perintah, maka semuanya ada: bagi Dia itu adalah dictum, factum – sepatah kata, dan sebuah dunia. Firman Allah (yaitu, kehendak-Nya dan kesenangan akan kehendak-Nya) adalah cepat dan penuh kuasa. Kristus adalah Sang Firman, Firman yang hakiki dan kekal, dan oleh-Nya terang dijadikan, sebab dalam Dia ada terang, dan Dialah terang yang sesungguhnya, terang dunia (Yoh. 1:9; 9:5). Terang ilahi yang bersinar dalam jiwa-jiwa yang dikuduskan dikerjakan oleh kuasa Allah, kuasa firman-Nya, dan kuasa Roh hikmat serta pewahyuan, yang membuka pengertian, mengusir kabut-kabut ketidaktahuan dan kekeliruan, dan memberikan pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang tampak pada wajah Kristus, seperti pada mulanya, Allah telah berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang!” (2Kor. 4:6). Kegelapan akan selama-lamanya menimpa wajah manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa itu andaikata Anak Allah tidak datang dan mengaruniakan pengertian kepada kita (1Yoh. 5:20).

3. Bahwa terang yang dikehendaki Allah, ketika jadi, dikenan oleh-Nya: Allah melihat bahwa terang itu baik. Terang itu tepat seperti yang telah dirancangkan-Nya, dan sesuai untuk memenuhi tujuan yang telah Ia rancangkan. Terang itu berguna dan bermanfaat. Dunia, yang sekarang adalah sebuah istana, akan menjadi lorong yang gelap gulita tanpanya. Terang itu baik dan menyenangkan. Terang itu menyenangkan (Pkh. 11:7). Terang itu menyukakan hati (Ams. 15:30). Apa yang diperintahkan Allah akan dikenan-Nya dan diterima-Nya dengan penuh rahmat. Ia akan amat berkenan pada buatan tangan-Nya sendiri. Yang benar-benar baik adalah yang dipandang baik oleh Allah, sebab Ia tidak melihat seperti manusia melihat. Jika terang itu baik, betapa baiknya Dia yang adalah Sumber terang, yang dari-Nya kita menerima terang itu, dan yang kepada-Nya kita berutang untuk memberikan segala pujian atas terang itu, dan atas segala pelayanan yang kita lakukan dengan terang itu!

4. Bahwa Allah memisahkan terang itu dari gelap, dan dengan demikian menceraikan mereka sehingga tidak akan pernah berpadu bersama-sama, atau didamaikan. Sebab persamaan apakah terdapat antara terang dan gelap? (2Kor. 6:14). Namun, Ia membagi-bagi waktu di antara mereka, siang untuk terang dan malam untuk gelap, dalam pergantian yang terus-menerus dan teratur satu terhadap yang lain. Meskipun gelap sekarang diusir oleh terang, namun ia tidak dikutuk untuk musnah selama-lamanya, tetapi muncul secara bergiliran dengan terang, dan mempunyai tempatnya sendiri, karena ada kegunaannya. Sebab, sama seperti terang pagi menemani pekerjaan di siang hari, demikian pula bayang-bayang malam menemani istirahat di malam hari, dan menutup tirai di sekeliling kita, agar kita bisa tidur lebih nyenyak. Lihat Ayub 7:2. Allah sudah membagi-bagi waktu seperti itu antara terang dan gelap, karena Ia ingin mengingatkan kita setiap hari bahwa dunia ini adalah dunia campuran dan perubahan. Di sorga ada terang yang sempurna dan abadi, dan tidak ada gelap sama sekali. Di neraka, ada kegelapan yang teramat pekat, dan tidak ada secercah terang sedikit pun. Di antara dua alam ini terbentang jurang lebar yang berdiri tetap. Tetapi, di dunia ini, terang dan gelap datang silih berganti, dan dari hari ke hari kita berpindah dari yang satu ke yang lain. Ini agar kita bisa belajar menghadapi pergantian-pergantian serupa dalam pemeliharaan Allah, yaitu damai dan kesusahan, sukacita dan dukacita, dan seterusnya. Dan agar kita bisa mempertentangkan yang satu terhadap yang lain, menyesuaikan diri dengan kedua-duanya seperti kita menyesuaikan diri dengan terang dan gelap, menyambut kedua-duanya, dan memanfaatkan keduanya sebaik-baiknya.

5. Bahwa Allah memisahkan mereka satu sama lain dengan nama-nama tersendiri: Ia menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Ia memberi mereka nama, sebagai Tuhan atas keduanya. Sebab punya Dialah siang, punya Dialah juga malam (Mzm. 74:16). Dia Tuhan atas waktu, dan akan tetap demikian, hingga siang dan malam berakhir, dan aliran waktu tertelan dalam lautan kekekalan. Marilah kita mengakui Allah dalam pergantian siang dan malam yang terus-menerus, dan menyucikan keduanya bagi kehormatan-Nya, dengan bekerja untuk Dia setiap siang dan beristirahat di dalam Dia setiap malam, dan merenungkan hukum-Nya siang dan malam.

6. Bahwa ini adalah pekerjaan pada hari pertama, dan sungguh itu pekerjaan yang baik untuk sehari. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. Kegelapan malam sudah ada sebelum terang pagi, agar ia bisa dikalahkan oleh terang pagi, agar ia memulainya, dan membuatnya bersinar semakin cemerlang. Ini bukan saja hari pertama di dunia, melainkan juga hari pertama dalam seminggu. Saya memperhatikan hal ini bagi kehormatan hari itu, karena dunia yang baru dimulai juga pada hari pertama dalam seminggu, dalam kebangkitan Kristus, sebagai terang dunia, ketika hari masih pagi benar. Di dalam Dia fajar dari atas telah menyongsong dunia. Dan berbahagialah kita, selama-lamanya berbahagia, jika bintang timur itu terbit bersinar di dalam hati kita.

No comments: