Kejadian 3:14-15 (MHC)

Kejadian 3:14-15 (TB):
14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
HUKUMAN DIBERIKAN KEPADA SI ULAR; ISYARAT TENTANG MESIAS

Hukuman Diberikan kepada Si Ular; Isyarat tentang Mesias (Kejadian 3:14-15)
Setelah tawanan-tawanan didapati bersalah oleh pengakuan mereka sendiri, selain oleh pengetahuan pribadi yang sempurna dari sang Hakim, dan tidak ada lagi alasan yang dapat diajukan untuk menjatuhkan keputusan pengadilan, maka Allah segera melanjutkan dengan menetapkan hukuman, dan di ayat ini Dia mulai dengan si ular, tempat dosa dimulai. Allah tidak memeriksa si ular ataupun menanyai dia, apa yang sudah dia lakukan dan mengapa dia melakukannya, melainkan langsung menjatuhkan hukuman atas dia,

1. Karena dia sudah terbukti bersalah atas pemberontakan terhadap Allah, dan kebencian dan kejahatannya sudah terkenal, bukan ditemukan melalui penyelidikan rahasia, melainkan diakui dan dinyatakan secara terbuka seperti kejahatan Sodom.

2. Karena dia akan diasingkan selamanya dari segala harapan pengampunan, dan mengapa harus mengatakan sesuatu untuk menginsafkan dan membuat rendah hati dia yang tidak akan bertobat? Lukanya tidak dicari, karena tidak akan disembuhkan. Beberapa orang beranggapan bahwa kondisi malaikat-malaikat yang jatuh belum dinyatakan tanpa harapan dan tidak tertolong sampai pada waktu itu setelah mereka membujuk manusia untuk memberontak.

I. Hukuman yang diberikan kepada si penggoda dapat dianggap sebagai penerangan tentang si ular, makhluk liar yang Iblis manfaatkan. Seperti makhluk-makhluk lainnya, ular diciptakan untuk melayani manusia, tetapi saat itu disalahgunakan untuk mencelakakannya. Oleh karena itu, untuk menyatakan kebencian terhadap dosa, dan kecemburuan karena kehormatan Adam dan Hawa dicemarkan, Allah mengikatkan kutuk dan kecaman kepada si ular, dan membuatnya mengeluh karena dibebani. Lihatlah Roma 8:20. Alat-alat Iblis harus ikut merasakan hukuman bagi Iblis. Jadi tubuh pelaku kejahatan, walaupun hanya alat ketidakadilan, akan ambil bagian dalam siksaan kekal dengan jiwa, si pelaku utama. Bahkan lembu yang membunuh seseorang pun harus dilempari batu sampai mati (Kel. 21:28-29). Lihatlah di sini betapa Allah membenci dosa, dan terutama betapa tidak sukanya Dia terhadap orang yang memikat orang lain masuk ke dalam dosa. Cap yang selamanya menempel pada nama Yerobeam adalah bahwa dia mengakibatkan orang Israel berdosa pula. Nah,

1. Di sini ular itu ditimpa kutukan Allah: Terkutuklah engkau di antara segala ternak. Bahkan binatang-binatang yang merangkak pun, ketika Allah menciptakan mereka, Dia berkati (1:22), namun dosa mengubah berkat menjadi kutuk. Ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat (ay. 1), dan di sini, terkutuk di antara segala binatang hutan. Kecerdikan yang tidak kudus sering terbukti merupakan kutukan besar bagi manusia, dan semakin ahli manusia melakukan kejahatan, semakin jahat perbuatan mereka, dan akibatnya, mereka akan menerima kutukan yang lebih besar. Penggoda-penggoda yang cerdik adalah makhluk-makhluk yang paling terkutuk di bawah matahari.

2. Di sini dia ditimpa kecaman dan permusuhan manusia.

(1) Selamanya dia akan dipandang sebagai makhluk yang hina dan tercela, dan sasaran yang pantas bagi caci maki dan penghinaan: “ Dengan perutmulah engkau akan menjalar, tidak lagi di atas kaki, atau setengah tegak, melainkan engkau akan merayap, perutmu melata di atas tanah,” suatu ungkapan tentang keadaan yang menyedihkan dan sangat hina (Mzm. 44:26); dan engkau tidak dapat menghindari makan debu dengan makananmu.” Kejahatannya adalah memikat Hawa supaya memakan apa yang tidak boleh dia makan. Hukumannya adalah bahwa dia diharuskan memakan apa yang tidak ingin dia makan: Debu tanahlah akan kaumakan. Ini menunjukkan bukan hanya keadaan yang hina dan tercela, tetapi juga suasana yang menyedihkan dan buruk. Dikatakan tentang orang-orang yang keberaniannya telah meninggalkan mereka, bahwa mereka menjilat debu seperti ular (Mi. 7:17). Alangkah menyedihkannya bahwa kutukan ular harus menjadi pilihan orang duniawi yang tamak, yang sifatnya suka menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu! (Am. 2:7). Mereka ini memilih khayalan-khayalan mereka sendiri, dan akan seperti itulah kehancuran mereka.

(2) Dia akan selamanya dipandang sebagai makhluk yang berbahaya dan berbisa, dan sasaran yang pantas bagi perasa- an tidak suka dan benci: Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini. Karena makhluk-makhluk yang lebih rendah diciptakan untuk manusia, maka suatu kutuk bagi mereka jika menjadi musuh manusia dan manusia menjadi musuh mereka, dan inilah bagian kutukan untuk si ular. Ular itu merugikan bagi manusia, dan sering meremukkan tumitnya, karena tidak bisa menggapai lebih tinggi. Bahkan, kita diberi tahu bahwa dia memagut tumit kuda ( Kejadian 49:17). Namun manusia menang atas si ular, dan meremukkan kepalanya, yaitu memberi dia luka yang mematikan, yang bertujuan untuk menghancurkan seluruh generasi ular berbisa. Akibat kutukan atas si ular ini adalah, walaupun makhluk itu cerdik dan sangat berbahaya, namun tidak selamat (karena dia bisa saja selamat jika Allah memberi dia kuasa) dari kehancuran karena umat manusia. Hukuman yang dinyatakan kepada si ular sangat diperkuat oleh janji Allah bagi umat-Nya itu, Singa dan ular tedung akan kaulangkahi (Mzm. 91:13), dan janji Kristus kepada murid-murid-Nya, Mereka akan memegang ular (Mrk. 16:18). Ini terbukti dalam pengalaman Paulus, yang tidak kena bahaya apa-apa oleh ular berbisa yang menggigit tangannya. 

Perhatikanlah di sini, si ular dan perempuan itu baru saja akrab dan bersahabat ketika membicarakan buah terlarang, dan ada keharmonisan yang mengagumkan di antara mereka. Tetapi sekarang mereka berada dalam perselisihan yang tidak dapat didamaikan kembali. Perhatikanlah, persahabatan dalam dosa pantas berakhir dengan permusuhan yang mematikan. Orang-orang yang bersatu dalam kejahatan tidak akan bersatu dalam waktu lama.

II. Hukuman ini dapat dianggap ditujukan kepada Iblis, yang hanya memanfaatkan si ular sebagai tunggangannya dalam penampakan ini, sedangkan dia sendiri adalah pelaku utamanya. Dia yang berbicara melalui mulut si ular di sini dihajar melalui pihak ular, dan merupakan sasaran utama hukuman tersebut, yang, seperti tiang awan dan api, memiliki sisi gelap untuk Iblis dan sisi terang untuk nenek moyang pertama kita dan keturunan mereka. Hal-hal besar terkandung dalam kata-kata ini.

1. Di sini kecaman kekal dipakukan kepada musuh besar Allah dan manusia. Di balik samaran ular, dia dihukum dengan,

(1) Direndahkan dan dikutuk oleh Allah. Dosa yang dianggap mengubah malaikat-malaikat menjadi setan-setan adalah kesombongan, yang di sini mendapatkan hukuman yang sepantasnya berupa berbagai macam aib, yang disampaikan dalam keadaan hina seekor ular yang melata di atas perutnya dan menjilat debu. Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur. Dia yang ingin lebih tinggi daripada Allah, dan ingin memimpin pemberontakan melawan Dia, sudah sepantasnya sangat direndahkan dan diinjak-injak di sini. Kesombongan manusia akan merendahkan dia, dan Allah akan merendahkan orang yang tidak mau merendahkan dirinya sendiri.

(2) Dianggap menjijikkan dan dibenci oleh seluruh umat manusia. Bahkan orang yang benar-benar terbujuk untuk mengikuti kepentingannya pun mengaku benci dan jijik kepadanya, dan semua yang lahir dari Allah selalu berhati-hati melindungi diri mereka, supaya si jahat tidak dapat menjamah mereka (1Yoh. 5:18). Di sini dia dihukum dengan keadaan perang dan permusuhan yang tidak dapat didamaikan kembali.

(3) Akhirnya dihancurkan dan diluluhlantakkan oleh Sang Penebus Agung, yang disimbolkan dengan diremukkannya kepala si ular. Tipu muslihatnya yang licik akan dibuat kacau, kekuasaannya yang merupakan hasil rampasan akan dihancurkan seluruhnya, dan dia akan selamanya menjadi tawanan demi kehormatan kedaulatan ilahi yang terluka. Karena sudah diberi tahu tentang hal ini, saat itu dia sudah tersiksa sebelum waktunya.

2. Suatu perseteruan kekal dimulai di sini antara kerajaan Allah dan kerajaan setan di antara manusia. Perang dikumandangkan di antara keturunan perempuan itu dan keturunan si ular. Perang di sorga antara Mikhael dan sang naga dimulai saat itu (Why. 12:7). Buah permusuhan ini adalah,

(1) Ada konflik terus-menerus antara anugerah dan kebejatan di dalam hati umat Allah. Melalui kebejatan mereka, Iblis menyerang mereka, memukul mereka, menampi mereka, dan berusaha menelan mereka. Dengan menerapkan anugerah, mereka menolak si Iblis, bergulat dengan dia, memadamkan anak-anak panahnya yang berapi, memaksa dia melarikan diri dari mereka. Sorga dan neraka tidak akan pernah dapat dirujukkan kembali, juga terang dan gelap, begitu pula Iblis dan jiwa yang sudah dikuduskan, karena bertentangan satu dengan yang lainnya.

(2) Ada pergumulan yang sama yang terus-menerus, antara yang jahat dan yang saleh di dunia ini. Orang yang mengasihi Allah menganggap orang-orang yang membenci Dia sebagai musuh (Mzm. 139:21-22). Semua kemarahan dan kedengkian para penganiaya umat Allah adalah buah dari permusuhan ini, yang akan terus berlanjut selama masih ada orang saleh di pihak sorga dan orang jahat di pihak neraka. Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu (1Yoh. 3:13).

3. Sebuah janji yang penuh anugerah dibuat tentang Kristus di sini, sebagai sang pembebas bagi manusia yang telah jatuh dari kuasa Iblis. Walaupun apa yang dikatakan ditujukan kepada si ular, namun didengar juga oleh nenek moyang kita ketika itu, yang pasti mengerti isyarat tentang anugerah yang diberikan kepada mereka di sini, dan melihat pintu harapan terbuka bagi mereka. Kalau tidak maka hukuman berikutnya atas mereka pasti tidak akan tertanggungkan bagi mereka. Inilah fajar bagi masa Injil. Begitu terjadi luka, obatnya langsung disediakan dan dinyatakan. Di sini, pada bagian awal buku, sesuai firman (Ibr. 10:7), pada permulaan Alkitab, tertulis tentang Kristus, bahwa Dia akan melakukan kehendak Allah. Kita sudah sepantasnya berpikir bahwa, dengan mengimani janji ini, nenek moyang pertama kita dan para leluhur sebelum air bah, dibenarkan dan diselamatkan, dan serta-merta melayani Allah siang dan malam sambil menantikan janji itu dan manfaatnya. Di sini mereka diberi tahu tiga hal tentang Kristus:

(1) Inkarnasi-Nya (penjelmaan-Nya menjadi manusia), bahwa Dia akan menjadi keturunan perempuan, keturunan perempuan itu. Oleh karena itu silsilah-Nya ditelusuri jauh ke atas untuk menunjukkan bahwa Dia adalah anak Adam, namun Allah memberi perempuan itu kehormatan dengan lebih memilih menyebut Dia keturunannya, karena dialah yang diperdayai Iblis, dan yang disalahkan oleh Adam. Dalam hal ini Allah menambahkan anugerah-Nya, bahwa walaupun perempuan itu adalah yang pertama memberontak, namun dia akan diselamatkan karena melahirkan anak (demikian beberapa orang memahaminya), artinya, karena keturunan yang dijanjikan yang akan diturunkan dari dia (1Tim. 2:15). Demikian pula Dia menjadi keturunan perempuan itu saja, dari seorang perawan, sehingga Dia tidak mungkin tercemar oleh kebejatan sifat dasar kita. Dia diutus, lahir dari seorang perempuan (Gal. 4:4), supaya janji ini dapat digenapi. Ini adalah penghiburan besar bagi orang-orang berdosa, bahwa Juruselamat mereka adalah keturunan perempuan itu, tulang dari tulang kita (Ibr. 2:11, 14). Manusia berdosa dan cemar, karena dia dilahirkan perempuan (Ayb. 25:4), dan karena itu hari-harinya penuh kegelisahan (Ayb. 14:1). Tetapi keturunan perempuan itu menjadi dosa dan kutuk bagi kita, supaya dapat menyelamatkan kita dari keduanya.

(2) Penderitaan dan kematian-Nya ditunjukkan dalam pernyataan bahwa Iblis meremukkan tumitnya, yaitu sifat kemanusiaan-Nya. Iblis mencobai Kristus di padang gurun untuk menarik Dia ke dalam dosa, dan beberapa orang beranggapan Iblis-lah yang menakut-nakuti-Nya saat Dia menghadapi kesengsaraan menjelang maut, untuk mendorong Dia ke dalam keputusasaan. Iblislah yang menggerakkan hati Yudas supaya mengkhianati Kristus, Petrus supaya menyangkal Dia, Imam Kepala supaya menganiaya Dia, saksi-saksi palsu supaya menuduh Dia, dan Pilatus supaya menghakimi Dia. Dengan melakukan semua itu, dengan menghancurkan Sang Juruselamat, ia bermaksud menggagalkan keselamatan. Namun, sebaliknya, dengan kematianlah Kristus memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut (Ibr. 2:14). Tumit Kristus diremukkan ketika kakinya ditembus dan dipakukan pada salib, dan penderitaan Kristus berlanjut dalam penderitaan orang-orang kudus demi nama-Nya. Iblis mencobai mereka, membuang mereka ke dalam penjara, menganiaya dan membunuh mereka, dan dengan demikian meremukkan tumit Kristus, yang menderita dalam penderitaan mereka. Namun, sementara tumit diremukkan di bumi, syukurlah bahwa kepala dalam keadaan selamat di sorga.

(3) Kemenangan-Nya atas Iblis dengan cara tersebut. Saat itu Iblis sudah menginjak-injak perempuan itu, dan menghina dia, namun keturunan perempuan itu akan bangkit pada penggenapan waktunya untuk membalas perselisihannya, dan untuk menginjak-injak dia, melucuti dia, memenjarakan dia, dan menang atas dia (Kol. 2:15). Dia akan meremukkan kepalanya, artinya Dia akan menghancurkan seluruh tipu muslihat dan kekuasaannya, dan meluluhlantakkan seluruh kerajaan dan kepentingannya. Kristus mengacaukan godaan Iblis, menyelamatkan jiwa-jiwa dari tangannya, mengusir dia keluar dari tubuh-tubuh manusia, melucuti orang kuat yang bersenjata dan membagi-bagikan rampasannya. Dengan kematian-Nya, Dia memberikan pukulan yang mematikan dan tidak tersembuhkan bagi kerajaan Iblis, luka pada kepala binatang ini, yang tidak akan pernah sembuh. Ketika Injil-Nya mendapat pijakannya, Iblis jatuh (Luk. 10:18) dan diikat (Why. 20:2). Dengan anugerah-Nya, Dia menempatkan Iblis di bawah kaki umat-Nya (Rm. 16:20) dan akan segera membuang dia ke dalam lautan api (Why. 20:10). Dan kejatuhan Iblis untuk selamanya akan menjadi sukacita dan kemenangan yang penuh dan kekal bagi sisa-sisa terpilih.

No comments:

Post a Comment