Kejadian 6:9 (TB)
Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.
9. Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela ... dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. Dengan kata-kata ini penulis melukiskan tiga ciri khas dari kehidupan saleh - adil, suci dan kudus (bdg. 6:8 - Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan).
Kata yang diterjemahkan menjadi benar dari kata Ibrani sáddîq, melukiskan watak Nuh yang tampak dalam hubungannya dengan sesama manusia. "Kejujuran" atau "kebenaran" tampak jelas dalam perilakunya. Seluruh tindak-tanduknya menunjukkan kebenaran etika dan moral ini (bdg. Yeh. 14:14, 20). Kata Ibrani tãmîm, tidak bercela, melukiskan hasil sempurna dari seorang tukang bangunan yang handal; bangunan yang dihasilkan itu lengkap, sempurna dan tidak ada cacatnya. Ditinjau secara obyektif, kata tidak bercacat melukiskan watak. Di dalam bidang etika, ide "jujur" muncul sebagai pengertian yang diambil (bdg. Ayb. 1:1). Pernyataan bahwa Nuh hidup bergaul dengan Allah, membuka pokok pemikiran yang lain. Di dalam bergaul dengan Allah, Nuh menunjukkan sikap, semangat dan watak yang membuat dirinya diterima dan diperkenan untuk hubungan rohani yang sangat akrab. Nuh memiliki ciri-ciri jiwa yang membuat dia disayang oleh Tuhan (bdg. Kej. 5:22; Mi. 6:8; Mal. 2:6).
No comments:
Post a Comment