Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 7:11-12 (MHC)

Kejadian 6:11-12 (TB):
11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.
12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.
HUJAN EMPAT PULUH HARI EMPAT PULUH MALAM

Inilah,

I. Tahun terjadinya peristiwa yang besar ini. Tahun ini dicatat dengan teliti, untuk menambah kepastian ceritanya.

1. Terjadinya ketika Nuh berumur enam ratus tahun, yang jika dihitung, tampaknya berlangsung pada 1656 tahun sesudah penciptaan. Tahun-tahun dunia lama tidak dihitung berdasarkan pemerintahan orang-orang raksasa, tetapi berdasarkan kehidupan bapa-bapa leluhur. Orang-orang kudus lebih berharga bagi Allah daripada para penguasa. Orang benar itu akan diingat selama-lamanya. Nuh sekarang sudah sangat tua, bahkan menurut ukuran umur manusia pada waktu itu. Perhatikanlah,

(1) Semakin lama kita hidup di dunia ini, semakin banyak kita melihat kesengsaraan-kesengsaraan dan malapetaka-malapetaka di dalamnya. Oleh sebab itu, dikatakan sebagai hak istimewa orang-orang yang mati muda bahwa mata mereka tidak akan melihat segala malapetaka yang akan datang (2Raj. 22:20).

(2) Terkadang Allah menguji hamba-hamba-Nya yang sudah tua dengan pencobaan-pencobaan yang luar biasa dalam hal ketaatan dan kesabaran. Prajurit-prajurit Kristus yang paling tua tidak boleh menjanjikan diri mereka sendiri akan terlepas dari peperangan sebelum maut melepaskannya dari mereka. Mereka harus tetap mengencangkan ikat pinggang mereka, dan tidak boleh bermegah seolah-olah sudah melepaskannya. Sama seperti tahun terjadinya air bah dicatat, demikian pula,

2. Kita diberi tahu bahwa air bah itu datang pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, yang menurut perhitungan sekitar permulaan bulan November. Jadi, sebelumnya Nuh baru saja menuai panen, dan hasilnya ia jadikan sebagai muatan bahteranya.

II. Tanda-tanda alami yang sesuai dengan air bah. Amatilah,

1. Pada hari yang sama ketika Nuh sudah menetap di dalam bahtera, banjir mulai datang. Perhatikanlah,

(1) Penghakiman-penghakiman yang menghancurkan tidak akan datang sebelum Allah menyediakan tempat yang aman bagi umat-Nya sendiri. Lihat pasal 19:22, Aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana: dan kita mendapati dalam Wahyu 7:3 bahwa angin-angin ditahan sebelum hamba-hamba Allah dimeteraikan.

(2) Apabila orang-orang baik dipindahkan, maka penghakiman-penghakiman tidaklah jauh. Sebab mereka diambil dari kejahatan yang akan datang (Yes. 57:1, KJV). Apabila mereka dipanggil masuk ke dalam kamar-kamar, disembunyikan di dalam kubur-kubur, disembunyikan di dalam sorga, maka Allah akan keluar dari tempat-Nya untuk menghukum (Yes. 26:20-21).

2. Lihatlah apa yang terjadi pada hari itu, hari yang mematikan bagi dunia orang-orang fasik itu.

(1) Terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat.Pada waktu itu air-air yang baru mungkin tidak perlu diciptakan. Air yang sebelumnya dibuat menjadi berkat-berkat bagi bumi sesuai dengan peredaran alam menurut pemeliharaan ilahi, sekarang, melalui tindakan yang luar biasa dari kuasa ilahi, mendatangkan kehancuran baginya. Allah sudah menaruh samudera raya ke dalam wadah (Mzm. 33:7), tetapi sekarang Ia membuka wadah itu. Sama seperti tubuh kita mempunyai sejumlah cairan yang, apabila Allah berkehendak, menjadi benih-benih dan sumber-sumber dari segala penyakit yang mematikan, demikian pula bumi di dalam perut-perutnya mempunyai sejumlah air yang, dengan perintah Allah, akan meluap dan menghanyutkannya. Allah, dalam menciptakan alam raya, telah memasang palang dan pintu pada air-air laut, agar mereka takkan kembali menyelubungi bumi (Mzm. 104:9; Ayb. 38:9-11). Dan sekarang Ia hanya memindahkan batas-batas tanah, gundukan-gundukan tanah, dan pagar-pagar yang sudah ada sejak dulu kala itu, tetapi air-air laut sudah kembali menyelubungi bumi, seperti yang terjadi pada mulanya (1:9). Perhatikanlah, semua makhluk siap berperang melawan orang berdosa, dan siapa saja dari mereka dapat menjadi alat kehancurannya, jika Allah membuka kekangan-kekangan yang menahan mereka selama hari-hari Dia bersabar.

(2) Terbukalah tingkap-tingkap di langit, dan air yang ada di atas cakrawala ditumpahkan ke atas dunia. Perbendaharaan-perbendaharaan yang disimpan Allah untuk masa kesesakan, untuk waktu pertempuran dan peperangan itu (Ayb. 38:22-23). Hujan, yang biasanya turun rintik-rintik, pada waktu itu turun dalam luapan air yang deras, atau semburan air, sebagaimana orang-orang di daerah-daerah tropis menyebutnya, di mana awan-awan sering kali pecah, menurut ungkapan mereka, ketika hujan yang turun jauh lebih deras daripada hujan paling lebat yang pernah kita lihat di sini (maksudnya di Inggris – pen.). Kita membaca (Ayb. 26:8) bahwa Allah membungkus air di dalam awan-Nya, namun awan itu tidak robek. Tetapi sekarang bungkusan itu dibuka, dan awan itu robek, dan hujan pun turun seperti yang belum pernah dilihat sebelumnya atau sesudahnya, dengan begitu derasnya dan tanpa henti. Awan yang tebal itu tidak menjadi lelah, seperti yang biasanya terjadi, karena mencurahkan air (Ayb. 37:11), yaitu, tidak cepat habis dan berhenti. Sebaliknya, awan-awan tetap kembali setelah hujan turun, dan kuasa ilahi terus membawa awan-awan yang baru. Hujan turun, tanpa jeda atau reda, empat puluh hari empat puluh malam lamanya (ay. 12), dan itu berlangsung di seluruh bumi secara serentak, bukan seperti yang kadang-kadang terjadi, hanya pada satu kota dan tidak pada kota lain. Allah menjadikan dunia dalam enam hari, tetapi Ia mengambil waktu selama empat puluh hari dalam menghancurkannya. Sebab Ia panjang sabar. Namun, meskipun datang secara perlahan-lahan dan bertahap, penghancuran itu berhasil memenuhi tujuannya.

3. Sekarang, pelajarilah dari sini,

(1) Bahwa semua makhluk berada dalam kuasa Allah, dan bahwa Ia dapat menggunakan mereka untuk tujuan apa pun yang dikehendaki-Nya, baik untuk menjadi pentung bagi isi bumi-Nya maupun untuk menyatakan kasih setia, seperti yang dikatakan Elihu tentang hujan (Ayb. 37:12-13).

(2) Bahwa Allah sering kali membuat selamatan kita menjadi perangkap (Mzm. 69:23). Apa yang biasanya merupakan penghiburan dan keuntungan bagi kita sekarang menjadi, apabila Allah berkehendak, cambuk dan wabah bagi kita. Tidak ada hal lain yang lebih diperlukan dan bermanfaat selain air, baik itu segala mata air di bumi maupun hujan dari langit. Namun sekarang tidak ada yang lebih menyakitkan, dan tidak ada yang lebih menghancurkan, selain air itu: setiap ciptaan menjadi bagi kita sebagaimana Allah menjadikannya.

(3) Bahwa tidaklah mungkin untuk menghindar dari penghakiman-penghakiman yang benar dari Allah ketika penghakiman-penghakiman itu datang dengan mandat untuk melawan para pendosa. Sebab Allah dapat mempersenjatai langit maupun bumi untuk melawan mereka (lihat Ayb. 20:27). Allah dapat mengelilingi manusia dengan para pembawa pesan murka-Nya, sehingga, jika mereka melihat ke atas, mereka akan merasa ngeri dan bingung, dan jika mereka melihat ke bumi, sesungguhnya, hanya kesesakan dan kegelapan (Yes. 8:21-22). Jadi, siapakah yang mampu berdiri di hadapan Allah apabila Ia murka?

(4) Dalam penghancuran terhadap dunia lama oleh air ini, Allah memberikan contoh tentang penghancuran terakhir dari dunia yang ada sekarang oleh api kelak. Kita mendapati Rasul Petrus mempertentangkan kedua hal ini satu sama lain (2Ptr. 3:6-7). Sama seperti di bawah bumi ada air, demikian pula Gunung Api Etna, Gunung Api Vesuvius, dan gunung-gunung berapi lain menyatakan kepada dunia bahwa di bawah permukaan bumi ada api juga. Api juga sering kali jatuh dari langit, dan banyak kehancuran diakibatkan oleh petir. Karena itu, ketika waktu yang ditetapkan tiba, di antara dua api ini, bumi dan segala isinya akan terbakar, seperti halnya air bah yang didatangkan ke atas dunia lama dari samudra-samudra raya dan melalui tingkap-tingkap langit.

No comments: