Psalms 16:1-2, 11

Preserve me, O God: for in thee do I put my trust.
O my soul, thou hast said unto the LORD, Thou art my Lord: my goodness extendeth not to thee;
Thou wilt shew me the path of life: in thy presence is fulness of joy; at thy right hand there are pleasures for evermore.

`Psalms 16:1-2, 11`

☆———————"I can live because Your words, Lord"———————☆

Kejadian 1:1-13 (SH)

Kejadian 1:1-13 (TB):
1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
6 Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air."
7 Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.
8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.
9 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian.
10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
11 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian
12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.
KARYA TUHAN BAIK (Minggu, 30 Maret 2008)

Keagungan penciptaan terlihat dengan nyata pada sabda pembukanya, "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi" (ayat 1). Semua yang ada di bawah kolong langit ini merupakan karya ilmiah dan karya seni Allah yang tiada duanya. Dari ketiadaan, kekosongan, dan ketiadaan bentuk, Allah mencipta, mengisi, dan mengatur alam semesta ini.

Seperti seorang maestro karya seni memandang karya-karyanya itu dengan perasaan senang dan puas, demikianlah Sang Pencipta memandang karya akbar-Nya dan mengomentarinya sebagai baik (ayat 4, 10, 12). Betapa brilian pikiran penciptaan yang ada di benak Ilahi, sungguh tidak dapat disamai oleh pikiran-pikiran manusia yang pernah menjejak dan mengukir sejarah dunia ini. Karena semua pikiran manusia hanya meneruskan dan mengembangkan dari fondasi yang Allah sudah letakkan.

Pada tiga hari pertama Allah menciptakan dan mengatur wadah untuk kehidupan. Di hari pertama, Allah menciptakan terang untuk menjadi wadah waktu bagi kehidupan: yaitu siang dan malam. Tanpa terang, tiada kehidupan. Hari kedua dan hari ketiga merupakan pengaturan yang begitu rapih dan sistematis dari dunia ciptaan ini. Pemisahan air di langit dari air yang di bawah langit menciptakan ruangan untuk makhluk udara dan makhluk air. Sedangkan daratan dengan berbagai tumbuhan di dalamnya diciptakan dan diatur agar menjadi tempat yang indah dan asri bagi penghuninya, berbagai makhluk hidup darat, dan terutama manusia.

Tuhan menciptakan semuanya ini, bersama dengan ciptaan-ciptaan yang lain di tiga hari berikutnya sebagai konteks bagi manusia mengembangkan diri dan melayani Tuhan serta sesama. Tugas manusia sebagai ciptaan tertinggi adalah memelihara dan menjaga keasrian dan keharmonisan ciptaan. Manusia bertanggung jawab untuk turut serta menggumuli bahkan mencari jalan keluar bagi penyelesaian masalah seperti pemanasan global, kerusakan ekosistim, dan pembaruan paru-paru dunia.

No comments: