Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 3:21 (MHC)

Kejadian 3:21 (TB)

Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.


PAKAIAN KULIT BINATANG UNTUK MANUSIA

Di sini kita mendapati tanda pemeliharaan Allah lebih lanjut yang berkaitan dengan nenek moyang pertama kita, walaupun mereka berdosa. Walaupun Allah menghajar anak-anak-Nya karena mereka tidak patuh, dan menunjukkan tanda-tanda ketidaksenangan-Nya, namun Dia tidak mencabut hak waris mereka, melainkan, seperti seorang bapa yang lembut, menyediakan tumbuh-tumbuhan di padang untuk menjadi makanan mereka dan kulit binatang untuk menjadi pakaian mereka. Demikianlah sang Bapa memelihara si anak pemboros yang kembali (Luk. 15:22-23). Jika Tuhan hendak membinasakan mereka, Dia tidak akan melakukan ini kepada mereka. Perhatikanlah,

1. Bahwa pakaian datang dengan dosa. Kita tidak akan membutuhkan pakaian, baik untuk perlindungan maupun kesopanan, jika dosa tidak menelanjangi kita dan membuat kita malu. Oleh karena itu hanya sedikit alasan yang kita miliki untuk merasa bangga terhadap pakaian kita, yang hanyalah merupakan lencana kemiskinan dan keburukan kita.

2. Bahwa ketika Allah membuat pakaian untuk nenek moyang kita, Dia membuat pakaian itu hangat dan kuat, namun kasar dan sangat sederhana. Bukan jubah kirmizi, melainkan penutup dari kulit binatang. Pakaian mereka tidak terbuat dari sutra dan satin, melainkan kulit binatang saja. Tidak dihiasi, tidak disulam, tidak ada perhiasan yang di kemudian hari dibuat dan dibanggakan oleh putri-putri Sion. Marilah orang miskin yang berpakaian buruk belajar untuk tidak mengeluh karenanya. Sebaiknya mereka puas dengan memiliki makanan dan sehelai penutup tubuh, karena keadaan mereka sama baiknya dengan Adam dan Hawa. Dan marilah orang kaya yang berpakaian bagus belajar untuk tidak menjadikan pakaian indah-indah yang mereka kenakan sebagai perhiasan mereka (1Ptr. 3:3).

3. Bahwa Allah harus ditinggikan dengan penuh rasa syukur, bukan hanya karena memberi kita makanan, melainkan juga karena memberi kita pakaian ( Kejadian 28:20). Kain bulu domba dan kain lenan adalah kepunyaan-Nya, seperti halnya gandum dan anggur (Hos. 2:8).

4. Pakaian dari kulit binatang ini memiliki arti tersirat. Binatang yang diambil kulitnya itu harus disembelih, di hadapan mereka, untuk memperlihatkan kepada mereka apa kematian itu, dan (seperti dalam Pkh. 3:18) supaya mereka dapat melihat bahwa mereka sendiri adalah binatang, fana dan akan mati. Menurut dugaan binatang-binatang itu disembelih bukan untuk dijadikan makanan, melainkan untuk dijadikan persembahan, untuk melambangkan pengorbanan besar yang akan dipersembahkan sekali untuk selamanya pada kesudahan akhir zaman. Jadi yang pertama mati adalah sebuah korban, atau gambaran Kristus, yang karena itu disebut sebagai Anak Domba, yang telah disembelih. Korban-korban ini dibagi antara Allah dan manusia, sebagai tanda pendamaian kembali: daging dipersembahkan kepada Allah, sebagai korban bakaran seluruhnya, sedangkan kulit diberikan kepada manusia untuk dijadikan pakaian, yang menandakan bahwa, setelah Yesus Kristus mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai korban persembahan yang harum baunya, kita harus mengenakan kebenarannya seperti mengenakan pakaian, supaya aib ketelanjangan kita tidak tampak. Adam dan Hawa membuat cawat dari daun pohon ara, penutup yang terlalu terbatas bagi mereka untuk dipakai menyelubungi diri (Yes. 28:20). Seperti itulah segala pembenaran diri kita sendiri. Namun Allah membuatkan mereka penutup dari kulit binatang, besar, kuat, tahan lama, dan pantas untuk mereka. Seperti inilah kebenaran Kristus itu. Oleh karena itu kenakanlah Tuhan Yesus Kristus.

No comments: