Kejadian 12:1 (TB)
Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
1. Berfirmanlah Tuhan kepada Abram, "Pergilah dari negerimu, dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu." Kisah Alkitab dengan jelas menceritakan bahwa sebelum berimigrasi ke Palestina, Abram memiliki dua rumah. Tahun-tahun awal dalam hidupnya dijalaninya di Ur dan kemudian untuk waktu yang lama dia tinggal di Haran. Masing-masing masyarakat itu menjadi rumahnya. Dia harus meninggalkan semua sahabat, tetangga dan keluarganya ketika dia meninggalkan Ur dan kini orang-orang di sekitarnya di Haran. Di dalam setiap perpindahan tersebut, tiga ikatan berupa negeri, penduduk dan sanak keluarga diputuskan. Uskup Ryle mengatakan bahwa Abraham diperintahkan untuk,
(a) meninggalkan semua kepastian masa lalu,
(b) menghadapi ketidakpastian masa depan,
(c) mencari dan mengikuti petunjuk dari kehendak Yehovah" (Genesis dalam the Cambridge Bible, hlm. 155).
Tuntutan itu berat sekali (bdg. Ibr. 11:8). Berbagai pencobaan berat menantinya. Panggilan ini pasti diterimanya ketika dia masih tinggal di Ur (Kis. 7:2). Panggilan tersebut dibaharui kembali beberapa tahun kemudian ketika dia sudah tinggal di Haran.
(a) meninggalkan semua kepastian masa lalu,
(b) menghadapi ketidakpastian masa depan,
(c) mencari dan mengikuti petunjuk dari kehendak Yehovah" (Genesis dalam the Cambridge Bible, hlm. 155).
Tuntutan itu berat sekali (bdg. Ibr. 11:8). Berbagai pencobaan berat menantinya. Panggilan ini pasti diterimanya ketika dia masih tinggal di Ur (Kis. 7:2). Panggilan tersebut dibaharui kembali beberapa tahun kemudian ketika dia sudah tinggal di Haran.
KE NEGERI YANG AKAN KUTUNJUKKAN KEPADAMU. Pada saat itu Yehovah tidak menyebutkan nama dari negeri tujuan atau memberikan gambaran sekilas tentangnya. Abram akan menghadapi ujian iman yang baru. Tuhan telah menemukan orang yang cocok untuk rencana-Nya, orang yang sanggup menjalani berbagai tekanan berat, orang yang akan menganggap melakukan kehendak Allah itu satu-satunya hal yang penting di dalam hidupnya.
No comments:
Post a Comment