Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 5:25 - 6:8 (SH)

Kejadian 5:25-32 (TB):
25 Setelah Metusalah hidup seratus delapan puluh tujuh tahun, ia memperanakkan Lamekh.
26 Dan Metusalah masih hidup tujuh ratus delapan puluh dua tahun, setelah ia memperanakkan Lamekh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
27 Jadi Metusalah mencapai umur sembilan ratus enam puluh sembilan tahun, lalu ia mati.
28 Setelah Lamekh hidup seratus delapan puluh dua tahun, ia memperanakkan seorang anak laki-laki,
29 dan memberi nama Nuh kepadanya, katanya: "Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh TUHAN."
30 Dan Lamekh masih hidup lima ratus sembilan puluh lima tahun, setelah ia memperanakkan Nuh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
31 Jadi Lamekh mencapai umur tujuh ratus tujuh puluh tujuh tahun, lalu ia mati.
32 Setelah Nuh berumur lima ratus tahun, ia memperanakkan Sem, Ham dan Yafet.
Kejadian 6:1-8 (TB):
Kejahatan Manusia

1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."
4 Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.
5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
7 Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."
8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.
HARAPAN DI TENGAH KRISIS (Jumat, 29 April 2011)

Nuh adalah seorang tokoh Alkitab yang sangat luar biasa. Namanya memiliki arti "peristirahatan’. Nuh adalah anak Lamekh. Dia adalah ayah Sem, Ham, dan Yafet. Dialah yang membangun bahtera, yang pada akhirnya menyelamatkan seluruh keluarganya dari kehancuran yang dilakukan oleh Tuhan Allah atas dunia melalui air bah.

Dalam nats hari ini, kita menemukan penyebutan nama Nuh untuk pertama kalinya. Ketika orang tuanya memberi nama Nuh, mereka memiliki harapan bahwa anaknya kelak akan menjadi pribadi yang mendapatkan berkat lebih dari generasinya, yaitu "akan memberikan penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh Tuhan’. Dari pernyataan ini, terkandung dua pesan atau harapan penting dari Lamekh. Pertama, Lamekh komplain terhadap kondisi yang sangat mengerikan atas seluruh umat manusia. Dengan masuknya dosa dan kutukan yang mengikutinya, kondisi umat manusia menjadi sangat mengerikan. Kehidupan kita berada di dalam perbudakan, sehingga seluruh waktu yang ada dipenuhi dengan kerja keras terus menerus. Karena Allah telah mengutuk bumi, maka setiap manusia harus merasakan sakit dan berjerih lelah untuk mengusahakan bumi. Kedua, adanya harapan baru atas kelahiran anaknya, yaitu "akan memberikan penghiburan dalam pekerjaan kita’. Harapan tersebut bukan hanya sekadar harapan atau impian yang dimiliki oleh orang tua terhadap anak-anaknya, tetapi sebuah kemampuan dalam menangkap dan mengharapkan sesuatu yang lebih lagi. Lamekh mempunyai harapan bahwa kelak anaknya akan menjadi jawaban bagi generasi dimasanya. Ditengah keras dan susahnya kondisi hidup, Lamekh menaruh harapan pada Nuh, anaknya.

Lalu kepada siapakah kita, yang hidup di zaman ini, harus menjangkarkan pengharapan kita? Kepada siapakah kita mengharapkan penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah ini? Hanya kepada Yesus. Dia berfirman "Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu."

No comments: