Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 13:14-18 (MHC)

Kejadian 13:14-18 (TB):
14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,
15 sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.
16 Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmu pun akan dapat dihitung juga.
17 Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu."
18 Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi TUHAN.
ALLAH MENEGUHKAN JANJI-NYA KEPADA ABRAM

Allah Meneguhkan Janji-Nya kepada Abram (Kejadian 13:14-18)
Di sini kita mendapati cerita tentang lawatan yang penuh rahmat yang diadakan Allah kepada Abram, untuk meneguhkan janji yang diperuntukkan bagi dia dan keturunannya. Amatilah,

I. Kapan Allah memperbarui dan mengesahkan janji itu: Setelah Lot berpisah dari pada Abram, maksudnya,

1. Setelah perselisihan itu berakhir. Sebab yang paling siap menyambut lawatan-lawatan anugerah ilahi adalah mereka yang berjiwa tenang dan sabar, dan tidak diresahkan oleh nafsu apa pun.
2. Setelah Abram menyangkal diri dan merendah kepada Lot demi menjaga kerukunan. Pada saat itulah Allah datang kepadanya dengan pertanda kebaikan-Nya ini. Perhatikanlah, Allah secara berlimpah akan mengganti dengan kedamaian rohani apa yang hilang dari kita demi menjaga kerukunan antar-tetangga. Setelah Abram dengan rela menawarkan kepada Lot setengah dari haknya, Allah datang, dan meneguhkan seluruh hak itu kepadanya.
3. Setelah ia kehilangan keberadaan saudaranya yang menemani dan menghibur dia, yang oleh kepergiaannya tangannya menjadi lemah dan hatinya menjadi sedih, Allah datang kepadanya dengan perkataan-perkataan yang baik dan menghibur ini. Perhatikanlah, persekutuan dengan Allah, kapan pun itu, dapat mengganti kehilangan pergaulan dengan teman-teman kita. Meskipun saudara-saudara kita dipisahkan dari kita, Allah tidak.
4. Setelah Lot memilih lembah yang menyenangkan dan subur itu, dan pergi untuk mendiaminya, supaya Abram tidak tergoda untuk iri hati kepadanya dan menyesal bahwa ia telah memberinya pilihan itu, Allah datang kepada Abram, dan meyakinkan dia bahwa apa yang menjadi miliknya akan tinggal bersama-sama dengan dia dan keturunannya untuk selama-lamanya Lihat Ayub 22:20. Allah mengakui Abram setelah perselisihannya dengan Lot, seperti halnya jemaat mengakui Paulus setelah perselisihannya dengan Barnabas (Kis. 15:39-40).. Sehingga, walaupun Lot mungkin mendapatkan negeri yang lebih baik, Abram mendapatkan hak yang lebih baik. Lot mendapatkan firdaus, seperti itulah negeri itu, tetapi Abram mendapatkan janji itu. Apa yang terjadi kemudian segera menunjukkan bahwa, bagaimanapun kelihatannya sekarang, Abram sebenarnya mendapatkan bagian yang lebih baik.

II. Janji-janji itu sendiri, yang dengannya sekarang Allah menghibur dan memperkaya Abram. Dua hal yang diyakinkan-Nya kepada Abram, yaitu negeri yang baik dan keturunan yang sangat banyak untuk menikmatinya.

1. Inilah pemberian berupa tanah yang baik, tanah yang terkenal mengatasi semua tanah lain, sebab tanah itu akan menjadi tanah suci, dan tanah Imanuel. Inilah tanah yang dibicarakan di sini.

(1) Allah di sini menunjukkan tanah itu kepada Abram, seperti yang sudah dijanjikan-Nya (12:1), dan setelah itu ia menunjukkannya kepada Musa dari puncak gunung Pisga. Lot melayangkan pandangnya dan melihat seluruh Lembah Yordan (ay. 10), dan ia pergi ke sana untuk menikmati apa yang dilihatnya: “Marilah,” firman Allah kepada Abram, “ Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah, lihatlah yang menjadi milikmu.” Perhatikanlah, apa yang ingin ditunjukkan Allah kepada kita adalah lebih baik dan lebih diinginkan secara tak terbatas daripada apa pun yang bisa ditawarkan oleh dunia kepada pandangan kita. Yang bisa dipandang oleh mata iman jauh lebih kaya dan lebih indah daripada yang bisa dipandang oleh mata indrawi. Orang-orang yang bagi mereka Kanaan sorgawi dirancangkan di dunia nanti adakalanya, dengan iman, diizinkan mendapat penghiburan dengan melihat Kanaan itu dalam kehidupan mereka sekarang. Sebab, kita memperhatikan yang tak kelihatan, sebagai hal yang nyata, meskipun jauh.
(2) Ia mengamankan tanah ini bagi dia dan keturunannya untuk selama-lamanya (ay. 15): Itu akan Kuberikan kepadamu; dan lagi (ay. 17) kepadamulah akan Kuberikan negeri itu. Setiap pengulangan dari janji itu merupakan pengesahannya. Kepadamu dan kepada keturunanmu, bukan kepada Lot dan kepada keturunannya. Mereka tidak akan mendapat warisan di tanah ini, dan oleh sebab itu Allah Sang Pemelihara mengaturnya sedemikian rupa supaya Lot dipisahkan dari Abram terlebih dahulu, dan kemudian pemberian itu diteguhkan kepada Abram dan kepada keturunannya. Demikianlah Allah sering kali mendatangkan kebaikan dari kejahatan, dan menjadikan dosa-dosa serta kebodohan-kebodohan manusia tunduk pada rancangan-rancangan-Nya sendiri yang bijak dan kudus. Kepadamu dan kepada keturunanmu – kepadamu untuk tinggal di situ sebagai orang asing, kepada keturunanmu untuk berdiam dan memerintah di situ sebagai pemilik. Kepadamu, yakni, kepada keturunanmu. Diberikannya negeri itu kepada dia dan kepada keturunannya untuk selama-lamanya menunjukkan bahwa negeri itu merupakan pelambang dari Kanaan sorgawi, yang diberikan kepada keturunan Abram secara rohani untuk selama-lamanya (Ibr. 11:14).
(3) Ia memberi Abram tanda kepemilikan akan tanah itu, meskipun itu merupakan hak kepemilikan di masa depan: “Bersiaplah, jalanilah negeri itu (ay. 17). Masuklah, dan milikilah itu, tinjaulah bidang-bidang tanah itu, maka semua itu akan tampak lebih baik daripada apabila dilihat dari jauh.” Perhatikanlah, Allah secara lebih berlimpah ingin menunjukkan kepada ahli waris janji itu bahwa kovenan-Nya tidak bisa diubah, dan bahwa berkat-berkat dari kovenan itu tak ternilai harganya. Kelilingilah Sion (Mzm. 48:13).

2. Inilah janji tentang keturunan yang sangat banyak yang akan mengisi negeri yang baik ini, sehingga negeri itu tidak akan terhilang karena tidak adanya ahli waris (ay. 16): Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, yakni, “Mereka akan bertambah banyak secara luar biasa, dan, secara keseluruhan, mereka akan menjadi kumpulan orang yang sedemikian besarnya sehingga tidak dapat dihitung siapa pun.” Begitulah mereka pada masa Salomo (1Raj. 4:20), orang Yehuda dan orang Israel jumlahnya seperti pasir di tepi laut. Janji untuk hal ini diberikan Allah di sini kepadanya. Perhatikanlah, Allah yang sama yang menyediakan warisan, menyediakan juga ahli warisnya. Dia yang sudah mempersiapkan tanah suci, mempersiapkan juga keturunan suci. Dia yang memberikan kemuliaan, memberikan juga anugerah untuk membuat kita pantas menerima kemuliaan.
Yang terakhir, kita diberi tahu apa yang dilakukan Abram sesudah Allah meneguhkan janji itu kepadanya (ay. 18).

1. Ia memindahkan kemahnya. Allah menyuruhnya berjalan mengelilingi negeri itu, maksudnya, “Jangan berpikir untuk menetap di sana, tetapi bersiaplah untuk selalu berpindah-pindah, dan untuk berjalan melewatinya menuju Kanaan yang lebih baik.” Dengan mematuhi kehendak Allah dalam hal ini, ia memindahkan kemahnya, menegaskan dirinya sendiri untuk hidup sebagai peziarah.
2. Didirikannyalah mezbah di situ, sebagai pertanda rasa syukurnya kepada Allah atas lawatan baik yang diadakan-Nya kepada dia. Perhatikanlah, apabila Allah menjumpai kita dengan janji-janji yang penuh rahmat, Ia berharap agar kita melayani-Nya dengan puji-pujian kita dengan penuh kerendahan hati.

No comments: