Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 2:1-3 (MHC)

Kejadian 2:1-3 (TB):
1 Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
HARI KETUJUH

Pasal ini merupakan tambahan kepada sejarah penciptaan, yang secara lebih khusus menjelaskan lebih lengkap perihal bagian sejarah yang langsung berhubungan dengan manusia, makhluk kesayangan di dunia bawah ini. Di dalamnya kita melihat,

I. Pelembagaan dan pengudusan hari Sabat yang diadakan untuk manusia guna meningkatkan kekudusan dan kenyamanannya (ay. 1-3).

II. Uraian yang lebih terperinci tentang penciptaan manusia sebagai pusat dan ringkasan seluruh karya (ay. 1-7).

III. Gambaran tentang taman Eden dan penempatan manusia di dalamnya di bawah kewajiban hukum dan kovenan (ay. 8-17).

IV. Penciptaan perempuan, perkawinannya dengan laki-laki itu, dan pelembagaan aturan perkawinan (ay. 18, dst.)

Hari Ketujuh (Kejadian 2:1-3)

Di sini diceritakan tentang,

I. Pendirian kerajaan alam ketika Allah beristirahat dari karya penciptaan (ay. 1-2). Amatilah di sini,

1. Makhluk-makhluk yang diciptakan, baik di langit maupun di bumi beserta segala isinya, yang menunjukkan bahwa jumlahnya sangat besar, tetapi teratur, tertib, dan terkendali. Betapa besar jumlahnya! Walaupun demikian, masing-masing tahu tempatnya dan tetap berada di situ. Allah menggunakan semua itu sebagai pasukan-Nya untuk membela umat-Nya dan membinasakan musuh-musuh-Nya. Sebab Dialah Tuhan semesta alam, atas bala tentara langit (Dan. 4:35).

2. Langit dan bumi merupakan karya yang telah rampung, begitu juga semua makhluk di dalamnya. Karya Allah begitu sempurna hingga tidak ada sesuatu pun yang dapat ditambahkan atau dikurangi (Pkh. 3:14). Allah yang mulai mencipta membuktikan diri bahwa Ia sangat mampu untuk menyelesaikannya.

3. Sesudah enam hari, Allah berhenti dari semua pekerjaan penciptaan. Ia mengakhiri pekerjaan dengan cara demikian, meskipun dalam pemeliharaan-Nya, ia tetap bekerja sampai sekarang (Yoh. 5:17). Ia memelihara dan memimpin semua makhluk, terutama membentuk roh manusia, tetapi tidak menciptakan makhluk jenis baru. Melalui mujizat, Ia telah mengendalikan dan menguasai alam, tetapi tidak pernah mengubah jalannya yang sudah ditetapkan, mencabut, atau menambahkan apa pun yang telah ditetapkan-Nya.

4. Walaupun Allah yang kekal sudah bahagia dengan keadaan-Nya, Ia juga puas dengan hasil karya tangan-Nya sendiri. Ia tidak beristirahat seperti seseorang yang letih, tetapi yang senang dengan contoh kebaikan-Nya dan perwujudan kemuliaan-Nya.

II. Permulaan kerajaan anugerah dalam pengudusan hari Sabat (ay. 3). Allah beristirahat pada hari itu dan puas dengan ciptaan-Nya, lalu menguduskannya serta menentukan supaya pada hari itu kita juga beristirahat dan puas di dalam Sang Pencipta. Di dalam perintah keempat, istirahat-Nya dimaksudkan sebagai istirahat bagi kita setelah bekerja keras selama enam hari. Amatilah,

1. Perayaan khidmat satu di antara tujuh hari sebagai hari perhentian kudus dan pekerjaan kudus demi kehormatan Allah, merupakan kewajiban yang sangat penting bagi semua orang kepada siapa Allah telah menyatakan hari-hari Sabat-Nya yang kudus.

2. Pengudusan hari Sabat merupakan cara lama yang baik (Yer. 6:16). Hari Sabat sama tuanya dengan dunia ini, dan saya tidak melihat alasan untuk meragukan hari Sabat, yang sekarang ditetapkan sebagai perayaan kudus, telah dijalankan dengan saleh oleh umat Allah sepanjang zaman para bapa leluhur.

3. Hari Sabat Allah sungguh terhormat dan kita mempunyai alasan untuk menghormatinya. Kita harus menghormatinya demi kepurbakalaan masanya, demi Penciptanya yang agung. Kita harus menghormatinya karena hari Sabat pertama dikuduskan oleh Allah yang suci itu sendiri, dan oleh ketaatan kudus orang-orang tua pertama kita terhadap Dia.

4. Hari Sabat adalah hari yang diberkati karena Allah memberkatinya. Apa yang diberkati-Nya pastilah penuh berkat. Allah menghormati hari itu dan menetapkan supaya kita memuji Dia pada hari itu. Ia juga berjanji untuk menemui dan memberkati kita pada hari itu.

5. Hari Sabat adalah hari yang kudus sebab Allah telah menguduskannya. Ia telah memisahkan dan membedakannya dengan hari-hari lain dalam sepekan dan telah mengkhususkan hari itu serta menyisihkannya bagi diri-Nya, pelayanan-Nya, dan kehormatan-Nya. Walaupun umumnya dianggap bahwa hari Sabat Kristen yang kita jalani, dengan mempertimbangan hari penciptaan, bukanlah hari ketujuh melainkan hari pertama dalam sepekan, namun, karena hari itu adalah hari ketujuh dan kita di dalamnya memperingati hari perhentian Anak Allah serta penuntasan karya penebusan kita, kita boleh dan sudah sepatutnya bertindak dengan iman atas pelembagaan awal hari Sabat itu. Kita pantas memperingati karya penciptaan demi menghormati Sang Pencipta Agung yang memang layak menerima pujian dan hormat dari semua kumpulan jemaat saleh pada hari itu.

No comments: