Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 11:1-9 (SH)

Kejadian 11:1-9 (TB):
Menara Babel

1 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.
2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.
3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan tér gala-gala sebagai tanah liat.
4 Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."
5 Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,
6 dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.
7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing."
8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.
9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.
BERHATI-HATI DENGAN KEINGINAN (Senin, 9 Mei 2011)

Manusia diperlengkapi Tuhan dengan keinginan dan kehendak. Hal ini melahirkan dorongan-dorongan tertentu dalam diri manusia untuk menghendaki dan melakukan sesuatu. Kreativitas juga tercipta melalui keinginan dan kehendak. Tanpa adanya keinginan atau kehendak, manusia tidak punya dorongan untuk melakukan kreasi dan inovasi.

Sebagai anugerah dari Tuhan, tentu saja manusia harus menyukuri hal ini. Tidak semestinya manusia menyalahgunakannya untuk hal-hal yang tidak mempermuliakan nama Tuhan, seperti yang ditunjukkan dalam bacaan Alkitab pada hari ini. Sebab apabila hal itu terjadi maka Tuhan sendiri yang akan turun tangan meminta pertanggungjawaban kita.

Kisah menara Babel memperingatkan kita agar tidak salah menggunakan keinginan dan kehendak kita. Dikisahkan bahwa setelah peristiwa air bah, manusia merencanakan sesuatu, yang lahir dari keinginan mereka "mencari nama agar jangan terserak ke seluruh bumi" (4b). Keinginan tersebut mendorong mereka untuk membuat sebuah kota dengan sebuah menara yang menjulang tinggi sampai ke langit. Upaya pembangunan tersebut tentu saja memerlukan keahlian dan keterampilan. Lalu mereka memulai pembangunan hingga Allah sendiri kemudian turun tangan dan menghentikan kegiatan tersebut karena tidak sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya. Tuhan mengacaukan pekerjaan manusia tersebut dan menyerakkan mereka ke seluruh bumi (7). Alangkah sia-sia usaha mereka pada saat itu!

Kita memiliki kehendak dan keinginan yang tiada batas. Namun tidak semua keinginan tersebut sesuai dengan kehendak Allah. Inilah yang harus kita waspadai. Karena keinginan tersebut bisa saja merupakan cobaan, yang manakala telah dibuahi, dapat melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut (Yak. 1:14-15). Hendaknya setiap keinginan yang kita miliki selalu berupa hasrat untuk memuliakan nama Tuhan dalam kehidupan kita sekaligus menjadi berkat bagi orang-orang yang ada di sekitar kita.

No comments: