Kejadian 3:2-3 (TB):
2, 3. Lalu sahut perempuan itu. Meladeni penggoda itu senantiasa berbahaya. Secara tidak sadar perempuan itu menunjukkan kesediaan untuk berunding dengan penggoda. Dia tidak memiliki kebijaksanaan seperti pada kata-kata Yesus dalam Matius 4:10 dan nasihat Yakobus dalam Yakobus 4:7. Perempuan itu tidak bersalah, polos dan tidak curiga sehingga bukan merupakan tandingan bagi si penggoda yang lihai. Perempuan itu tidak mau diam saja menyaksikan Allah dipahami dengan tidak benar, karena itu dengan berani ia berusaha membetulkan pernyataan si ular! Namun dia mengutip larangan Allah secara salah, yaitu dengan menambahkan kata raba.
No comments:
Post a Comment