Kejadian 1:14-25 (TB):
Bagi bangsa-bangsa lain tetangga-tetangga Israel, nas ini merupakan hujatan dan penghinaan terhadap martabat bangsa. Banyak benda dan makhluk yang disebutkan nas ini yang adalah dewa/dewi mereka. Matahari bagi orang Mesir adalah dewa Ra, sementara bulan adalah dewa Seth. Demikian juga "binatang- binatang laut yang besar" (ayat 21). Dagon (dag adalah kata Ibrani untuk ikan) adalah dewa kebanggaan bangsa Filistin. Termasuk juga monster-monster mengerikan dan ditakuti, yang setara dengan para dewa seperti Lewiatan bagi orang Palestina, Tiamat bagi Babel. Masih banyak contoh lain. Tetapi, dalam nas ini semua yang disebutkan sebagai makhluk-makhluk ciptaan Allah, dan masing-masing mempunyai tempatnya sendiri-sendiri dalam ciptaan. Terhadap benda-benda penerang di langit bahkan ada catatan khusus: mereka berfungsi sebagai "pelayan", yaitu menjadi penerang dan penanda masa waktu (ayat 14), bukan untuk dilayani dan disembah sebagai dewa. Semua ini diciptakan Allah untuk berada dalam suatu tatanan yang diciptakan-Nya, yang disebutnya sebagai "baik" adanya (ayat 18,25).
Nas ini tidak hanya mengajarkan doktrin penciptaan kepada umat Israel, tetapi menjadi peneguhan dan peringatan bagi Israel ketika hidup di antara begitu banyak pandangan tentang dunia dan makna kehidupan. Di hadapan begitu banyak pilihan dewa-dewi, umat Israel diingatkan bahwa semua yang disembah oleh bangsa- bangsa tersebut hanyalah ciptaan Allah. Penyembahan itu hanya layak diberikan kepada Allah yang telah membebaskan mereka.
Renungkan: Bahaya dari zaman ini adalah menempatkan materi, uang, pekerjaan, sebagai allah yang selalu menuntut prioritas tertinggi dalam kehidupan, tindakan dan pertimbangan- pertimbangan kita. Ingatlah selalu: hal-hal itu adalah alat-alat yang dipakai dan ditempatkan Tuhan untuk memelihara kita, demi kemuliaan nama-Nya.
2. SEMUA UNTUK MANUSIA (Senin, 31 Maret 2008)
Sebagaimana penciptaan tiga hari pertama mempersiapkan wadah bagi penghuni-penghuninya, demikian tiga hari kedua sampai dengan dunia binatang diciptakan adalah penciptaan untuk tujuan kemanusiaan.
Matahari, bulan dan bintang-bintang Allah ciptakan dan letakkan agar manusia mengenal waktu dan polanya. Hal ini penting kelak supaya manusia bisa mengelola alam secara tepat sesuai musim dan tentunya karakter dari berbagai ciptaan tersebut.
Ikan dan burung Allah ciptakan untuk mengisi laut dan udara, menjadi bagian dari keasrian alam ini. Penciptaan ikan dan burung (ayat 21) menggunakan kata kerja yang khusus, yakni bara', yang hanya muncul enam kali dalam kisah penciptaan (Kej. 1:1; 21; 27-31; 2:3). Rupanya penciptaan ikan dan burung merupakan tingkatan penciptaan makhluk hidup setelah sebelumnya alam yang diciptakan. Hal ini ditandai dengan munculnya pertama kali Allah memberkati ciptaan-Nya itu untuk berkembang biak dan memenuhi ruang yang Allah ciptakan khusus untuk mereka (ayat 22).
Akhirnya, di hari keenam, Tuhan menciptakan binatang darat, baik hutan, ternak, maupun melata sebagai bagian terakhir sebelum manusia diciptakan. Dengan ketiga bagian alam sudah terisi oleh berbagai makhluk hidup, lengkaplah sudah segala sesuatu yang dipersiapkan Allah untuk ciptaan-Nya yang termulia, yaitu manusia. Kelak dalam penciptaan manusia baru kita mengerti apa tujuan dan fungsi masing-masing ciptaan itu untuk manusia, dan apa tugas manusia berkaitan dengan makhluk ciptaan lainnya.
Semua karya penciptaan Allah di tiga hari kedua ini sama-sama dikomentari Allah sebagai baik adanya (ayat 18, 21, 25). Apa yang baik ini bersama dengan apa yang baik di tiga hari pertama, merupakan lingkungan yang sangat baik bagi manusia. Mari syukuri kebaikan Allah ini dengan tidak henti-hentinya memperlakukan baik semua ciptaan-Nya ini, demi kemurahan-Nya dan manfaat sesama kita.
No comments:
Post a Comment