Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 2:1-7 (SH)

Kejadian 2:1-7 (TB):
1 Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
4 Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, —
5 belum ada semak apa pun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apa pun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;
6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu —
7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
ENAM BANDING SATU (Selasa, 4 Januari 2011)

Kata "istirahat" dimaknai sebagai berhenti sejenak untuk melepaskan lelah. Lalu bila Allah berhenti dari kegiatan penciptaan alam semesta (2-3), apakah itu terjadi karena Dia merasa lelah dan perlu berhenti untuk beristirahat? Tentu bukan. Dia berhenti pada hari ketujuh untuk menunjukkan bahwa karya penciptaan-Nya telah selesai.

Seolah sesuatu yang memuncak menjadi klimaks, Allah menyebut segala sesuatu yang Dia ciptakan pada hari kesatu sampai hari kelima sebagai sesuatu yang baik, lalu ciptaan pada hari yang keenam Dia sebut sebagai sesuatu yang amat baik. Kemudian Ia memberkati hari yang ketujuh serta menguduskannya.

Berhentinya Allah pada hari ketujuh memberikan struktur waktu bagi manusia, yaitu ada tujuh hari dalam seminggu. Selama enam hari kita diperintahkan untuk bekerja, sementara pada hari ketujuh kita wajib berhenti dari segala pekerjaan kita untuk kemudian beristirahat. Bukankah cukup banyak waktu yang diberikan kepada kita untuk memenuhi kebutuhan hidup kita? Hari ketujuh itu adalah hari pemulihan bagi diri kita secara keseluruhan. Hari, saat kita bisa berhenti dari rutinitas kerja selama enam hari, saat kita dipulihkan, saat kita bisa bersama-sama saudara seiman datang menghadap Allah sebagai komunitas orang beriman, saat kita bisa menghangatkan kasih, kebersamaan, dan keutuhan dalam keluarga. Dengan demikian, ketika memasuki hari berikut kita bisa berada dalam stamina yang maksimal serta semangat yang penuh untuk kembali beraktivitas. Allah telah merancang kita untuk membutuhkan waktu istirahat, maka jangan kita abaikan pola itu. Bila kita tidak peduli, berarti kita mengurangi keefektifan kita dalam berkarya. Padahal Allah telah memberikan pola yang penting bagi kesehatan dan produktivitas kita dalam berkarya.

Mungkin saja kita memiliki pekerjaan yang tidak memudahkan kita mengambil hari istirahat pada hari Minggu. Namun prinsip yang jelas, ambil waktu bagi diri Anda sendiri, bagi keluarga, bagi persekutuan Anda dengan Tuhan, dan sesama seiman.

No comments: