Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 5:1-24 (SH)

Kejadian 5:1-24 (TB):
1 Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah;
2 laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama "Manusia" kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan.
3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.
4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.
6 Setelah Set hidup seratus lima tahun, ia memperanakkan Enos.
7 Dan Set masih hidup delapan ratus tujuh tahun, setelah ia memperanakkan Enos, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
8 Jadi Set mencapai umur sembilan ratus dua belas tahun, lalu ia mati.
9 Setelah Enos hidup sembilan puluh tahun, ia memperanakkan Kenan.
10 Dan Enos masih hidup delapan ratus lima belas tahun, setelah ia memperanakkan Kenan, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
11 Jadi Enos mencapai umur sembilan ratus lima tahun, lalu ia mati.
12 Setelah Kenan hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Mahalaleel.
13 Dan Kenan masih hidup delapan ratus empat puluh tahun, setelah ia memperanakkan Mahalaleel, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
14 Jadi Kenan mencapai umur sembilan ratus sepuluh tahun, lalu ia mati.
15 Setelah Mahalaleel hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Yared.
16 Dan Mahalaleel masih hidup delapan ratus tiga puluh tahun, setelah ia memperanakkan Yared, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
17 Jadi Mahalaleel mencapai umur delapan ratus sembilan puluh lima tahun, lalu ia mati.
18 Setelah Yared hidup seratus enam puluh dua tahun, ia memperanakkan Henokh.
19 Dan Yared masih hidup delapan ratus tahun, setelah ia memperanakkan Henokh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
20 Jadi Yared mencapai umur sembilan ratus enam puluh dua tahun, lalu ia mati.
21 Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah.
22 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.
24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.
 HIDUP BERGAUL DENGAN ALLAH (Kamis, 28 April 2011)

Pada bacaan sebelumnya, kita telah melihat bagaimana kehidupan Kain dan keturunannya. Kain, yang telah membunuh Habel, saudaranya, karena iri dan dengki mempunyai keturunan yang bernama Lamekh. Lamekh ternyata melakukan hal yang sama seperti Kain. Dia membunuh seorang laki-laki dengan alasannya sendiri (Kej. 4:23-24). Intinya adalah ketika sebuah dosa tidak dibereskan dalam sebuah garis keturunan, tidak mustahil hal yang sama dapat terulang kembali.

Berbeda dengan apa yang terjadi dalam keturunan Set, anak Adam yang lain. Keturunan Set menghasilkan anak-anak yang hidup takut akan Tuhan. Yang paling menonjol adalah Henokh. Henokh dikatakan hidup bergaul dengan Allah (24a). Kehidupannya yang begitu dekat dengan Tuhan membuat Henokh tidak mengalami peristiwa kematian sebagaimana manusia pada umumnya. Allah membawa dia kehadapan-Nya tanpa melalui lembah kematian (24b).

Apa yang dialami oleh Henokh sangat kontras dengan apa yang dialami oleh Lamekh, keturunan Kain. Henokh dinyatakan sebagai orang yang bergaul dengan Tuhan, sementara Lamekh menjadi seorang pecundang yang memiliki pemahaman salah tentang makna perlindungan dan kedaulatan Allah. Lamekh hanya "merasa" kenal Tuhan melalui kisah Kain, leluhurnya, sementara Henokh memiliki pergaulan sejati dengan Tuhan. Hal ini menimbulkan dampak yang berbeda. Lamekh hidup dalam hutang darah, sementara Henokh menikmati persekutuan yang sejati dengan Tuhan.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita memiliki kedekatan sejati dengan Tuhan? Ataukah kita hanya berasumsi saja, padahal sesungguhnya kita buta sama sekali tentang kebenaran Tuhan? Mari kita mengoreksi hal ini. Hiduplah dalam persekutuan yang sejati dengan Tuhan, maka Dia akan berkenan memberkati kehidupan kita. Jangan terjebak pada rutinitas religi semata, melainkan milikilah kegairahan yang sungguh untuk menikmati persekutuan tersebut. Ingatlah bahwa Tuhan tidak dapat dibohongi dengan segala macam ritual agamawi. Tuhan hanya melihat hati.

No comments: