Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 5:28-32 (MHC)

Kejadian 5:28-32 (TB):
28 Setelah Lamekh hidup seratus delapan puluh dua tahun, ia memperanakkan seorang anak laki-laki,
29 dan memberi nama Nuh kepadanya, katanya: "Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh TUHAN."
30 Dan Lamekh masih hidup lima ratus sembilan puluh lima tahun, setelah ia memperanakkan Nuh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
31 Jadi Lamekh mencapai umur tujuh ratus tujuh puluh tujuh tahun, lalu ia mati.
32 Setelah Nuh berumur lima ratus tahun, ia memperanakkan Sem, Ham dan Yafet.
KISAH MENGENAI NUH

Di sini kita mendapati untuk pertama kalinya Nuh disebut, yang banyak tentangnya akan kita baca dalam pasal-pasal selanjutnya. Amatilah,

I. Namanya, beserta alasan untuk itu. Nuh berarti istirahat. Orangtuanya memberi dia nama itu, dengan harapan agar dia menjadi berkat yang lebih dari biasa bagi angkatannya. Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh TUHAN. Inilah,

1. Keluhan Lamekh akan kehidupan manusia yang penuh bencana. Dengan masuknya dosa, dan diwariskannya kutuk karena dosa, keadaan kita telah menjadi sangat sengsara. Seluruh hidup kita dihabiskan dengan bekerja, dan waktu kita dipenuhi dengan susah payah yang tiada henti. Karena Allah telah mengutuk tanah, maka hanya sebanyak itulah yang bisa dilakukan sebagian orang, dengan segenap perhatian dan susah payah, untuk mendapatkan penghidupan yang keras darinya. Ia berbicara seperti orang yang lelah dengan urusan hidup ini, dan kesal bahwa begitu banyak pikiran dan waktu yang berharga hanya dipakai habis untuk menopang tubuh ini, padahal itu bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang jauh lebih baik.

2. Pengharapan-pengharapannya yang menghibur akan datangnya suatu kelegaan dengan kelahiran anak ini: Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan, yang menandakkan bukan hanya keinginan dan harapan yang pada umumnya dimiliki orangtua terhadap anak-anak mereka (bahwa, apabila mereka dewasa, anak-anak akan menjadi penghiburan-penghiburan bagi mereka dan penolong-penolong dalam usaha mereka, meskipun yang sering kali terjadi adalah sebaliknya), melainkan juga suatu pemahaman dan pengharapan akan sesuatu yang lebih. Sangatlah mungkin bahwa ada beberapa nubuatan sebelumnya tentang dia, sebagai seseorang yang secara menakjubkan berguna bagi angkatannya. Karena itu orangtuanya memahami demikian dan menyimpulkan bahwa dialah keturunan yang dijanjikan itu, Sang Mesias yang akan datang. Dan itu menunjukkan bahwa kepentingan kovenan di dalam Kristus sebagai milik kita, dan harapan yang dilandasi keyakinan akan kedatangan-Nya, melengkapi kita dengan penghiburan-penghiburan yang paling baik dan paling pasti. Hal itu benar baik dalam kaitannya dengan murka dan kutuk Allah yang pantas kita terima maupun dengan kerja keras dan susah payah dalam hidup sekarang ini, yang sering kali kita keluhkan. “Apakah Kristus menjadi milik kita? Apakah sorga menjadi milik kita? Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan.

II. Anak-anaknya, Sem, Ham, dan Yafet. Anak-anak ini diperanakkan Nuh (yang tertua dari ketiganya) ketika ia berumur lima ratus tahun. Tampaknya Yafet adalah yang tertua (10:21), tetapi Sem disebutkan pertama kali karena kepadanya kovenan akan diwariskan, seperti yang tampak pada pasal 9:26, di mana Allah disebut TUHAN, Allah Sem. Kepadanyalah, ada kemungkinan, hak kesulungan diberikan, dan darinyalah, sudah pasti, akan diturunkan baik Kristus sebagai Kepala maupun jemaat sebagai tubuh. Oleh sebab itu ia disebut Sem, yang berarti nama, karena dalam keturunannya nama Allah akan selalu tinggal, sampai akan datang dari benihnya Dia yang nama-Nya mengatasi segala nama. Sehingga dengan menempatkan Sem pertama-tama, maka itu berarti Kristus ditempatkan sebagai yang pertama, sebab dalam segala hal Dialah yang harus diutamakan.

No comments: