Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 8:15-22 (SH)

Kejadian 8:15-2 (TB):
15 Lalu berfirmanlah Allah kepada Nuh:
16 "Keluarlah dari bahtera itu, engkau bersama-sama dengan isterimu serta anak-anakmu dan isteri anak-anakmu;
17 segala binatang yang bersama-sama dengan engkau, segala yang hidup: burung-burung, hewan dan segala binatang melata yang merayap di bumi, suruhlah keluar bersama-sama dengan engkau, supaya semuanya itu berkeriapan di bumi serta berkembang biak dan bertambah banyak di bumi."
18 Lalu keluarlah Nuh bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya.
19 Segala binatang liar, segala binatang melata dan segala burung, semuanya yang bergerak di bumi, masing-masing menurut jenisnya, keluarlah juga dari bahtera itu.
20 Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.
21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."
MENYENANGKAN HATI TUHAN (Rabu, 4 Mei 2011)

Nuh sudah tahu bahwa air bah telah surut karena burung merpati yang dia lepaskan tidak kembali lagi. Bumi telah siap ditempati lagi. Namun Nuh tidak segera keluar dari bahtera itu. Mengapa? Ia telah membangun bahtera itu berdasarkan perintah Allah. Ia pun telah masuk dan tinggal di dalam perahu itu selama berhari-hari karena menaati kehendak Allah. Maka untuk keluar dari bahtera itu pun, ia menantikan firman Allah.

Maka ketika Allah bertitah agar Nuh keluar dari bahtera itu bersama keluarga beserta segala hewan yang mengisi bahtera itu (15-17), Nuh pun mematuhinya (18-19).

Tentulah rasa syukur yang besar ada di dalam hati Nuh karena dia dan seluruh anggota keluarganya selamat. Berkat pertolongan dan kuasa Allah, mereka bisa luput dari bencana mengerikan yang telah usai. Oleh sebab itu, hal pertama yang dilakukan oleh Nuh begitu keluar dari dalam bahtera itu adalah menyembah Allah. Ia mendirikan mezbah dan kemudian mempersembahkan kurban bakaran bagi Tuhan (20). Kita lihat bagaimana Nuh memilih dengan saksama hewan-hewan yang akan dia jadikan sebagai korban bakaran. Nuh tahu apa yang dikehendaki Tuhan dan ia melakukan sesuai dengan kehendak Tuhan itu. Terlihat kemudian bahwa Tuhan berkenan atas korban yang dipersembahkan oleh Nuh itu hingga Ia berkehendak untuk tidak lagi mengutuk dan membinasakan isi dunia ini (21-22).

Betapa indah hubungan Tuhan dengan orang beriman. Tuhan mencurahkan kasih karunia-Nya dan memelihara hidup orang yang percaya kepada-Nya. Sebagai respons, orang beriman menyembah Tuhan melalui segala tindakan yang menyenangkan hati-Nya. Orang beriman memuliakan Tuhan dengan menjadikan Tuhan sebagai yang terutama dalam hidupnya.

Tentu kita mengakui diri kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Namun adakah teladan Nuh mewarnai sikap hidup dan tindakan kita? Sudahkah kita mematuhi Allah meski perintah Allah terdengar tidak masuk akal? Marilah kita merespons kasih Allah dengan melakukan segala sesuatu yang menyenangkan hati-Nya.

No comments: