Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 6:4-5 (MHC)

Kejadian 6:4-5 (TB):
4 Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.
5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
KEJAHATAN MANUSIA BESAR DI BUMI

Di sini kita mendapati penjelasan lebih jauh tentang kerusakan dunia lama itu. Ketika anak-anak Allah sudah berpasang-pasangan dengan anak-anak perempuan manusia, sekalipun itu membuat Allah sangat murka, Ia tidak langsung membinasakan mereka, tetapi menunggu untuk melihat apa yang akan menjadi buah dari perkawinan-perkawinan ini, dan pihak mana yang akan diserupai oleh anak-anak mereka. Dan ternyata (seperti yang lazim terjadi), mereka menyerupai pihak yang buruk. Inilah,

I. Godaan yang mendorong mereka untuk menindas dan melakukan kekerasan. Mereka adalah orang-orang raksasa, dan mereka orang-orang yang kenamaan. Mereka menjadi terlalu tangguh bagi semua orang di sekeliling mereka, dan menguasai apa saja yang ada di depan mereka,

1. Dengan tubuh mereka yang besar-besar, seperti orang-orang Enak (Bil. 13:33).

2. Dengan nama mereka yang besar, seperti raja-raja Asyur (Yes. 37:11).
Kedua hal ini menjadikan mereka sebagai orang-orang kuat yang ditakuti di tengah-tengah dunia orang-orang hidup. Dan, dengan dipersenjatai seperti itu, mereka dengan berani menghina hak-hak sesama mereka dan menginjak-injak segala sesuatu yang adil dan suci. Perhatikanlah, orang-orang yang mempunyai kekuasaan begitu besar atas orang lain sehingga sanggup menindas mereka, jarang mempunyai kekuasaan yang begitu besar atas diri mereka sendiri untuk tidak menindas diri mereka sendiri. Kekuatan yang besar adalah jerat yang amat besar bagi banyak orang. Keturunan yang sudah merosot ini meremehkan kehormatan yang sudah didapat oleh nenek moyang mereka melalui kebajikan dan agama, dan mendatangkan nama besar bagi diri mereka sendiri melalui apa yang akan selama-lamanya menghancurkan nama baik mereka.

II. Dakwaan yang diperlihatkan dan dibuktikan melawan mereka (ay. 5). Bukti yang ditunjukkan tidak dapat disanggah. Allah melihatnya, di samping seribu saksi lain. Allah melihat semua kefasikan yang ada di antara anak-anak manusia. Kefasikan itu tidak bisa disembunyikan dari Dia sekarang, dan jika mereka tidak bertobat darinya, kefasikan itu tidak akan disembunyikan oleh-Nya sebentar lagi. Sekarang, apa yang diperhatikan Allah?

1. Ia mengamati sungai-sungai dosa yang mengalir di sepanjang hidup manusia dan luas serta dalamnya sungai-sungai itu: Ia melihat bahwa kejahatan manusia besar di bumi. Cermatilah hubungan dari hal ini dengan apa yang terjadi sebelumnya: para penindas itu adalah orang-orang yang gagah perkasa dan orang-orang yang kenamaan. Dan, kemudian, TUHAN melihat bahwa kejahatan manusia besar. Perhatikanlah, kefasikan manusia sungguh besar jika pendosa-pendosa terbesar adalah orang-orang kenamaan di antara mereka. Sungguh buruk jika orang-orang jahat tetap dihormati walaupun mereka fasik; bahkan mereka dihormati karena kefasikan mereka, dan orang-orang bejat pun ditinggikan. Jadi, kefasikan itu besar apabila orang-orang besar berbuat fasik. Kefasikan mereka besar, yakni berlimpah-limpah dosa dilakukan di mana-mana oleh segala macam orang. Dan dosa seperti itu pada hakikatnya amat menjijikkan, keji, dan membangkitkan murka. Dosa itu dilakukan dengan berani, dengan menentang sorga, dan orang-orang yang memegang kuasa untuk mengendalikan atau menghukumnya tidak memperhatikannya. Hal itu dilihat Allah. Perhatikanlah, semua dosa dari para pendosa diketahui oleh Allah Sang Hakim. Orang-orang yang paling mengenal dunia, sekalipun mereka melihat banyak kefasikan di dalamnya, mereka hanya melihat sedikit daripada yang sebenarnya. Tetapi Allah melihat semuanya, dan memberikan penghakiman yang benar berkenaan dengan kefasikan itu, betapa pun besarnya kefasikan itu, dan Ia tidak bisa tertipu dalam penghakiman-Nya.

2. Ia mengamati sumber dosa yang terdapat di dalam hati manusia. Siapa saja bisa melihat bahwa kejahatan manusia besar, sebab mereka menyatakan bahwa dosa mereka seperti Sodom. Tetapi mata Allah memandang lebih jauh: Ia melihat bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata – sebuah pemandangan yang menyedihkan, dan sangat menyakitkan mata Allah yang suci! Ini adalah akar kepahitan, sumber air yang sudah tercemar: segala kekerasan dan penindasan, segala kemewahan dan kebejatan yang ada di dunia, timbul dari sifat yang sudah rusak. Keinginan membuahi semuanya itu (Yak. 1:15). Lihat Matius 15:19.

(1) Hati itu hampa. Hati itu licik dan sudah membatu dalam kefasikan. Asas-asasnya rusak, dan kebiasaan-kebiasaan serta kecondongan-kecondongannya jahat.

(2) Demikianlah segala isi pikiran. Pikiran kadang-kadang dilihat sebagai penghakiman atau pendapat yang sudah tetap, dan penghakiman atau pendapat ini disuap, dibuat berat sebelah, dan diselewengkan. Kadang-kadang pikiran menandakan bekerjanya angan-angan, dan pekerjaan ini selalu sia-sia atau keji, dan menjalin sarang laba-laba atau menetaskan telur monster.

(3) Demikian jugalah dengan khayalan dari isi pikiran, yaitu, rancangan-rancangan dan tujuan-tujuannya fasik. Mereka tidak melakukan kejahatan semata-mata karena ceroboh, seperti orang-orang yang berjalan semaunya, tanpa memperhatikan apa yang mereka lakukan. Sebaliknya, mereka melakukan kejahatan secara sengaja dan direncanakan, merancang cara bagaimana berbuat jahat. Sungguh buruk. Sebab yang ada hanyalah kejahatan, kejahatan terus-menerus, dan begitulah semua khayalan manusia. Tidak ada kebaikan yang dapat ditemukan di antara mereka, bahkan, tidak pada saat kapan pun: sungai dosa itu penuh, mengalir deras, dan terus-menerus. Dan Allah melihatnya. Lihat Mazmur 14:1-3.

No comments: