Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 12:1-9 (SH)

Kejadian 12:1-9 (TB):
Abram dipanggil Allah

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
4 Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.
5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ.
6 Abram berjalan melalui negeri itu sampai ke suatu tempat dekat Sikhem, yakni pohon tarbantin di More. Waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu.
7 Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya.
8 Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel. Ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi TUHAN dan memanggil nama TUHAN.
9 Sesudah itu Abram berangkat dan makin jauh ia berjalan ke Tanah Negeb.
Abram dipanggil Allah

PERLINDUNGAN TUHAN BAGI ORANG PILIHAN-NYA. (Senin, 26 April 2004)

Jika saya sudah jadi anak Tuhan, setia mengikut Dia dan aktif melayani-Nya, apakah ini dapat dijadikan jaminan bahwa Allah pasti melindungi dan menyertai saya?

Pertanyaan seperti itu pernah terlintas di benak Abram ketika mendapatkan panggilan Allah yang penuh janji itu untuk meninggalkan kampung halaman dan kebudayaannya menuju tempat yang asing baginya. 'Apa jaminan bahwa saya dan keluarga akan survive?' Apalagi, tempat yang akan diberikan Allah kepada Abram dan keturunannya adalah tempat yang sudah dihuni orang Kanaan (ayat 6b). Penduduk Kanaan adalah bangsa yang secara konstan dan terus menerus menjadi antagonis bagi Israel.

Namun, tersirat dari janji berkat TUHAN kepada Abraham jaminan tersebut. Yaitu, "Aku akan ... mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau." (ayat 3). Janji ini menghibur Abram, bahwa Allah akan menyertai dia dalam perjalanan imannya menuju Kanaan, dan terus menjaga keturunannya sampai mereka benar-benar menikmati tanah perjanjian itu (ayat 7). Dengan kepastian itu, Abram mendirikan mezbah di Kanaan, di tempat-tempat persinggahannya (ayat 7b,8b) sebagai tanda penyerahan diri dan penyerahan Kanaan kepada kedaulatan dan kuasa TUHAN.

Bagi Kristen, umat Tuhan masa kini, apa jaminan untuk kita? Mungkin Roma 8:31-39 bisa melegakan kita. Kasih Allah yang sudah memperdamaikan kita dengan diri-Nya menjadi jaminan pemeliharaan-Nya atas hidup kita di dunia ini. Lagi, ujaran Yesus di Matius 10:29-31 adalah jaminan pemeliharaan-Nya. Dalam ketaatan mengikut Yesus, maka seluruh hidup kita ada di bawah kendali dan kedaulatan-Nya. Termasuk kalau harus martir pun, itu adalah di dalam perlindungan Allah.

Yang harus kulakukan: Saya akan setia melakukan tugas pelayanan sesuai panggilan Allah. Allah pasti menyertai saya.


JANJI ALLAH DAN KARAKTER ABRAM. (Senin, 7 April 2008)

Respons Abram terhadap janji Allah menunjukkan karakternya. Ia taat pada perintah dan ia berpegang pada janji Tuhan untuk berkat yang lebih besar kelak (ayat 5). Tuhan menjanjikan Abram terkenal dan menurunkan bangsa yang besar (ayat 1-2). Namun ia harus melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Ini berarti meninggalkan rumahnya, teman-temannya, untuk kemudian menjelajah tanah yang baru.

Ada rancangan Allah yang baik di balik pemanggilan Abram. Kota Ur, adalah kota yang tidak mengenal Tuhan dan penuh dengan penyembahan berhala. Sebaliknya, Kanaan adalah sebuah daerah subur yang akan menjadi persemaian sebuah bangsa yang berpusat kepada Tuhan. Meski tidak terlalu luas, tanah Kanaan menjadi titik penting bagi sejarah kehidupan Israel dan kebangkitan Kekristenan. Tanah yang tidak terlalu luas itu diberikan kepada seseorang yang memiliki karakter tegas dalam mengasihi dan menaati Tuhan (ayat 7). Karena karakternya itu, Abram merasakan kebaikan Tuhan sekaligus memberi dampak kebaikan yang tidak kecil bagi sejarah dunia ini. Ada karakter Abram yang lain. Abram mendirikan mezbah bagi Tuhan (ayat 7). Mezbah memang banyak digunakan oleh penganut agama-agama lain pada zaman itu. Namun bagi Abram, mezbah lebih dari sekadar tempat untuk mempersembahkan kurban. Mezbah dari batu yang kokoh itu menjadi simbol persekutuan Abram dengan Allah untuk mengingat kembali perjumpaan bermakna dengan Dia.

Tuhan mungkin sedang membimbing Anda ke tempat di mana Anda dapat melayani Dia dan berguna bagi Dia. Jangan biarkan keamanan dan kenyamanan yang Anda rasakan saat ini, membuat Anda enggan terlibat dalam penggenapan rencana baik Tuhan tersebut. Spiritualitas Abram mungkin tidak akan bertahan tanpa pembaruan cinta dan setianya kepada Tuhan. Mezbah yang dibangun Abram menolong dia untuk mengingat bahwa Allah adalah pusat hidupnya. Bagaimana dengan Anda? Apakah Allah juga menjadi pusat hidup Anda saat ini? 

No comments: