Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 1:29-30 (MHC)

Kejadian 1:29-30 (TB):
29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.
PENCIPTAAN HARI KEENAM

Di sini kita mendapati bagian ketiga dari pekerjaan pada hari keenam, yang bukan berupa ciptaan baru apa pun, melainkan persediaan makanan yang berlimpah kepada segala makhluk (Mzm. 136:25). Dia yang sudah menjadikan manusia dan binatang seperti itu ikut ambil peduli untuk memelihara keduanya (Mzm. 36:7). Inilah,

I. Makanan yang disediakan bagi manusia (ay. 29). Tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan harus menjadi makanannya, termasuk gandum dan segala hasil bumi. Semua ini boleh dimakannya, tetapi (tampaknya) bukan daging, sampai setelah peristiwa air bah (9:3). Dan sebelum bumi ditenggelamkan, jauh lebih lama lagi sebelum bumi dikutuk karena ulah manusia, buah-buahnya, tidak diragukan lagi, lebih terasa menyenangkan, menguatkan, dan menyehatkan tubuh daripada sumsum dan lemak, dan semua makanan santapan raja sekarang. Lihatlah di sini,

1. Apa yang harus membuat kita rendah hati. Karena kita dijadikan dari tanah, maka kita dipelihara darinya. Memang manusia pernah sekali memakan makanan para malaikat, roti dari sorga. Tetapi mereka mati (Yoh. 6:49). Bagi mereka makanan itu sama seperti makanan dari dalam tanah (Mzm. 104:14). Ada makanan yang bertahan sampai kehidupan kekal. Tuhan senantiasa memberi kita ini.

2. Apa yang harus membuat kita bersyukur. Tuhan itu penopang tubuh. Dari Dia kita menerima segala penopang dan penghiburan hidup ini, dan kepada-Nya kita harus bersyukur. Ia memberi kita segala sesuatu secara berlimpah untuk kita nikmati, bukan hanya kebutuhan pokok, melainkan juga kelimpahan, kemewahan, dan keanekaragaman untuk perhiasan dan kesenangan kita. Betapa besar kita berutang! Betapa kita harus berusaha sungguh-sungguh, karena kita hidup dalam kelimpahan Allah, untuk hidup demi kemuliaan-Nya!

3. Apa yang harus membuat kita bersabar dan puas dengan bagian kita. Walaupun Adam diberi kekuasaan atas ikan dan burung, namun Allah membatasi dia, dalam makanannya, pada tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan. Dan ia tidak pernah mengeluhkannya. Meskipun setelah itu ia menginginkan buah terlarang, demi hikmat dan pengetahuan yang dijanjikannya sendiri dari buah itu, namun kita tidak penah membaca bahwa ia menginginkan daging terlarang. Jika Allah memberi kita makanan untuk hidup kita, maka janganlah kita, bersama umat Israel yang bersungut-sungut, meminta makanan untuk menuruti nafsu kita (Mzm. 78:18). Lihat Daniel 1:15.

II. Makanan yang disediakan bagi binatang-binatang (ay. 30). Lembukah yang Allah perhatikan? Ya, pasti, Ia menyediakan makanan yang sesuai bagi mereka, dan bukan bagi lembu saja, yang dipakai sebagai korban persembahan bagi-Nya dan untuk melayani manusia, tetapi bahkan singa-singa muda dan anak-anak burung gagak diperhatikan-Nya dalam pemeliharaan-Nya. Mereka meminta dan mendapat makanan dari Allah. Marilah kita memberi Allah kemuliaan atas kelimpahan yang diberikan-Nya kepada makhluk-makhluk yang lebih rendah, bahwa semuanya, seolah-olah, diberi makan di meja-Nya setiap hari. Ia Penjaga rumah yang amat baik, sangat kaya dan murah hati, yang memuaskan keinginan setiap makhluk hidup. Biarlah ini mendorong umat Allah untuk menyerahkan kekhawatiran mereka kepada-Nya, dan untuk tidak cemas memikirkan apa yang akan mereka makan dan apa yang akan mereka minum. Dia yang memberikan persediaan kepada Adam tanpa Adam mengkhawatirkannya, dan masih memberikan persediaan kepada semua makhluk tanpa mereka mengkhawatirkannya, tidak akan membiarkan orang-orang yang percaya pada-Nya kekurangan apa saja yang baik (Mat. 6:26). Dia yang memberi makan burung-burung-Nya tidak akan membiarkan kelaparan anak-anak-Nya.

No comments: