Kejadian 10:1-5 (TB):
BANGSA-BANGSA KETURUNAN NUH
Pasal ini menunjukkan secara lebih khusus apa yang disebutkan secara umum dalam Kejadian 9: 19 perihal tiga anak Nuh, bahwa “dari mereka inilah tersebar penduduk seluruh bumi,” serta buah dari berkat itu (9:1, 7), “penuhilah bumi.” Ini adalah satu-satunya catatan pasti yang masih ada sampai sekarang perihal asal-usul bangsa-bangsa. Namun, mungkin tidak ada bangsa lain selain bangsa Yahudi yang dapat meyakini dari sumber manakah mereka berasal dari antara ketujuh puluh sumber (karena begitu banyaknya sumber di sini) yang ada. Akibat langkanya catatan-catatan kuno, percampuran bangsa-bangsa, perubahan-perubahan besar yang terjadi di dalam bangsa-bangsa, rentang waktu yang panjang, maka hilanglah pengetahuan tentang garis keturunan bangsa-bangsa dari penduduk bumi sekarang ini. Juga tidak ada catatan silsilah asal-usul bangsa-bangsa yang masih terpelihara dengan baik selain yang dimiliki oleh bangsa Yahudi, demi kepentingan Sang Mesias. Hanya dalam pasal inilah kita memiliki sebuah catatan singkat,
I. Perihal keturunan Yafet (ay. 2-5).
II. Perihal keturunan Ham (ay. 6-20), dan khususnya perihal tentang Nimrod (ay. 8-10).
III. Perihal keturunan Sem (ay. 21 dan seterusnya).
Bangsa-bangsa Keturunan Nuh (Kejadian 10:1-5)
Musa mengawali dengan keluarga Yafet, mungkin karena dialah yang sulung, atau karena keluarganya berada di tempat yang paling jauh dari Israel dan tidak terlampau memedulikan mereka ketika Musa menulis kitab ini. Itulah sebabnya ia menyebut bangsa ini dengan sangat singkat, dan segera menulis tentang keturunan Ham, yang menjadi musuh Israel, kemudian dilanjutkan dengan keturunan Sem yang menjadi nenek moyang Israel. Sebab jemaat orang percayalah yang dijadikan sejarah oleh Kitab Suci, dan hanya bangsa-bangsa dunia yang terkait dengan Israel dan tertarik kepada urusan Israel sajalah yang dicatat di dalamnya. Amatilah,
1. Diketahui di sini bahwa anak-anak Nuh memiliki anak-anak yang dilahirkan setelah air bah, dengan maksud untuk memperbaiki dan membangun kembali dunia umat manusia yang telah dihancurkan oleh air bah. Allah yang telah membinasakan, sekarang menghidupkan.
2. Kepada keturunan Yafet diberikan daerah-daerah pesisir (ay. 5). Yang mungkin diberikan dengan melempar undi dan dibagikan kepada mereka setelah dilakukan penelitian yang cermat dan bersungguh-sungguh. Mungkin pulau kita ini (kepulauan Inggris, tempat asal Matthew Henry – pen.) juga menjadi salah satunya. Semua tempat di seberang laut, kalau dilihat dari Yudea, disebut tanah pesisir (Yer. 25:22). Hal ini mengarahkan pemahaman kita bahwa janji dalam Yesaya 42:4, segala pulau mengharapkan pengajarannya, menunjukkan pertobatan orang-orang bukan Yahudi kepada iman di dalam Kristus.
No comments:
Post a Comment