Kejadian 9:9-15 (TB):
9:9-15. Aku mengadakan (méqim) perjanjian-Ku ... Busur-Ku Kutaruh (nãtan) di awan. Dengan khidmat Yehovah meneguhkan janji-janji dari perjanjian yang sudah Ia berikan. Pembuatan perjanjian memerlukan ikatan yang sungguh-sungguh antara kedua belah pihak, yang sebelumnya tidak memiliki kewajiban satu terhadap yang lain. Tindakan Allah mengikat diri dengan satu kelompok keluarga ini merupakan tindakan kasih karunia yang sepenuhnya sukarela. Nuh dan keluarganya tidak melakukan apa-apa sehingga layak memperoleh hubungan perjanjian ini, dan Allah tidak memiliki kewajiban apa-apa terhadap mereka. Selanjutnya, ini adalah perjanjian dengan seluruh umat manusia. Dengan menerima persyaratan dan menjadi taat, manusia mengikatkan diri dengan Khaliknya untuk menaati berbagai ketetapan ilahi dan mematuhi esensi dari ketetapan-ketetapan itu.
Perjanjian tersebut perlu mempunyai tanda yang kelihatan sebagai pengingat. Tanda (ôt) ini akan merupakan jaminan dari ikatan rohani yang ada, yang menjamin kepastiannya yang tanpa akhir. Waktu perfect dari kata Ibrani dapat diterjemahkan menjadi telah Ku-taruh atau saat ini Aku menaruh. Busur pelangi di langit itulah yang akan merupakan "tanda." Bisa saja baru saat itu Allah menciptakan pelangi dan memberikan makna ini kepadanya. Sekalipun demikian, mungkin juga Dia menunjuk kepada busur pelangi yang sudah ada sebelumnya sambil mengemukakan bahwa mulai saat itu pelangi tersebut memperoleh makna yang baru, kepastian akan kemurahan dan kasih karunia-Nya; tanda tersebut merupakan pengingat akan kasih-Nya. Dia mengatakan, "Aku akan mengingat."
No comments:
Post a Comment